MANAGED BY:
SENIN
09 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 25 Oktober 2019 11:52
Kepala Satuan Polisi Jualan Ubi Cilembu: Untuk Apa Malu, yang Penting Halal...
USAHA: Kasat Binmas Polres Kotabaru Ipda Rosadi bersama istrinya menjual ubi cilembu kepada pelanggannya di pusat Kotabaru. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Dia orang nomor empat di Polresta Kotabaru. Walau berpangkat tinggi, Kasat Binmas Ipda Rosadi tidak sungkan berjualan ubi cilembu di halaman rumah dinas.

-- Oleh: Zalyan Shodiqin Abdi, Kotabaru --

Rabu (23/10) malam, mengenakan busana muslim dan sarung, Rosadi asyik melayani warga di depan rumah. "Berapa kilogram Bu," tanyanya kepada Asri, wanita muda berkulit putih yang bekerja di Dinas Bina Marga Kotabaru.

Asri membeli ubi cilembu alasannya untuk kesehatan. "Rasanya juga enak. Manis seperti madu," ujarnya.

Tidak lama datang Windi. Juga membeli beberapa kilogram. Ia mengaku kepincut dengan rasa tanaman yang khas citarasanya di daratan Cilembu, Sumedang Jawa Barat itu.

Tidak sampai pukul sembilan malam, Rosadi dan istrinya, Windiawat terpaksa menolak warga yang terus berdatangan. "Habis, Mbak. Maaf ya. Ini yang ada cuma sisa untuk makan teman-teman wartawan ini," ujarnya.

Malam itu Rosadi memang kedatangan beberapa awak media. Berbincang dan minum bandrek di kursi kayu depan rumah dinas.
"Gak malu sampean jualan ubi," tanya seorang wartawan.

Rosadi terkekeh keras. "Untuk apa malu? Saya cari rezeki yang halal," ujarnya.

Rosadi pun bercerita. Usaha itu awalnya ia buka untuk mengisi waktu kosong istri di rumah. "Anak dua sudah bekerja semua. Satu jadi polisi, satu kerja di perusahaan."

Hitung-hitung mengisi waktu kosong sang istri, juga tambah-tambah penghasilan, Rosadi sekitar setahun lalu mulai membuka usaha ubi cilembu.

Ubi itu ia datangkan dari Jawa Barat. Diantar dari pelabuhan di Surabaya, masuk ke Banjarmasin. Baru diantar ke Kotabaru.

Awalnya mesan sedikit saja. Ia mulai promosi. Di Facebook, WhatsApp dan Instagram. Rosadi rajin posting."Saya bilang, ini ubi sangat baik untuk kesehatan. Walau manis, tapi kadar gulanya rendah. Dan antioksidannya setingkat di bawah jengkol," bebernya.

Kebetulan sekali rumah dinas persis di tepi jalan. Sekitar tiga kilometer dari pusat kota. Mudah ditemukan.

Singkat cerita, usahanya itu berkembang. Dan benar kata Nabi, cari uang salah satu alternatif tercepat adalah dagang.

Hanya dalam beberapa bulan, Rosadi kebanjiran pelanggan. Sekarang ia rutin memasok ubi 500 kilogram dari Jawa. "Sebulan rata-rata sebulan saya pesan," ucapnya tersenyum.

Banyak dong untungnya? Rosadi membenarkan. Ia pun menyebut angka. Angka keuntungan itu melebihi gaji dia sebulan di kepolisian.

Hasil keuntungan jualan itulah katanya ia pakai sebagian untuk membantu warga kurang mampu. "Satu kilogram ubi yang sudah saya masak itu Rp35 ribu. Sama dengan harga di Banjarmasin," akunya.

Dalam satu malam, Rosadi dan istri memasak di kisaran 30 sampai 40 kilogram. Biasanya dari pagi jualan, tidak sampai pukul 10 malam sudah habis.

"Paling sering sih sebelum Isya sudah habis," ungkapnya.

Ia pun mengaku tidak menyangka usahanya bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. "Paling banyak beli itu ASN. Alasan mereka macam-macam. Katanya bagus untuk yang bermasalah di pencernaan."

Pun begitu, usaha ubi cilembu tidak selalu berbuah manis. Contohnya di Kabupaten Tanah Bumbu. "Dulu ada di Pagatan sama Batulicin. Cuma berhenti. Rugi kayaknya. Mungkin rasanya kurang cocok dengan lidah Bugis," kata Yayat, wartawan asal Tanah Bumbu yang pindah tugas ke Kotabaru.

Rosadi menjelaskan. Banyak usaha cilembu gagal, karena tidak bisa mempertahankan kualitas. "Cara masak pakai oven itu harus pas. Kalau tidak pas, rasa manisnya tidak maksimal," ujarnya.

Namun terpenting adalah ubi cilembu itu sendiri. "Rasa seperti ini hanya bisa didapatkan dari ubi yang ditanam di Cilembu. Kalau dari tempat lain tidak seperti ini," akunya.

Jelas Rosadi, ubi cilembu sama saja bentuknya dengan ubi jalar. Mudah tumbuh di mana saja. Tapi khusus ubi Cilembu, rasa madu hanya bisa maksimal jika ditanam di Cilembu.

"Tidak tahu juga kenapa. Cuma memang begitu faktanya," bebernya.

Perbincangan kemudian berlanjut ke arah bisnis. Terungkap, darah dagang ternyata memang mengalir di darah Rosadi. Ayahnya adalah penjual besi di Jawa Barat.

"Awalnya saya tidak dibolehkan jadi polisi. Katanya saya itu mudah tersentuh, tidak tegaan waktu masa remaja. Tapi saya ikut tes dan lolos," bebernya.(ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 09:57

Putra Banua Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang, Curi Perhatian Kampus, Diangkat Jadi Asisten Profesor

Diam-diam, Banua punya putra berprestasi di bidang ilmu fisika. Dia…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam,…

Selasa, 03 Desember 2019 11:40

Kokedama, Usaha Baru Jenis Florikultura di Kalsel: Belajar dari Youtube, Laku Dijual Melalui Online

Kokedema memang belum booming. Padahal seni bercocok tanam tanpa pot…

Senin, 02 Desember 2019 12:41

Bertemu Nasruddin, Lelaki yang Diisukan Menyebarkan Ajaran Sesat di HST

Nasruddin mengaku dua kali didatangi aparat keamanan. Permintaananya sama: meminta…

Senin, 02 Desember 2019 12:35

Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

Radar Banjarmasin dua kali mewawancarai Nasruddin. Pertemuan pertama pada 20…

Jumat, 29 November 2019 11:08

Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan…

Jumat, 29 November 2019 09:56

Dinas Kehutanan Buka Harapan untuk Pengungsi Bisa Membangun Rumah

Pemprov Kalsel berencana membagikan ratusan kubik kayu dan papan kepada…

Kamis, 28 November 2019 11:45

Dari Korban Sebuku: Rumah Boleh Lapuk, Kenangannya Tidak

Wajah nelayan tua itu tegas. Guratannya dalam. Hampir tidak terlihat…

Rabu, 27 November 2019 08:05

Cerita-Cerita yang Tersisa dari Kebakaran Sebuku (2)

Haji Nanang, pedagang terbesar itu merugi miliaran rupiah. Toko dan…

Selasa, 26 November 2019 07:01

Siang Mengajar, Malam Ngojek

Tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Tapi apakah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.