MANAGED BY:
KAMIS
23 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 25 Oktober 2019 11:52
Kepala Satuan Polisi Jualan Ubi Cilembu: Untuk Apa Malu, yang Penting Halal...
USAHA: Kasat Binmas Polres Kotabaru Ipda Rosadi bersama istrinya menjual ubi cilembu kepada pelanggannya di pusat Kotabaru. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Dia orang nomor empat di Polresta Kotabaru. Walau berpangkat tinggi, Kasat Binmas Ipda Rosadi tidak sungkan berjualan ubi cilembu di halaman rumah dinas.

-- Oleh: Zalyan Shodiqin Abdi, Kotabaru --

Rabu (23/10) malam, mengenakan busana muslim dan sarung, Rosadi asyik melayani warga di depan rumah. "Berapa kilogram Bu," tanyanya kepada Asri, wanita muda berkulit putih yang bekerja di Dinas Bina Marga Kotabaru.

Asri membeli ubi cilembu alasannya untuk kesehatan. "Rasanya juga enak. Manis seperti madu," ujarnya.

Tidak lama datang Windi. Juga membeli beberapa kilogram. Ia mengaku kepincut dengan rasa tanaman yang khas citarasanya di daratan Cilembu, Sumedang Jawa Barat itu.

Tidak sampai pukul sembilan malam, Rosadi dan istrinya, Windiawat terpaksa menolak warga yang terus berdatangan. "Habis, Mbak. Maaf ya. Ini yang ada cuma sisa untuk makan teman-teman wartawan ini," ujarnya.

Malam itu Rosadi memang kedatangan beberapa awak media. Berbincang dan minum bandrek di kursi kayu depan rumah dinas.
"Gak malu sampean jualan ubi," tanya seorang wartawan.

Rosadi terkekeh keras. "Untuk apa malu? Saya cari rezeki yang halal," ujarnya.

Rosadi pun bercerita. Usaha itu awalnya ia buka untuk mengisi waktu kosong istri di rumah. "Anak dua sudah bekerja semua. Satu jadi polisi, satu kerja di perusahaan."

Hitung-hitung mengisi waktu kosong sang istri, juga tambah-tambah penghasilan, Rosadi sekitar setahun lalu mulai membuka usaha ubi cilembu.

Ubi itu ia datangkan dari Jawa Barat. Diantar dari pelabuhan di Surabaya, masuk ke Banjarmasin. Baru diantar ke Kotabaru.

Awalnya mesan sedikit saja. Ia mulai promosi. Di Facebook, WhatsApp dan Instagram. Rosadi rajin posting."Saya bilang, ini ubi sangat baik untuk kesehatan. Walau manis, tapi kadar gulanya rendah. Dan antioksidannya setingkat di bawah jengkol," bebernya.

Kebetulan sekali rumah dinas persis di tepi jalan. Sekitar tiga kilometer dari pusat kota. Mudah ditemukan.

Singkat cerita, usahanya itu berkembang. Dan benar kata Nabi, cari uang salah satu alternatif tercepat adalah dagang.

Hanya dalam beberapa bulan, Rosadi kebanjiran pelanggan. Sekarang ia rutin memasok ubi 500 kilogram dari Jawa. "Sebulan rata-rata sebulan saya pesan," ucapnya tersenyum.

Banyak dong untungnya? Rosadi membenarkan. Ia pun menyebut angka. Angka keuntungan itu melebihi gaji dia sebulan di kepolisian.

Hasil keuntungan jualan itulah katanya ia pakai sebagian untuk membantu warga kurang mampu. "Satu kilogram ubi yang sudah saya masak itu Rp35 ribu. Sama dengan harga di Banjarmasin," akunya.

Dalam satu malam, Rosadi dan istri memasak di kisaran 30 sampai 40 kilogram. Biasanya dari pagi jualan, tidak sampai pukul 10 malam sudah habis.

"Paling sering sih sebelum Isya sudah habis," ungkapnya.

Ia pun mengaku tidak menyangka usahanya bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah. "Paling banyak beli itu ASN. Alasan mereka macam-macam. Katanya bagus untuk yang bermasalah di pencernaan."

Pun begitu, usaha ubi cilembu tidak selalu berbuah manis. Contohnya di Kabupaten Tanah Bumbu. "Dulu ada di Pagatan sama Batulicin. Cuma berhenti. Rugi kayaknya. Mungkin rasanya kurang cocok dengan lidah Bugis," kata Yayat, wartawan asal Tanah Bumbu yang pindah tugas ke Kotabaru.

Rosadi menjelaskan. Banyak usaha cilembu gagal, karena tidak bisa mempertahankan kualitas. "Cara masak pakai oven itu harus pas. Kalau tidak pas, rasa manisnya tidak maksimal," ujarnya.

Namun terpenting adalah ubi cilembu itu sendiri. "Rasa seperti ini hanya bisa didapatkan dari ubi yang ditanam di Cilembu. Kalau dari tempat lain tidak seperti ini," akunya.

Jelas Rosadi, ubi cilembu sama saja bentuknya dengan ubi jalar. Mudah tumbuh di mana saja. Tapi khusus ubi Cilembu, rasa madu hanya bisa maksimal jika ditanam di Cilembu.

"Tidak tahu juga kenapa. Cuma memang begitu faktanya," bebernya.

Perbincangan kemudian berlanjut ke arah bisnis. Terungkap, darah dagang ternyata memang mengalir di darah Rosadi. Ayahnya adalah penjual besi di Jawa Barat.

"Awalnya saya tidak dibolehkan jadi polisi. Katanya saya itu mudah tersentuh, tidak tegaan waktu masa remaja. Tapi saya ikut tes dan lolos," bebernya.(ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 09:31

Mengenal Lebih Dekat Organisasi Bikers Brotherhood 1% MC Chapter Banjarbaru

Klub, komunitas atau organisasi penggeber roda dua di Banua terus…

Senin, 20 Januari 2020 07:56

Kopdar Bareng Komunitas Youtuber Borneo: Jadi Wadah Belajar dan Bermain

Berangkat dari siring Patung Bekantan, kemarin (19/1) pagi, sebanyak 40…

Jumat, 17 Januari 2020 11:48

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Kalau super car Lamborghini melesat di jalan tol, mungkin sudah…

Jumat, 17 Januari 2020 11:41

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pemerintah mulai kewalahan dengan ulah para peretas. Mereka menyerang situs-situs…

Kamis, 16 Januari 2020 10:05

Upaya Pengendalian Banjir di Cempaka: Warga Masih Tak Rela Penataan Menghapus Kenangan

Hujan memang kerap dijadikan alasan. Namun terlepas dari faktor alam.…

Kamis, 16 Januari 2020 09:57

SDN 4 Haruyan Dayak, Sekolah dengan Medan Terjal di Hunjur Meratus

Harapan masyarakat Desa Haruyan Dayak, akhirnya terwujud. Fasilitas pendidikan bertambah.…

Rabu, 15 Januari 2020 11:50

Hanya Coba-coba, Eh Berhasil, Ternyata Lahan Eks Tambang Bisa Dimanfaatkan

Bagi sebagian orang lahan eks tambang sulit untuk dimanfaatkan. Tapi,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:58

TYPO BIKIN HEBOH..! Kepala Desa Salah Ketik Volume Air, Ratusan Pelajar Dievakuasi

Agar informasi bisa langsung tersampaikan, kecepatan mungkin adalah kunci. Namun,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:38

Bangga Disebut Anak Banua, Dari TNI AU Terbang ke Dunia Entertainment

Setelah sukses dengan single pertamanya 'Ingin Bersamamu' pada tahun 2017…

Sabtu, 11 Januari 2020 08:49

Terasing di Musim Hujan, Mau Pulang Tipis Kemungkinan

Sepuluh tahun menghuni wilayah transmigrasi di Desa Lajar-Pupuyuan, Kecamatan Lampihong,…

KNPI Gelar Khitanan Massal, Bupati HSU H Abdul Wahid Hibur Anak-Anak

Demam Berdarah Serbu HSS, Sudah 60 Kasus di Minggu Ketiga Awal Tahun ini

Nasib Honorer di Ujung Tanduk, Puluhan Ribu Honorer Terancam Dihapus

Semua Sekolah Wajib UNBK, Masih Ada yang Pinjam Laptop ke Siswa

NasDem Pilih Nadjmi - Jaya, Golkar Pastikan Usung Haji Rusli

Pilkada di Kalsel: 15 Pasangan Maju di jalur Independen

Terjerat Dugaan Kasus Asusila, Ketua KPU Banjarmasin Makmur Tunjuk Pengacara

Biaya Kesehatan SIM jadi Rp100 Ribu Resahkan Tanah Laut

Satpol PP Tegur Kandang Babi, Keberadaannya Dikeluhan Warga Guntung Manggis

Dinkes Banjarbaru Klaim Tren DBD Turun
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers