MANAGED BY:
MINGGU
08 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 26 Oktober 2019 12:47
Bikin Resah, Tertibkan Backing Miras
MERESAHKAN: Peredaran Miras di Kota Banjarmasin sudah dinilai meresahkan. Minuman beralkohol ini pun terkesan sulit diberantas.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Penjualan minuman keras seakan bergerak bebas di kota ini. Tak cuma dijual di klub malam, tapi juga di tempat karaoke. Lebih parah lagi, ada kedai dan kafe yang menjualnya.

Fakta itulah yang menarik perhatian Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin, Suyato. Ia menyebut persoalan miras ini sudah meresahkan masyarakat.

Muncul pertanyaan; apa kendala pemko? Sehingga terkesan tutup mata. Membiarkan penjualan miras merajalela. "Kalau memang terkendala pada anggaran, tentu kami upayakan anggaran," ucap politisi PDI Perjuanan itu.

Spekulasi lain, lebih tak nyaman. Bahwa pemko tak mampu berbuat apa-apa terhadap penjualan miras. Lantaran adanya backing dari oknum tertentu. "Kendala ini harus jelas. Kalau ini persoalan backing, tidak bisa diterima. Untuk apa membuat perda, kalau akhirnya tidak jalan karena itu," tutur Koh Awi—panggilan akrab Suyato.

Menurutnya, apapun kendala dalam penertiban penjualan miras ini, pemko mesti jujur. Supaya tak ada prasangka negatif. "Selama ini, masyarakat sudah dibuat resah. Intinya, menyikapi ini harus tegas," katanya.

Apalagi banyak penjual miras yang tak punya legalitas. Sekalipun ada, rata-rata izinnya juga sudah expired.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjarmasin, Muryanta pernah menyebut beberapa waktu lalu bahwa mereka memang tak lagi mengeluarkan izin penjualan miras baru. Bahkan yang ingin memperpanjang pun masih ditahan. Alasannya, karena ada banyak problem.

Di sisi lain, Satpol PP merasa kewalahan dalam menegakkan aturan. Apalagi yang diurusi tak cuma soal miras. Tapi juga penindakan lainnya. Butuh kekuatan besar untuk itu. "Petugas di lapangan kurang. Dan ini masih dibagi lagi perbidang," ungkap Kepala Satpol PP Banjarmasin, Hermansyah.

Satpol PP cuma punya 125 anggota. Berstatus ASN maupun honorer. Termasuk juga yang mendapat tugas administrasi di kantor.

Idealnya, mereka butuh 250 anggota. Supaya bisa menanangi seluruh wilayah Banjarmasin. Faktanya, hanya separuh dari itu. Belum lagi yang masuk masa pensiun. "Kenyataannya, personel kami memang terbatas," sebutnya.

Komisi I rencananya akan menggelar sidak. Turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung fakta penjualan miras. "Kalau perlu, kami juga akan mengajak wali kota," ucap Suyato.

 

 

Revisi Perda Miras Tak Dibatalkan

 

Nasib raperda retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol masih menggantung. Apakah akan disahkan, atau tidak?


Padahal, pada paripurna DPRD terakhir di periode, revisi Perda No 17 Tahun 2012 ini nyaris disahkan. Namun ditunda karena permintaan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Hal ini juga masih jadi pertanyaan bagi Komisi I. Alasannya tak begitu jelas bagi mereka. "Inilah yang akan kami tanyakan ke pemko atau instansi terkait. Termasuk juga, apakah dilanjutkan atau tidak," ucap Suyato, kemarin (25/10).

Bagaimana pun raperda ini penting. Revisi perda ini mempersulit penjualan miras. Karena ada aturan kuat yang membebankan untuk pedagang.

Salah satunya membebankan tarif mahal bagi pedagang miras. Kisaran retribusinya dari Rp200 juta hingga Rp300 juta per tempat. "Dalam waktu dekat, kami akan memanggil instansi terkait. Memastikan nasib raperda ini," katanya.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menegaskan, bahwa revisi perda ini tak akan dibatalkan. Hanya saja masih ingin mengevaluasinya. "Di Bapemperda akan dimasukkan lagi untuk dibahas. Kami ingin mengkajinya lebih lanjut," tuturnya saat berada di gedung DPRD Banjarmasin, kemarin.

Ibnu juga sependapat bahwa raperda miras ini tak boleh dibatalkan. Hanya saja mesti sedikit bersabar. Supaya aturannya bisa benar-benar diterapkan secara maksimal. "Peraturan ini kan dibuat berdasarkan aturan pusat. Jadi ini yang ingin disiasati. Jangan sampai dibatalkan," tuntasnya.(nur/dye/ema)

 


BACA JUGA

Minggu, 08 Desember 2019 08:26

Peronda Hampir Celurit Pemilik Showroom

BANJARMASIN - Empat hari sudah Akhmad Syarifudin (45) mendekam di…

Minggu, 08 Desember 2019 08:24

Sita 40 Butir Ineks Logo Hello Kitty

BANJARMASIN - Dua pengedar sabu dan ineks yang tinggal di…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:20

Kakak Beradik Spesialis Jambret Dibekuk

BANJARBARU - Bukannya saling membimbing untuk menjalani kehidupan yang lebih…

Kamis, 05 Desember 2019 09:49

Belum Nambang, Rugi Rp1,2 M

KOTABARU - Terungkapnya kasus pencurian material perusahaan tambang batubara di…

Kamis, 05 Desember 2019 09:27

Selain Kasus Terorisme, Warga Miskin Dapat Pendampingan Hukum Gratis

BANJARMASIN – Bukana rahasia lagi jika tarif jasa bantuan atau…

Kamis, 05 Desember 2019 07:18

Razia Bongkar Muat di Djok Mentaya, Dishub Diajak Kucing-kucingan

BANJARMASIN - Para pemilik ruko pergudangan di Jalan Djok Mentaya…

Kamis, 05 Desember 2019 07:14

Biasanya Riang jadi Lebih Pendiam, ABK Tugboat Tenggelam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Pencarian ABK (anak buah kapal) Trans Power 165,…

Rabu, 04 Desember 2019 11:17

Alfurqan, Kitab Suci Pengikut 'Nabi dari HST', Kejiwaan Nasruddin Bakal Diperiksa

BARABAI - Meski rumah kayu yang terletak di Desa Kahakan,…

Rabu, 04 Desember 2019 10:55

Andalkan CCTV, Dua Perampok Alfamart Masih Diburu, Polisi Belum Temukan Titik Terang

BANJARMASIN - Polisi belum menemukan titik terang dari kasus perampokan…

Rabu, 04 Desember 2019 10:38

Pembelinya Banyak Berstatus Pelajar, Pengedar Alkohol di Rantau Diringkus

RANTAU – Sejak peristiwa berdarah hingga mengakibatkan korban meninggal dunia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.