MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 27 Oktober 2019 09:35
Sekuel Mafia Banjar: Digarap Lebih Serius
KOPI DARAT: Risky Ariandy, Fin Lee Neo dan Elsa Pratiwi berbincang tentang Mafia Banjar 2 yang akan diputar 2 November nanti. | Foto: Noorhidayat/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Sukses menggarap film Mafia Banjar pada tahun 2015 silam, Kreasi Anak Banua (MAB) Production kembali menggarap sekuelnya: Mafia Banjar 2.

-- Oleh: NOORHIDAYAT, Banjarmasin --

Film yang disutradarai Fin Lee Neo ini melanjutkan kisah dari film sebelumnya. Fin Lee mengaku mendapat dukungan dari rekan-rekan agar membuat lanjutan film tersebut.

"Makanya kami merasa tertantang. Dibandingkan yang pertama, koreografinya bakal lebih mempuni lagi. Banyak adegan perkelahian," ucap Fin Lee yang juga memerankan tokoh utama Ipung.

Kalau film sebelumnya hanya berdurasi 30 menit saja, film yang kedua durasinya juga lebih panjang, yaitu 90 menit. Pengambilan gambar juga dijamin lebih yahud.

"Totalitas pemain, pengambilan gambar, editing video, bisa dipastikan lebih baik lagi dari film sebelumnnya. Tapi Bahasa Banjar-nya tetap kami pertahankan," jaminnya.

Lokasi syuting masih berkisar di Banjarmasin. Sebut saja Menara Pandang, Pasar Lima, Pasar Sudimampir, dan Dermaga Pasar Baru.

Jika pada film pertama berkisah tentang persaingan bisnis pertambangan dan premanisme, maka film kedua ini berkaitan dengan dendam dan bisnis gelap narkotika.

Sang karakter utama, Ipung ingin memperbaiki diri dengan tak lagi terlibat di dunia mafia. Akibat dendam lama dari musuh-musuhnya, Ipung harus kembali terjun.

Awalnya, tak ada yang menduga film kedua ini durasinya lebih dari satu jam. "Perkiraan kami cuma 40 menit. Ternyata saat take video, banyak ide-ide bermunculan. Sehingga tak terpaku dengan naskah, eh malah lebih satu jam," tukasnya.

Penanggung jawab produksi, M Risky Ariandy mengatakan, film ini juga sebagai cara KAB mempromosikan Banua dari segi parawisata.

"Banyak kok yang bisa membuat film di Banua, tapi hanya sedikit yang menekankan ke arah promosi daerah. Makanya kami bertekad untuk tak meninggalkan ciri khas Banjar dalam film yang kami garap," ucap Risky yang juga memegang posisi sutradara.

Bahkan, setelah film ini diputar pada acara nonton bareng 2 November nanti, rencananya film ini juga akan ditayangkan di beberapa televisi lokal.

Tak cukup sampai di situ, ternyata ada sutradara dari Jakarta yang melirik geliat perfilman di Banua. Bahkan menurut Risky, sutradara yang namanya masih belum bisa disebutkan itu sudah membuatkan naskah untuk Mafia Banjar The Movie.

"Kalau mau diproduksi, kami punya syarat. Tetap melibatkan anak-anak Banua dan syutingnya juga di sini. Karena misi kami sedari awal adalah dari Banua untuk Banua," tegasnya.

Salah satu pemeran, Elsa Pratiwi yang memerankan Fatma, yaitu seorang bos mafia yang mempunyai bisnis narkotika, mengatakan film ini layak ditonton orang Kalsel.

"Ceritanya, bisnis saya diganggu polisi. Ternyata, Fatma masih memiliki bos besar di belakangnya. Dari situlah kisah ini kembali melibatkan Ipung" ungkap cewek yang berprofesi sebagai jurnalis tersebut.

Elsa tak asing lagi dengan dunia peran. Sering ikut casting, lalu menjadi pemain figuran. Terakhir, menjadi cameo dalam film Koboy Kampus yang disutradarai Pidi Baiq.

"Mendengar ada anak Banua yang ingin menggarap film, saya tertarik bergabung. Apalagi filmnya bernuansa Banua banget," pungkas Elsa. (fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*