MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 28 Oktober 2019 12:10
Menyambut Akses Baru Bandara Syamsudin Noor, Pengusaha Parkir Inap Khawatir, Kenapa..?
DITUTUP TOTAL: Deretan plang penginapan dan parkir inap di sepanjang Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, yang saat ini jadi akses bandara. Usaha ini dikhawatirkan terdampak ketika akses bandara dipindah ke Jalan Lingkar Utara. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Hanya dalam hitungan pekan, terminal baru Bandara Syamsudin Noor akan beroperasi. Akses bandara yang semula melewati Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, akan beralih ke Jalan Lingkar Utara. Radar Banjarmasin mencoba mencari tahu apa dampak peralihan akses bandara bagi perekonomian warga sekitar. 

--------------

Imam Suwandi tersenyum lebar melihat lokasi parkir inapnya di Jalan Angkasa dipenuhi mobil dan sepeda motor. Namun, rasa waswas ada dalam hatinya. Dia khawatir ketika akses bandara dipindah "Parkir Inap Bayu" miliknya tak seramai sekarang.

"Khawatir lah, Mas, karena kita belum tahu apakah nanti masih ada yang mau parkir di sini kalau jalan bandaranya jauh dari sini," katanya saat ditemui Radar Banjarmasin, kemarin.

Menurutnya, seharusnya pemerintah bersama pihak terkait memikirkan nasib para pengusaha yang ada di sepanjang Jalan Angkasa sebelum memutuskan memindah akses bandara.

"Setidaknya jalan jangan ditutup total, karena bisa dibagi. Misal, penumpang dari arah Banjarmasin, Tanah Laut dan Banjarbaru tetap lewat sini. Sedangkan, yang dari hulu sungai lewat jalan baru. Dengan begitu, usaha kami tidak mati," pintanya.

Namun, menurut informasi yang diterimanya, gerbang bandara di Jalan Angkasa akan ditutup total. Sehingga, penumpang tidak bisa lagi masuk bandara lewat sana. "Lantaran akses ditutup total, kami harus mengatur strategi supaya usaha tidak mati," ujarnya.

Upaya yang akan dilakukannya adalah membuka lokasi parkir inap baru berdekatan dengan pintu gerbang terminal bandara baru. "Mungkin di sana lokasinya kecil saja, asalkan ada loket. Kalau parkir di sana penuh, kendaraan bisa dipindah ke sini. Kalau orangnya mau mengambil, baru kami antar ke sana," ucapnya.

Menurutnya, pemilik kendaraan tak akan keberatan jika mobil atau sepeda motornya diparkir di lokasi yang lama. Sebab, ada jalan tembus antara Jalan Angkasa dan Jalan Lingkar Utara yang membuat jaraknya tidak jauh. "Dari sini (Jalan Angkasa) ke Lingkar Utara bisa lewat Jalan Kasturi, jaraknya lumayan dekat," bebernya.

Dia berharap, dengan strategi itu usahanya tetap hidup dan masih banyak yang mau menitipkan kendaraan di tempatnya. "Selama delapan tahun saya buka usaha, rata-rata 15 mobil dan 20 motor menginap di sini setiap harinya. Mudah-mudahan ketika akses bandara pindah tidak ada penurunan," harapnya.

Mengenai tarif inap, Imam menyampaikan, satu mobil dipatok Rp25 ribu dan motor Rp10 ribu untuk satu malamnya. Dengan begitu, dalam sebulan pendapatannya mencapai Rp17 juta.

Selain Imam, di sepanjang Jalan Angkasa ada puluhan usaha lain yang terancam dengan pindahnya akses bandara. Berdasarkan data Badan Pengelola Pajak Retribusi Daerah (BPPRD) Banjarbaru, di sepanjang jalan itu ada 14 parkir inap, 22 penginapan dan 5 hotel.

Lalu bagaimana dengan penginapan, apakah juga waswas dengan pindahnya akses bandara? Handoko, salah seorang pemilik penginapan di sana ternyata juga mengaku khawatir dengan nasib penginapannya. "Akses di sini ditutup total, jelas kami takut terdampak," ucapnya.

Tapi dia tidak ingin berkutat dengan rasa kekhawatiran, melainkan langsung mencari cara bagimana agar "Penginapan Handoko" miliknya tetap ramai. "Iya, saya harus cari strategi agar orang tetap menginap di sini," ujarnya.

Salah satu strategi yang akan dijalankannya dengan memberikan fasilitas angkutan antar jemput gratis dari bandara ke penginapan untuk para tamu. "Dengan begitu, orang tidak keberatan menginap walaupun dari bandara ke sini lumayan jauh. Mungkin, strategi ini juga akan dijalankan hotel dan penginapan lainnya yang ada di sini," paparnya.

Dia mengungkapkan, selain pindahnya akses bandara, sebenarnya penginapan yang ada di Jalan Angkasa sudah lebih dulu terdampak dengan mahalnya harga tiket pesawat. "Dulu sebelum tiket mahal, yang menginap di sini bisa sampai 10 orang setiap malamnya. Tapi sekarang cuma lima sampai enam orang," ungkapnya.

Untuk satu malam menginap, Handoko mengenakan tarif Rp100 ribu. "Dalam satu bulan pendapatan saya mungkin Rp15 jutaan. Mudah-mudahan dengan pindahnya akses bandara kami masih bisa bertahan," harapnya.

Secara terpisah, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria menegaskan, ketika terminal baru dioperasionalkan, maka akses lama akan ditutup total. "Pintu bandara lama bakal ditutup, jadi cuma bisa lewat akses yang baru," ucapnya.

Dia enggan berkomentar tentang dampak apa saja yang akan ditimbulkan bila akses bandara dipindah. Namun, saat ditanya bagaimana nasib Rumah Banjar yang biasa digunakan untuk penumpang VIP, menurutnya tempat itu masih bisa digunakan. Sebab, berada satu landasan pacu dengan terminal yang baru. "Cuma terminal penumpang dan terminal kargo yang pindah, kalau bandaranya tetap di situ saja," tuturnya.

Lalu kapan terminal baru akan dibuka? Manajer Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor (PPBDJ) Dadang Dian Hendiana mengatakan, jika tidak ada aral bandara akan mulai dibuka pada 15 November 2019. "Kami targetkan sudah bisa soft launching 15 November, dan siap diresmikan pada 20 Desember 2019 berbarengan dengan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2019," kata Dadang.

Dia mengungkapkan, progres pekerjaan paket I yang melingkupi pembangunan terminal dan fasilitas penunjangnya sudah 88 persen. "Sedangkan untuk paket II sudah selesai semua 100 persen. Jadi, tinggal paket I saja yang saat ini dikebut," ujarnya.

Sementara itu, terkait pembangunan akses bandara, Kabid Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib menyampaikan, tahun ini pihaknya sudah mengucurkan Rp40 miliar untuk membangun empat titik jalan. Yakni, di Jalan Golf sepanjang 500 meter dengan nilai kontrak Rp4,51 miliar. Lalu, paket Simpang 3 Lingkar Utara - Simpang 3 Jalan Golf sepanjang 606 meter senilai Rp9,4 miliar.

Kemudian, paket Jalan Simpang 3 Golf - Jalan Kasturi sepanjang satu kilometer, dengan nilai kontrak Rp17,7 miliar. Serta paket Jalan Kasturi - Jalan Akses Bandara - Jalan Lingkar Utara (paket II) sepanjang 320 meter dengan dana Rp4,96 miliar.

"Saat proyek empat titik itu selesai, masih ada sekitar 6 kilometer jalan yang belum beraspal. Jadi pada APBD Perubahan 2019 dianggarkan lagi Rp25 miliar untuk melanjutkan pengaspalan, tapi cuma bisa sekitar tiga kilometer. Sisanya tahun berikutnya lagi," ujar Yasin.

Untuk melanjutkan pembangunan akses bandara yang diberi nama Jalan Lingkar Utara tersebut, pada 2020 mereka mengusulkan anggaran sebesar Rp45 miliar. "Dengan anggaran sebesar itu, tahun depan ada tiga paket proyek yang akan kami kerjakan," katanya.

Dia merincikan, paket pertama yaitu pembangunan jalan dari Simpang 3 Jalan Golf hingga Jalan Kasturi dengan anggaran Rp10 miliar. "Di akses ini masih terdapat jalan yang lebarnya cuma 7 meter dengan panjang sekitar 1,1 kilometer. Nah, Pada 2020 akan kami lebarkan menjadi 14 meter," ujarnya.

Untuk paket kedua pembangunan jalan dari Simpang 3 Lingkar Utara atau Jalan Gubernur Syarkawi menuju Simpang 3 Jalan Golf dengan alokasi dana Rp15 miliar. "Paket 2 ini juga untuk menyelesaikan pelebaran jalan yang saat ini masih  6 meter menjadi 12 meter. Panjang jalan yang dilebarkan kurang lebih 500 meter," bebernya. 

Kemudian untuk paket 3, Yasin menyampaikan, yaitu peningkatan Jalan Kasturi- Simpang 3 Lingkar Banjarbaru dengan dana sebesar Rp20 miliar. "Paket ini berada di ruas jalan yang langsung bersambung dengan pintu masuk utama terminal bandara baru. Ada 2 kilometer masih dalam bentuk pengerasan. Tahun depan baru pengaspalan dengan lebar jalan 20 meter, " ucapnya.

Meski beberapa titik belum diaspal, dia menyampaikan bahwa akses bandara sudah bisa dilintasi masyarakat. "Hanya saja masih ada beberapa titik jalan yang belum dilebarkan gara-gara pembebasan lahan yang belum tuntas, tapi secepatnya akan diselesaikan," pungkasnya. (ris/ema)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*