MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 30 Oktober 2019 10:39
Usulan Anggaran DITOLAK, Komisi III Curigai Pembangunan Taman Edukasi
KONEKSI GRATIS: Inilah tong sampah yang bisa menampilkan password untuk menikmati WiFi gratis di Taman Edukasi Banjarmasin. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Kecurigaan Komisi III DPRD Banjarmasin belum mereda. Dewan merasa ada yang tak beres dari pembangunan Taman Edukasi Banjarmasin di Jalan Simpang Ulin.

Awal pekan tadi, Komisi III memanggil Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Banjarmasin.

Ketua Komisi III Muhammad Isnaini menyebut, ada dugaan bahwa pembangunan taman di samping Duta Mall itu menyalahi aturan. Apalagi MoU (nota kesepahaman) yang diteken pemko bersama pihak swasta tak melibatkan DPRD.

“Makanya ketika ada usulan anggaran untuk pemeliharaan taman itu dari dinas terkait langsung saja kami tolak,” ujarnya ketus.

Isnaini berpegang pada Peraturan Pemerintah No 50 tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah. Intinya, semuanya mesti melalui persetujuan dewan.

Pembangunan taman itu juga dinilai salah tempat. Berdiri di kawasan perdagangan dan industri. “Diduga kuat menyalahi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah),” imbuh politikus Partai Gerindra itu.

Dia khawatir persoalan taman itu berbuntut masalah. Bisa menjadi temuan Badan Pengawas Keuangan (BPK) lantaran tak sesuai prosedur. “Bisa jadi begitu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Barenlitbangda Banjarmasin, Sugito enggan berkomentar banyak. Menurutnya, taman edukasi tersebut sudah ada dalam perencanaan pemko. Sesuai dengan perubahan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Dirinya juga enggan berkomentar. Terkait anggapan bahwa pembangunan itu melenceng dari tujuan pembebasan lahan. Yakni untuk pelebaran Jalan Simpang Ulin.

“Lebih jelasnya, silakan tanya ke pihak terkait. Termasuk juga soal kerja samanya,” katanya. Meski begitu, Sugito meyakini bahwa lebar taman edukasi itu sudah sesuai ketentuan. Sama sekali tak mengganggu rencana pelebaran jalan.

Menyegarkan ingatan. Taman edukasi ini dibangun tanpa menggunakan duit APBD. Biayanya ditanggung pihak ketiga yakni PT Jaya Visi Abadi (Java).

Sebelumnya, di lahan itu berdiri sekolah dasar. Ketika mal dibangun, SD itu pun dipindahkan. Lahan itu sempat dikuasai juru parkir liar. Hingga diputuskan untuk dimanfaatkan menjadi Taman Edukasi.

Konsep taman ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Pengunjung bisa menikmati koneksi internet gratis. Syaratnya, cukup membuang sampah ke tong tersedia. Setelah sampah masuk, layar tong sampah itu akan menampilkan password.

Latar belakang pembangunan taman ini juga sempat ditanyakan ke Asisten II Bidang Perekonomian Setdako Banjarmasin Doyo Pudjadi. Dia adalah salah satu orang yang berada di belakang pemanfaatan lahan seluas 1.924 meter persegi itu.

Menurutnya, tak ada yang aneh dari kerja sama ini. Sah-sah saja ketika pemko mengambil keputusan sendiri. Tak melulu harus melibatkan DPRD.

Lagipula, kerja sama itu ia anggap kecil. “Andaikan lahan yang digunakan besar dan luas, pasti DPRD akan dilibatkan membahasnya," sebutnya beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, hingga 10 tahun ke depan, taman ini menjadi tanggung jawab pihak ketiga. Mulai dari pengelolaan hingga pemeliharaan. Termasuk juga memperbaiki sendiri jika ada kerusakan. Mereka diwajibkan membayar pajak setiap tahunnya kepada pemko. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 14:46

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Tatah Bangkal baru saja diselesaikan Dinas…

Jumat, 17 Januari 2020 11:45

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal.…

Jumat, 17 Januari 2020 11:31

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

BANJARBARU - Alfaruk (50), warga Liang Anggang, Banjarbaru, hanya bisa…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

BANJARMASIN - Hingga saat ini KPU belum bisa memutuskan nasib…

Jumat, 17 Januari 2020 11:05

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes).…

Jumat, 17 Januari 2020 10:59

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…

Jumat, 17 Januari 2020 10:56

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan

BANJARMASIN – Gedung DPRD Kalsel didatangi 50 mahasiswa. Mereka berasal…

Jumat, 17 Januari 2020 10:19

BAPPEDA: Banjir Berkaitan Dengan Kawasan Kumuh Cempaka

BANJARBARU - Di tahun ini, kawasan Cempaka jadi prioritas perencanaan…

Jumat, 17 Januari 2020 09:59

Aset Pelabuhan Masih Diperebutkan, Apakah Milik Pemprov atau Pemkab

BANJARMASIN - Banyaknya aset bidang perikanan dan kelautan yang masih…

Jumat, 17 Januari 2020 09:56

Mengeluh, Kelompok Tani Landasan Ulin Datangi DPRD

BANJARMASIN - Puluhan warga Landasan Ulin Timur dan Barat, serta…

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

Jarang Razia di Pertigaan Tower, Banyak Pengendara yang Santai Melanggar

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers