MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 31 Oktober 2019 07:05
Di Balik Polemik Pemilihan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah: Faqih Kecewa, Bupati Legawa
MASIH TEGANG: Calon wakil Bupati HST periode sisa masa jabatan 2016-2021, Berry Nahdian Furqon, menyampaikan visi misinya di DPRD HST, Selasa kemarin. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Terpilihnya Berry Nahdian Furqan sebagai calon tunggal Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) dalam rapat paripurna DPRD HST, Selasa (29/10) lalu ternyata masih menyisakan polemik. Faqih Jarjani, salah satu kandidat calon Wakil Bupati HST, mengaku kecewa terhadap proses pemilihan yang dilakukan.

------

Kekecewaan Faqih Jarjani bukan tanpa alasan. Dia menilai, Panitia Pemilihan Calon Wakil Bupati bentukan DPRD HST, tidak memberikan waktu panjang untuknya dalam menyiapkan kelengkapan berkas. DPRD HST bahkan tidak memberikan jadwal tahapan yang dilakukan dalam proses penentuan calon Wakil Bupati HST, seusai namanya dan nama Berry Nahdian Furqon diserahkan oleh Bupati HST. 

“Tahu-tahu, di tanggal 22 Oktober, ada utusan dari Sekretariat Dewan yang memberitahukan saya untuk melengkapi berkas pencalonan. Batas waktunya, yakni hingga tanggal 27 Oktober,” ucapnya, kepada Radar Banjarmasin, kemarin (30/10).

Sontak Faqih Jarjani harus berjuang keras melengkapi berkas. Namun, mengingat singkatnya waktu yang diberikan, Faqih hanya bisa melengkapi sebagian. Dia membeberkan, ada tiga hal yang tak dapat diselesaikannya. Yakni, melengkapi surat keterangan pailit, surat keterangan tidak memiliki hutang dan laporan harta kekayaan.

“Ketiga hal itu, mengurusnya tidak sebentar. Beberapa di antaranya bahkan mengharuskan saya untuk mengurusnya keluar daerah. Sebagai contoh, kepengurusan surat keterangan pailit,” bebernya.

Faqih Jarjani mafhum, DPRD HST kini baru saja berganti. Namun menurutnya, hal itu bukan berarti lantas dijadikan patokan untuk terburu-buru dalam melanjutkan proses serta tahapan pemilihan, siapa yang bakal menjadi Calon Wakil Bupati HST. Bahkan menurutnya, seharusnya DPRD HST kembali meverifikasi berkas yang sudah ada.

“Bila menurut Undang Undang, seharusnya ada calon lain. Bukan calon tunggal. Terlepas dari kekecewaan saya terkait proses pemilihan itu, saya khawatir kalau-kalau langkah yang diambil oleh DPRD HST nantinya malah dianulir di Kementerian Dalam Negeri,” bebernya.

Terkait hal itu, Panitia Pemilihan Calon Wakil Bupati HST, Hermansyah, menjelaskan bahwa apa yang dilakukan tim dari Panitia Pemilihan di DPRD HST sudah sesuai dengan tata tertib DPRD yang mengacu pada undang-undang.

Kemudian, proses yang dilakukan, menurut Hermansyah, juga didasari atas pertimbangan beberapa kali melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Kalsel, hingga melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

“Kami juga sudah berulang-ulang mengirimkan surat agar yang bersangkutan segera melengkapi berkasnya,” ucap, anggota DPRD HST dari Partai PDIP tersebut.

Diberitakan sebelumnya, DPRD HST melalui tim atau Panitia Pemilihan Calon Wakil Bupati HST, telah memiliki dua nama calon. Yakni, Berry Nahdian Furqon dan Faqih Jarjani.

Keduanya, lantas diberikan waktu untuk melengkapi berkas persyaratan calon dari tanggal 22 hingga 27 Oktober 2019 lalu. Namun, hingga waktu yang ditetapkan, Faqih Jarjani yang merupakan kader Partai Keadilan Sejatera (PKS) tak kunjung melengkapi berkas.

Karena batas waktu yang diberikan habis, maka pada 28 Oktober, Panitia Pemilihan melakukan pleno penetapan bakal calon menjadi calon. Di situ, tetap memuat nama Faqih Jarjani meskipun belum melengkapi berkas. Di tanggal yang sama, hasil pleno dibawa ke dalam Rapat Paripurna internal DPRD HST, kedua nama kemudian mengerucut ke Berry Nahdian Furqon, karena hanya yang bersangkutan yang dinilai memenuhi syarat.

Hingga pada keesokan harinya, yakni tanggal 29 Oktober, Panitia Pemilihan bersama DPRD HST kembali menggelar Rapat Paripurna dan secara aklamasi menetapkan Berry Nahdian Furqon sebagai calon Wakil Bupati HST. Berry kemudian memaparkan visi misinya di hadapan anggota DPRD HST. Meskipun, pada sebelumnya, diwarnai aksi walkout oleh tiga anggota DPRD dari partai PKS.

Hasil ini nanti akan melalui proses uji publik pada 4 November 2019 mendatang. Uji publik ini bakal dihadiri ormas dan para tokoh masyarakat. Kemudian disusul dengan Rapat Paripurna pengesahan yang dijadwalkan pada 5 Nopember 2019.

Lantas, bagaimana tanggapan Berry Bahdian Furqon terhadap hal tersebut? Dikonfirmasi Radar Banjarmasin, calon Wakil Bupati HST ini mengatakan dia hanya menunggu dan mengikuti proses yang dilakukan oleh dewan. Dia mengatakan, apa yang terjadi pada proses pemilihan pencalonan, merupakan dinamika politik.

“Melalui proses yang panjang ini, mungkin akan lebih mendewasakan politik kita semua. Saya hanya berharap, ke depan dapat bekerja sama dengan semua pihak dan bersinergi membangun banua,” ucapnya.

Di Pilkada HST yang bakal berlangsung pada 2020 mendatang, Berry Nahdian Furqon, juga digadang-gadang menjadi salah satu kontestan yang bakal berlaga. Terkait hal ini, mantan aktivis ini mengatakan bahwa dia masih perlu melihat situasi, karena waktunya masih panjang.

Bupati HST, H A Chairansyah sendiri mengatakan bahwa seusai menyerahkan dua nama ke DPRD HST, dirinya sepenuhnya menyerahkan segala prosesnya ke DPRD HST. Dia, juga tidak mempermasalahkan siapa pun yang bakal menjadi pendamping. 

“Pada prinsipnya, siapapun dari dua yang diajukan oleh partai pengusung kepada saya, kemudian diteruskan ke DPRD HST, hingga siapapun nantinya yang dipilih, saya tidak masalah,” tuntasnya.

 --

Sudah Panas Sejak Awal

Kontestasi calon Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) sendiri sudah berjalan panas sejak awal. Banyak pihak yang mengincar posisi ini karena memang dipandang "seksi" secara politis untuk Pilkada 2020 mendatang.

Beberapa kali, sejumlah organisasi masyarakat pun melakukan aksi hearing ke DPRD HST. Mereka, menuntut agar DPRD HST segera memproses pemilihan Wabup HST. Ada delapan nama yang beredar, sebelum kemudian tereliminasi menjadi tiga nama.

Mereka adalah Mahmud dari Partai Gerindra, Berry Nahdian Forqan yang diusung oleh PBB dan Faqih Jarjani dari PKS. Ketiga partai adalah pengusung Abdul Latif-Chairansyah pada 2015 lalu.

Belakangan, Gerindra menyatakan menarik diri. Mereka tidak lagi mengusulkan nama kadernya. Mereka juga menolak tawaran Bupati HST H A Chairansyah yang menyarankan Partai Gerindra tetap mengajukan nama cawabup.

Penarikan ini membuat aspek politiknya menjadi kental. Pemilihan menjadi demikian lambat meski kini hanya tinggal nama Berry dan Fakih Jarjani. DPRD beberapa kali memanggil pihak eksekutif untuk meminta kejelasan siapa nama yang disetujui.

Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten HST, H Ainur Rafiq kala itu mengatakan Pemerintah Kabupaten HST tidak ada upaya untuk memperlambat prosesnya. “Kami jelaskan bahwa semuanya diserahkan kepada partai pengusung,” ucapnya.

Saking kesalnya dengan prosesnya yang menggantung, sebuah organisasi pemuda setempat bahkan melaporkan Bupati Chairiansyah ke Direktorat Reskrimsus Polda Kalsel. Mereka bahkan menuduh
Chairansyah dianggap merugikan masyarakat secara luas dan dikhawatirkan akan membuat roda pemerintahan tidak berjalan maksimal.

Chairansyah mengatakan dia tidak memperlambat. Dia menginginkan calon yang diajukan adalah kesepakatan semuanya. "Semestinya pengajuan nama itu harus kesepakatan seluruh partai pengusung. Jangan dua partai saja,” ucap Chairansyah. (war/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 07:54

Gara-gara ini, Kalsel-Teng Gelap-gelapan

BANJARBARU - Hujan deras disertai petir dan angin kencang yang…

Senin, 20 Januari 2020 07:47

Kecamatan Baru, Sigam Tak Punya PPK

BANJARMASIN – KPU Kalsel akhirnya mengambil keputusan terkait permasalahan Panitia…

Senin, 20 Januari 2020 07:43

Dapat Hibah 300 PJU untuk Akses, Jalan ke Bandara Baru Semakin Terang

Kabar baik bagi warga yang mengeluhkan kurangnya penerangan di jalan…

Senin, 20 Januari 2020 07:37

DICARI..! 18 Sopir untuk Kemudikan Bus Trans Banjarmasin

BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Banjarmasin membuka lowongan untuk 18 sopir.…

Senin, 20 Januari 2020 07:30

Seleksi CPNS: 200 Komputer Masih Kurang

BANJARMASIN - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel menyiapkan ratusan komputer…

Senin, 20 Januari 2020 06:53
Pemko Banjarbaru

Wawali Hadiri Pembukaan Kejuaraan Voli

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Senin, 20 Januari 2020 06:46
PARLEMENTARIA

Dewan Harapkan Kontrak Karya Transparan

BANJARBARU - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 20 Januari 2020 06:32

Haji Denny Makin Siap Maju Pilgub Kalsel

BANJARMASIN - Relawan Haji Denny Indrayana menggelar konsolidasi relawan 13…

Senin, 20 Januari 2020 06:26
Pemkab Tanah Laut

Bupati Khutbah di Masjid Jami Ar Raudhah

PELAIHARI – Di awal Tahun 2020 pelaksanaan Manunggal Tuntung Pandang…

Senin, 20 Januari 2020 06:25
Pemkab Tanah Laut

Tala Borong Juara di Kontes Durian Kiram Park

PELAIHARI - Kontes Durian di Kiram Park Kabupaten Banjar itu,…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers