MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Senin, 04 November 2019 11:35
Nobar Mafia Banjar 2, Ibnu Sina Tantang Sekuel Ketiga
NONBAR: Pemutaran perdana Mafi a Banjar 2 di Hotel Blue Atlantic. Duduk di barisan penonton adalah Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Mafia Banjar 2 sukses menghibur pecinta film laga. Film garapan Kreasi Anak Banua (KAB) Production itu tayang perdana di Hotel Blue Atlantic, Sabtu (2/11).

Penayangan film berdurasi 1,5 jam itu juga dihadiri Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Saking serunya film itu, Ibnu menantang pembuatan sekuel Mafia Banjar 3.

"Luar biasa! Film garapan anak Banua ternyata tidak kalah dengan film eksyen yang sudah pernah saya tonton," ucap Ibnu seusai acara nonton bareng itu.

Dia menyebut penulisan naskah, dialog, dan pengambilan gambar Mafia Banjar 2 sangat bagus. Tak ada bagian yang harus dia kritik.

Ditambahkannya, film itu juga secara gamblang mengangkat Banjarmasin lewat berbagai lokasi pengambilan gambar yang sangat menggambarkan kota ini.

"Terutama dari siring dan pasar yang ada di Kota Seribu Sungai ini. Seperti syuting di Menara Pandang dan Pasar Baru," imbuhnya.

Terakhir, Ibnu menyatakan dukungan kepada sineas lokal yang ingin membuat film. Apalagi film yang berani mengusung konten lokal.

Salah seorang penonton, Tiara, juga mengakui hal serupa. Meski hanya nonbar di dalam aula sebuah hotel, tapi menurutnya tak kalah seru dengan menonton di bioskop.

"Dari awal saja sudah seru. Bahkan saya sempat tegang melihat adengan pertarungan di film tersebut. Tidak menyesal saya meluangkan waktu untuk ikut nonbar ini," tutur gadis 20 tahun tersebut.

Menyegarkan ingatan, Mafia Banjar 2 merupakan sekuel dari Mafia Banjar yang tayang tahun 2015 silam. Bedanya, film pertama terbilang pendek, hanya berdurasi 30 menit.

Film kedua ini masih menceritakan tentang dunia hitam dalam bisnis pertambangan, narkotika, dan premanisme.

Film ini masih disutradarai Fin Lee Neo. Dia juga turut bermain untuk memerankan karakter Ipunk. Diceritakan, Ipunk bertekad meninggalkan dunia hitam. Tapi perjalanan tobat itu berat.

"Saya puas. Apalagi melihat antusiasnya penonton saat nonbar. Rasa lelah dari pembuatan film yang tak sebentar ini terbayarkan," ungkap Fin. (hid/ma/fud)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*