MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 05 November 2019 13:35
Masih Ada Rumah Tanpa Listrik di Banjarmasin

Makan dari Beras Zakat Fitrah

PENDERITAAN: Abdul Manaf, anak bungsu Sabariah, berdiri di bagian depan rumahnya yang sudah roboh. Warga Antasan Kecil Timur itu berharap bisa dibantu Dinas Sosial Banjarmasin. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Tinggal bersama anak bungsu, Sabariah, mengklaim telah berumur seratus tahun lebih. Dia sekarang tinggal di bantaran sungai di Kelurahan Antasan Kecil Timur RT 17. Rumahnya hampir roboh!

-- Oleh: NOORHIDAYAT, Banjarmasin --

SUNGGUH miris melihat kondisi rumah ini. Bangunan kayu rapuh yang sudah miring. Sangat membahayakan Sabariah dan anaknya Abdul Manaf (48).

Suaminya orang Negara, Hulu Sungai Selatan. Keduanya kemudian merantau ke Banjarmasin. "Saat Jepang menjajah Indonesia, kami sudah di Banjarmasin. Saya di sini sudah lebih dari 70 tahun," kisahnya.

Nenek Sabariah mempunyai empat anak, tiga lainnya sudah wafat, tinggal Manaf yang masih hidup. Sedangkan suaminya meninggal saat ia mengandung Manaf.

"Sudah tak ada lagi keluarga. Tinggal kami saja berdua sekarang. Saat ini kami hanya bisa bersabar. Semoga ada bantuan dari pemerintah," harapnya.

Manaf juga tak bisa lagi bekerja. Dulu dia salah satu pedagang di Pasar Terapung, Muara Kuin. Sering sakit-sakitan, sampai jukung miliknya hancur dan tak bisa digunakan lagi.

"Sudah karam jukungnya, tak bisa bekerja lagi. Biasanya saya berjualan apa saja yang bisa dijual di Pasar Terapung," kisahnya.

Dirinya juga mengaku baru saja sembuh dari sakit. Setengah bulan lalu, dia mengeluhkan pusing yang parah. Setelah dibawa ke puskesmas, mulai beranjak sembuh.

Mengenai kondisi rumah, dijelaskannya, sengaja ia robohkan sedikit demi sedikit. Demi keamanan karena sudah sangat miring.

"Agar tidak roboh semuanya. Jadi bagian terparah saya lepas kayunya. Dulu rumahnya panjang (sambil menunjuk tiang-tiang yang masih berdiri), sekarang tinggal seadanya untuk tidur dan memasak," ceritanya.

Bahkan, di rumahnya tak ada aliran listrik. Sehingga untuk penerangan pada malam hari menggunakan lampu minyak tanah. Untuk makan, saat ini keduanya bertumpu pada pertolongan tetangga.

"Saat ini masih ada sisa sumbangan bulan Ramadan. Beras sisa zakat fitrah dan uang zakat. Biasanya cukup hingga satu tahun," bebernya.

Manaf saat ini berharap ada bantuan dari Dinas Sosial. "Semoga bisa dibangunkan yang lebih layak. Sekarang jika hujan, pasti basah kuyup," pungkasnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*