MANAGED BY:
JUMAT
13 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 07 November 2019 06:21
Data Kemiskinan Harus Akurat, Warga Mampu Jangan Dimasukkan
KEMISKINAN: Abdul Manaf di depan rumahnya yang hampir roboh. Salah satu potret kemiskinan yang berada di Kecamatan Banjarmasin Utara. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dinas Sosial Banjarmasin mulai mendata warga yang tergolong pra sejahtera. Untuk dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) alias data kemiskinan. Program bantuan dari Kementerian Sosial.

Agar program ini benar-benar berjalan maksimal, Dinsos meminta kepada para Ketua RT untuk serius. Agar data yang didapat benar-benar akurat.

“Contohnya di Tanjung Pagar. Ketua RT mengusulkan ada sebanyak 36 kepala keluarga. Setelah verifikasi di lapangan, ternyata hanya enam KK yang layak masuk DTKS. Sisanya adalah warga mampu,” sebut Kasi Identifikasi Data Dinsos Banjarmasin, Rizma Trisakti.

Dinsos tak mau lagi kasus itu terulang. Untuk itu mereka menuntut kesungguhan Ketua RT. Menyaring mereka yang layak. Sehingga bantuan tepat sasaran.

Apalagi Dinsos punya acuan ranking untuk penerima bantuan. Dibagi menjadi tiga kategori. Sangat miskin, miskin dan kurang miskin.

“Itu dibuat dengan menggunakan angka persen. Warga yang masuk dalam DTKS akan dikategorikan kembali untuk disesuaikan mendapat program bantuan,” jelasnya.

Sejauh ini, setidaknya sudah 147.546 jiwa yang masuk dalam daftar DTKS. Berasal dari 41.044 kepala rumah tangga.

Jika dibagi dalam kategori, ada sebanyak 90.612 jiwa yang tergolong sangat miskin, 36.097 jiwa miskin, dan 4.796 jiwa kurang miskin.

“Pembagiannya, kategori tergolong sangat miskin ada di kisaran 0-21 persen. Sedangkan kategori miskin ada di angka 21-40 persen, lalu ada kurang miskin di angka 41-75 persen,” paparnya.

Dari angka tersebut, setidaknya ada 4.796 jiwa berpeluang keluar dari zona bantuan. Artinya, mereka boleh dikatakan tak lagi tergolong miskin.

“Kami harap yang masuk di angka 41-75 persen itu bisa sudah keluar dari data DTKS. Maka, sangat dibutuhkan peran bersama dalam mendata ini agar bisa akurat,” pungkas Rizma. (nur/at/fud)


BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 12:35

Denyut Perekonomian Bandara Berpindah

BANJARBARU - Baru dua hari terminal Bandara Internasional Syamsudin Noor…

Kamis, 12 Desember 2019 11:53

Habib Banua: Ngapain Ngurusin Seragam Honorer..?

BANJARMASIN - Keluarnya surat edaran Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina…

Kamis, 12 Desember 2019 11:19

HST Akhirnya Punya Wabup

BARABAI - Setelah melalui proses panjang, Berry Nahdian Forqan akhirnya…

Kamis, 12 Desember 2019 10:51

Warga Minta DM Perbaiki Fasilitas Pendidikan

BANJARMASIN - Urusan Duta Mall dan warga sekitar lokasi proyek…

Kamis, 12 Desember 2019 10:49

PDAM Bandarmasih Berubah Status Demi Saham Tunggal

BANJARMASIN - Rencana perubahan status badan hukum PDAM Bandarmasih sudah…

Kamis, 12 Desember 2019 10:38

Ingin Tahu Perkembangan Politik Kalsel, Kedubes AS Kunjungi DPRD

BANJARMASIN - Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK menerima kunjungan…

Kamis, 12 Desember 2019 10:22

Dikeluhkan, Jalan Lorong Bupati Memprihatinkan

RANTAU - Setiap kali hujan deras, Jalan Lorong Bupati Rt…

Kamis, 12 Desember 2019 10:07
Pemko Banjarbaru

Serahkan Tali Asih ke Petugas Rumah Ibadah

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani didampingi Kepala Bagian…

Kamis, 12 Desember 2019 10:03
PARLEMENTARIA

Dinilai Kecolongan, Komisi I Sayangkan Kejadian Hepatitis

BANJARBARU - Kasus virus hepatitis A yang terjadi di wilayah…

Kamis, 12 Desember 2019 09:56
Pemkab Tanah Bumbu

Pemkab Raih Penghargaan Peduli HAM

BATULICIN - Pemkab Tanbu menerima penghargaan sebagai pemerintah kabupaten yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.