MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 07 November 2019 06:21
Data Kemiskinan Harus Akurat, Warga Mampu Jangan Dimasukkan
KEMISKINAN: Abdul Manaf di depan rumahnya yang hampir roboh. Salah satu potret kemiskinan yang berada di Kecamatan Banjarmasin Utara. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Dinas Sosial Banjarmasin mulai mendata warga yang tergolong pra sejahtera. Untuk dimasukkan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) alias data kemiskinan. Program bantuan dari Kementerian Sosial.

Agar program ini benar-benar berjalan maksimal, Dinsos meminta kepada para Ketua RT untuk serius. Agar data yang didapat benar-benar akurat.

“Contohnya di Tanjung Pagar. Ketua RT mengusulkan ada sebanyak 36 kepala keluarga. Setelah verifikasi di lapangan, ternyata hanya enam KK yang layak masuk DTKS. Sisanya adalah warga mampu,” sebut Kasi Identifikasi Data Dinsos Banjarmasin, Rizma Trisakti.

Dinsos tak mau lagi kasus itu terulang. Untuk itu mereka menuntut kesungguhan Ketua RT. Menyaring mereka yang layak. Sehingga bantuan tepat sasaran.

Apalagi Dinsos punya acuan ranking untuk penerima bantuan. Dibagi menjadi tiga kategori. Sangat miskin, miskin dan kurang miskin.

“Itu dibuat dengan menggunakan angka persen. Warga yang masuk dalam DTKS akan dikategorikan kembali untuk disesuaikan mendapat program bantuan,” jelasnya.

Sejauh ini, setidaknya sudah 147.546 jiwa yang masuk dalam daftar DTKS. Berasal dari 41.044 kepala rumah tangga.

Jika dibagi dalam kategori, ada sebanyak 90.612 jiwa yang tergolong sangat miskin, 36.097 jiwa miskin, dan 4.796 jiwa kurang miskin.

“Pembagiannya, kategori tergolong sangat miskin ada di kisaran 0-21 persen. Sedangkan kategori miskin ada di angka 21-40 persen, lalu ada kurang miskin di angka 41-75 persen,” paparnya.

Dari angka tersebut, setidaknya ada 4.796 jiwa berpeluang keluar dari zona bantuan. Artinya, mereka boleh dikatakan tak lagi tergolong miskin.

“Kami harap yang masuk di angka 41-75 persen itu bisa sudah keluar dari data DTKS. Maka, sangat dibutuhkan peran bersama dalam mendata ini agar bisa akurat,” pungkas Rizma. (nur/at/fud)


BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 15:06
Pemkab Balangan

Bupati Perketat Akses Keluar Masuk Kabupaten

PARINGIN – Bupati Balangan Ansharuddin bersama sejumlah jajarannya yang masuk…

Minggu, 05 April 2020 09:15

Lab Corona Banjarbaru akan Beroperasi Pekan Depan

BANJARBARU - Tinggal menghitung hari, laboratorium pemeriksaan Covid-19 untuk wilayah…

Minggu, 05 April 2020 09:10

Innalillahi...Satu Pasien PDP Meninggal, PDP Juga Bertambah Satu

BANJARMASIN - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan meninggal dunia,…

Minggu, 05 April 2020 09:07

Tak Bisa WFH, Driver Online Silakan Jalan

BANJARMASIN - Belakangan beredar kabar bahwa aktivitas transportasi online akan…

Minggu, 05 April 2020 09:05

Tak Pulang Dulu, 25 Personel Polda Kalsel Dikarantina

BANJARMASIN – Sebanyak 25 anggota Polda Kalsel yang mengikuti Sekolah…

Minggu, 05 April 2020 09:03

Jadi Zona Merah, Warga Banjarmasin Utara Wajib Siaga

BANJARMASIN - Masuk zona merah penyebaran COVID-19, Banjarmasin Utara membutuhkan…

Minggu, 05 April 2020 08:58

Diskon PDAM Tunggu Regulasi

BANJARMASIN - Meski wali kota telah menyatakan bakal ada pemotongan…

Minggu, 05 April 2020 08:44

Jika Ada Pasien Corona Meninggal, Lokasi Khusus Pemakaman Sudah Disediakan

MARTAPURA – Hingga kini sudah ada tiga pasien positif virus…

Sabtu, 04 April 2020 07:55

Wapres Minta Fatwa Haram Mudik ke MUI

JAKARTA – Di tengah kurva wabah Covid-19 yang terus menanjak,…

Sabtu, 04 April 2020 07:52

Mayoritas Terpapar di Luar, PDP Ulin 26 Meninggal Dunia

BANJARMASIN – Imbauan pemerintah agar tetap berada di rumah di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers