MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Kamis, 07 November 2019 06:27
Secuil Surga di Pulau Kalimantan: Terbang Melayang di Mamake Pulau Laut
WISATA BARU: Paralayang sukses diujicoba di Gunung Mamake Pulau Laut. Pemandangan di sana mendapat pujian dari atlet paralayang Jawa Barat. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, KOTABARU - Gunung Mamake, awalnya hanya gunung ilalang, tempat remaja santai. Bupati Sayed Jafar turun tangan, mengubahnya jadi area olahraga paralayang.

Jaraknya hanya sekitar 7 kilometer dari pusat kota. Tingginya sekitar 222 mdpl. Di sana terlihat royo pegunungan Sebatung. Juga keindahan pesisir kota, dengan bibir pantainya.

Matahari terbit dan tenggelam terlihat dari sana. Jika malam hari, lampu nelayan bagang seperti suasana kota di tengah laut.

Lepas asar, Sayed Jafar bersama beberapa atlet paralayang asal Jawa Barat naik ke Mamake. Jalan ke puncak bukit masih bebatuan dan tanah. "Nanti kita akan aspal ini," ujar Bupati.

Angin berhembus dari balik pegunungan Sebatung. Keras.

Riko memasang ransel paralayang di punggungnya. Semua peralatan keamanan juga dipasang. Parasut paralayang dikembangkan.

Wer...! Riko melayang ke atas. Makin lama semakin tinggi. Berputar-putar ia di atas langit. Berlatar belakang biru laut dan hijau Sebatung.

Tepuk tangan membahana. Banyak warga juga hadir saat itu menyaksikan aksi perdana paralayang di Pulau Laut.

Riko terus terbang. Menuju pesisir pantai. Namun di tengah jalan dia berbalik. Dan kembali mendarat di Mamake.

"Untuk pemandangan luar biasa. Satu-satunya di Kalimantan. Jarang di nusantara ada tempat begini, bisa lihat laut," ujar Roki saat mendarat.

Ia sudah bertahun-tahun jadi atlet paralayang. Melayani wisatawan yang mau merasakan sensasi terbang di ketinggian Jawa Barat. Tapi katanya, pesona di ketinggian Pulau Laut sulit dicari bandingannya.

"Sangat menarik. Potensial sekali dikembangkan," ucapnya.

Namun ada masalah. Kata Riko, jika lepas landas dari Mamake, sulit penerbang mencapai bibir pantai untuk mendarat. Karena jaraknya sekitar dua kilometer.

Solusinya perlu ubah tempat. Sayed Jafar mengatakan, tempat ke dua ada di Gunung Bapake. Sekitar setengah kilometer dari Mamake. Puncak Bapake juga lebih tinggi daripada Mamake.

Puncak Mamake yang didominasi ilalang, kata Bupati nanti akan dijadikan taman bunga. Ke depan juga rencana dibangun penginapan-penginapan.

"Jadi konsep wisata paralayang, nanti akan mampu mendongkrak UMKM warga. Di sini ada sentra gula merah dan ikan. Nginap, malam makan olahan gula merah sama jahe, siang naik paralayang, istirahat makan ikan bakar, ayo bayangkan," ujarnya.

Melihat ujicoba paralayang berhasil, Bupati percaya, wisata itu nanti akan terkenal ke dunia internasional. "Tinggal bagaimana kita kemas, dan bantuan pers untuk publikasinya," tekannya.

Lanjut Bupati, Pulau Laut akan memberikan dampak besar jika wisatanya ditonjolkan. "Dulu kita berbicara tambang untuk uang. Namun sekarang, wisata yang lebih menjanjikan."

Bagaimana dengan status lahannya? Kepala KPH Pulau Laut Sebuku Dishut Kalsel, Dewi Wulandari mengatakan, sekitar 40 hektare kawasan hutang lindung di Mamake masuk Hutan Kelola Masyarakat.

Wisata paralayang kata Dewi masuk pengelolaan hutan. "Nanti konsepnya itu wisata alam," ujarnya.

Lanjut Dewi, paralayang berbanding lurus dengan keasrian hutan. Olahraga itu memerlukan kondisi lingkungan yang alami.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru, Arif Fadillah juga mengatakan senada. "Saya sering keliling daerah. Pemandangan seperti di Puncak Mamake ini sulit dicari bandingnya. Datanglah, dan lihat sendiri," ucapnya.

Dari pengamatan wartawan langsung, Mamake memang berbeda. Sebenarnya spot bukit di Pulau Laut yang berhadapan dengan laut banyak. Namun keunikan Mamake, dia berdampingan dengan pegunungan Sebatung. Pegunungan yang masih asri.

Jelang Magrib, matahari tenggelam persis di Selat Pulau Laut. Lembayung memantul dari permukaan laut. Membias ke punggung Sebatung.

Daratan Pulau Kalimantan terlihat jelas. Jika langit bersih, pegunungan Meratus nampak berdiri kokoh, membentang di depan barat Mamake.

Radar Banjarmasin sendiri baru pertama kali ke puncak Mamake. Keindahannya memang tidak dilebih-lebihkan. Dan semua itu bisa terus berkembang, selama Pulau Laut masih hijau. (zal/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*