MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 08 November 2019 09:59
Pemkab Tanah Bumbu
Bupati Buka Rapat Koordinasi TKPKD
BUPATI MEMBUKA : Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor (dua dari kanan) membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di Ruang Rapat Kantor Bappeda. (Foto Karyono/Radar Banjarmasin).

PROKAL.CO, BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di Ruang Rapat Kantor Bappeda.

Kegiatan rapat koordinasi ini bertemakan penguatan kelembagaan TKPKD dalam penajaman program dan anggaran belanja untuk percepatan penurunan kemiskinan dan ketimpangan di Kabupaten Tanah Bumbu.

Dalam pemaparannya, Kepala Unit Advokasi Daerah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Muhammad Arif Tasrif mengatakan angka kemiskinan di Tanbu pada tahun 2018 sebesar 4,88 persen atau sebanyak 17.060 jiwa.

Porsentase tersebut masih lebih tinggi dibandingkan Propinsi Kalsel yang sebesar 4,65 persen, meskipun lebih rendah dibandingkan angka nasional yang sebesar 9,66 persen.

“Namun jika dilihat perkembangannya sejak tahun 2014, terjadi perlambatan porsentase penurunan angka kemiskinan,” katanya.

Dampak semakin turunnya angka kemiskinan, ke depannya Kabupaten Tanbu akan menghadapi tantangan yang lebih sulit lagi, yakni untuk mengurangi angka kemiskinan kronis, karena mereka terkendala hambatan struktural khususnya dalam aktivitas ekonomi yang menyebabkan pendapatannya rendah. Contohnya adalah tidak memiliki pendidikan serta tidak mempunyai keterampilan.

“Tantangan kedepan adalah bagaimana bisa membangun strategi yang akan dijalankan di tahun-tahun mendatang untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Selama ini mungkin telah ada program pengentasan kemiskinan, namun perlu dilakukan penajaman lagi terhadap program dan anggaran belanja kedepannya,” paparnya.

Meskipun jumlah penduduk miskin Kabupaten Tanah Bumbu cukup tinggi, ujar Arif tetapi derajat otonomi fiskal APBD Kabupaten Tanah Bumbu lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain itu keleluasaan untuk menggunakan anggaran atau ruang fiskal juga cukup bagus, yakni diatas 45 persen, sehingga peluang untuk mendanai program penanggulangan kemiskinan juga lebih besar.

Porsi belanja modal pada APBD Kabupaten Tanbu masih berkisar 17 persen dibanding total belanja, padahal Menteri Dalam Negeri telah mengarahkan agar pemerintah daerah perlu meningkatkan belanja modal.

“Memang sebenarnya belanja modal tidak bisa langsung memberikan dampak bagi penurunan angka kemiskinan, berbeda dengan bantuan langsung yang bisa memberi efek meskipun hanya sesaat,” katanya.

Di Kabupaten Tanbu sendiri terdapat 58.053 jiwa penduduk miskin dan rentan miskin, yang berasal dari 16.757 rumah tangga. Jika lebih dirinci lagi, maka ada sebesar 24,46 persen rumah tangga yang di kepalai oleh perempuan atau janda, yakni sebanyak 4.099 rumah tangga.

Bupati Tanbu H Sudian Noor dalam mengatakan rapat tim koordinasi ini sangat penting untuk dilakukan, agar secara bersama-sama dapat membicarakan pelaksanaan berbagai program pembangunan dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

“Saya berharap kepada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah untuk terus berupaya mengentaskan kemiskinan secara sistematis, terencana, dan saling bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama meningkatkan fokus penyediaan program dan layanan pembangunan, yang secara langsung membantu kelompok masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan di Bumi Bersujud,” paparnya.

Untuk itu bupati mengajak peserta yang hadir untuk manfaatkan rapat koordinasi tersebut sabagai sarana untuk melihat dan mengevaluasi, sejauhmana pelaksanaan program pembangunan dan penganggaran dalam mengentaskan kemiskinan.

“Agar kedepannya, kita mampu menyusun perencanaan dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin, sehingga masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan dapat merasakan manfaaat dari setiap program dan kegaitan pembangunan daerah,” terangnya. (kry/ema)


BACA JUGA

Rabu, 13 November 2019 13:41
Pemkab Tabalong

Dinilai Berkualitas, E-votting Akan Digelar di Semua Desa di Tabalong

TANJUNG – Keberhasilan program E-Votting pada pemilihan kepala desa (Pilkades)…

Rabu, 13 November 2019 12:31

2020, Kantor Gubernur Lama Jadi Museum, Lalu Ajak Swasta Bangun Tugu Pal Nol

BANJARMASIN - Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan…

Rabu, 13 November 2019 12:27

Pangeran Hidayatullah Dianggap Bukan Pahlawan Karena Dinyatakan Menyerah Terhadap Penjajah

BANJARMASIN - Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 2019, Presiden Jokowi…

Rabu, 13 November 2019 12:18

Dianggap Gembosi PKS Kalsel, Gelora Menepis

BANJARMASIN - Dua hari setelah resmi dideklarasikan di tingkat pusat,…

Rabu, 13 November 2019 12:13

250 Mahasiswa Farmasi Turun Ke Jalan, Dorong RUU Kefarmasian

BANJARMASIN - Sekitar 250 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa…

Rabu, 13 November 2019 12:04

Arungi Pilkada Banjarbaru, Mantan Senator Gandeng Dokter, Jadi Poros Keempat

BANJARBARU - Pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru…

Rabu, 13 November 2019 11:57

Hati-hati, Barisan Lubang di Jalur Cepat Pal 29 Buat Limbung Pemotor

BANJARBARU – Barisan lubang di Jalan A Yani Km 29,…

Rabu, 13 November 2019 11:47
Pemko Banjarbaru

Walikota Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

BANJARBARU - Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani didampingi Ketua TP…

Rabu, 13 November 2019 11:44
PARLEMENTARIA

Propemperda Harus Disesuaikan agar Tidak Tumpang Tindih

BANJARBARU - Pasca dilantiknya anggota dewan baru dan terbentuknya Alat…

Rabu, 13 November 2019 11:31

Sidak RSUD Ulin, DPRD: Ini Rumah Sakit atau Sauna..?

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Kalsel menggelar sidak alias inspeksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*