MANAGED BY:
MINGGU
19 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 10 November 2019 09:57
Tradisi Baayun Maulid di Kubah Basirih: Ada Peserta dari Riau dan Jakarta
TAHUN ini, lebih dari 500 peserta mengikuti tradisi Baayun Maulid di Kubah Basirih, Banjarmasin Selatan, kemarin (9/11).

PROKAL.CO, Agar anak cepat tertidur, orang tua zaman dulu senang mengayunkan anaknya sambil membacakan Syair Maulid. Sudah menjadi tradisi di Banjarmasin, menggelar Baayun Maulid setiap tanggal 12 Rabiul Awal.

-- Oleh: NOORHIDAYAT, Banjarmasin --

TAHUN ini, lebih dari 500 peserta mengikuti tradisi Baayun Maulid di Kubah Basirih, Banjarmasin Selatan, kemarin (9/11). Ratusan ayunan yang dibuat dari kain sarung dan kain kuning, dihiasi daun kelapa mewarnai kawasan objek wisata religi tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarmasin Ehsan El Haque mengatakan, peserta begitu antusias. Bahkan ada peserta yang tidak terdaftar datang untuk meramaikan tradisi tersebut.

"Berdasarkan kupon, terdaftar 421 peserta. Tetapi banyak juga yang datang tidak mengambil kupon. Hingga total peserta lebih dari 500," sebut Ehsan.

Tidak hanya dari Banjarmasin, selain dari kabupaten tetangga, dari luar pulau Kalimantan juga ada yang datang.

"Yang terjauh dari luar Kalimantan ada Riau dan Jakarta. Dari provinsi tetangga Kalteng juga ada peserta dari Palangkaraya," imbuhnya.

Tahun ini, peserta tertua berasal dari Banjarmasin. "Peserta tertua berumur 70 tahun. Kalau yang termuda berumur tiga hari, dari Banjarmasin juga," tukasnya.

Ehsan berharap, tahun depan lebih membludak. "Paling tidak hampir seribu peserta lah. Peran media juga penting untuk mengenalkan tradisi ini keluar daerah. Dan warga Banjarmasin harus antusias untuk melestarikannya," pungkasnya.

Peserta tertua adalah Rusmina, warga Jalan Kelayan B. Nenek 70 tahun itu diantar anak ketiganya Jamilah. Apa hajatnya? Dua tahun terakhir kakinya sudah tak bisa bergerak secara normal karena cedera akibat terjatuh.

Menurut Jamilah, orang tuanya sudah lama ingin mengikuti tradisi Baayun Maulid. "Mama saya sudah menunggu lama untuk Baayun Maulid. Alhamdulillah, kesampaian juga. Meski harus digendong saat naik dari kursi rodanya," ujarnya.

Sedangkan peserta termuda adalah Ahmad. Anak kelima dari pasangan Sayid Abdul Ghalif Bahasyim (41) dan Rusminah (36). Padahal kedua orang tua Ahmad sudah berencana akan menggelar Baayun Maulid di lingkungan keluarganya.

Namun, setelah mendengar pemko juga akan menggelarnya, rencana itu pun dibatalkan. "Biasanya di rumah saja, memang adat orang Banjar kan, dari nenek kita sampai sekarang terus dilakukan. Tapi karena pemko juga menggelar, kami sekeluarga memutuskan ikut ke sana," ujar Rusminah.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan, Baayun Maulid ini merupakan tradisi yang harus dijaga. "Baayun Maulid ini juga sebagai ajang silaturahmi. Apalagi digelar pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW," tutup Ibnu.

Baayun Maulid di Banjarmasin digelar berpindah-pindah. Dari Masjid Sultan Suriansyah ke kompleks Makam Sultan Suriansyah di Kampung Kuin, lalu pindah ke Masjid Jami di Sungai Jingah. Sekarang, bergeser lagi ke Basirih. (fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers