MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 13 November 2019 11:40
Gedung Baru Duta Mall Tanpa IMB, DPRD: Pemko Harusnya Tegas
DISOROT: Duta Mall di Jalan Ahmad Yani kilometer dua. Komisi I DPRD Banjarmasin menyoroti pembangunan gedung mal baru. | FOTO: SYARAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Gedung baru yang sedang dibangun Duta Mall kembali disoroti DPRD Banjarmasin. Ternyata, manajemen mal belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sebelum proyek dikerjakan.

Fakta mengejutkan itu terungkap Jumat (8/11) tadi. Dalam rapat kerja bersama Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Banjarmasin di degung dewan.

Anggota Komisi I DPRD Banjarmasin, Deddy Sophian mengatakan, pemko semestinya bertindak tegas. “Pemko semestinya lebih bijak dalam menyikapi hal ini. Kalau melanggar, ya kembalikan ke aturan yang berlaku,” kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Apalagi Komisi I menganggap pembangunan itu melanggar ketentuan Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW). Lantaran dibangun di zona permukiman.

“Warga di sekitar mal yang kasihan. Mereka kena imbasnya. Paling fatal mengakibatkan rusaknya rumah warga dan jalan lingkungan permukiman di sekitarnya,” ucapnya.

Itu pandangan dewan, tapi Duta Mall juga tak bisa disalahkan. Mereka merasa punya hak mendirikan bangunan itu. Sebab lahannya sudah dibeli dari warga. Mereka juga mengklaim area itu masuk kawasan bisnis.

“Yang masuk kawasan permukiman itu lahan kami di samping. Kalau gedung parkir sudah masuk kawasan bisnis,” sebut Manajer Operasioanal Duta Mall, Yenny Purnawati.

Dengan kata lain, Yenny membantah kalau bangunan baru itu melanggar ketentuan RTRW.

Yenny mengakui bahwa mereka memang belum mengantongi IMB. Kendalanya, ada satu persyaratan yang belum terpenuhi. Yakni membuka kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Tapi bukan berarti manajemen DM tinggal diam. Mereka tetap berupaya memenuhi persyaratan itu. Hanya saja masih diproses oleh pemko.

“Kami punya lahan yang sudah dibebaskan. Di sebelah bangunan parkir baru. Tapi karena di RTRW status lahan itu masih masuk kawasan permukiman, kami tidak dapat memenuhi RTH. Sekarang pemko masih mengurus perpindahan status lahan tersebut,” jelasnya.

Jika belum mengantongi IMB, lalu mengapa DM tetap ngotot membangun gedung? Alasannya, agar investor tetap mau berinvestasi di kota ini. “Kalau ditunda, investor bisa-bisa lari ke kota lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Banjarmasin Muryanta irit bicara. Kepada wartawan, ia hanya menyebut penerbitan IMB untuk bangunan baru DM masih dalam proses. “Sifatnya administrasi saja, izinnya masih dalam proses,” singkatnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

Jarang Razia di Pertigaan Tower, Banyak Pengendara yang Santai Melanggar

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers