MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 13 November 2019 12:24
Pecah Kongsi Sriwijaya Garuda Berdampak ke Daerah
Kerja sama manajemen (KSM) Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air tak berjalan mulus. Melalui anak perusahaannya, Citilink, Garuda melayangkan tuntutan kepada manajemen Sriwijaya Air Group terkait dengan dugaan wanprestasi. | Foto: Kaltim.Prokal.Co

PROKAL.CO, BANJARBARU - Sempat mengalami pasang surut, hubungan kerja sama antara Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia Group terancam kandas. Sriwijaya tengah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengakhiri kerja sama manajemen (KSM) yang dijalin sejak November 2018 itu. Selanjutnya, Sriwijaya memilih kembali menangani manajemen secara mandiri.

Putusnya hubungan kerjasama operasi (KSO) antara dua korporasi maskapai ini berimbas ke level daerah. Tak terkecuali di Kalsel, khususnya di Bandara Syamsyudin Noor yang melayani penerbangan menggunakan Sriwijaya Air maupun Nam Air.

Puncak keretakan Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air sendiri terpantau sejak Kamis (7/11). Di Kalsel sendiri, Sriwijaya Air serta Nam Air tidak melayani penerbangan sejak Kamis lalu. Padahal, dua maskapai ini punya frekuensi penerbangan lumayan padat daria dan ke Banjarmasin.

Pantauan Radar Banjarmasin di loket Sriwijaya dan Nam Air di Bandara Syamsudin Noor, petugas CS menginformasikan bahwa penerbangan maskapainya untuk sementara belum ada."Betul, dari Kamis kita belum melayani penerbangan karena polemik ini. Namun kita di CS tetap hadir seperti aktivitas biasanya," kata Station Manager Sriwijaya Air, Maratan Alfian ketika ditanya di lokasi.

Di loket ini, Atan -panggilan akrabnya- menjelaskan pihaknya juga melayani Refund uang tiket yang sudah dipesan calon penumpang. "Bisa refund di sini atau via transfer. Kita juga memberi opsi untuk pindah maskapai."

Disebutnya, selama kurun empat hari terakhir. Setidaknya kurang lebih ada sekitar 500 calon penumpang yang terdampak. Namun ia meyakinkan bahwa tanggung jawab manajemen kepada calon penumpang telah dilaksanakan. "Sampai siang hari ini kita ada melayani 9 refund. Sisanya ada via transfer dan pindah maskapai. Intinya semua sudah kita informasikan kepada calon penumpang," katanya.

Saat disambangi kemarin, tampak ada beberapa calon penumpang yang mendatangi loket. Mereka yang datang kebanyakan sudah mengetahui soal kisruh di dua maskapai ini.

"Saya sudah tahu. Makanya ini langsung ke sini untuk meminta refund uang tiket. Karena informasi yang saya terima tiket bisa di-refund," kata Doni, warga Banjarmasin.

Doni pun berharap agar kisruh ini dapat segera teratasi. "Kan kasihan calon penumpang ya kalau begini. Saya harap bisa tuntas," harapnya.

Sementara itu, salah seorang calon penumpang yanb meminta identitasnya tak dikorankan mengaku telah menyelesaikan proses refund di loket Sriwijaya Air. Ia sendiri bercerita bahwa sebelumnya sempat lumayan panik lantaran dibatalkannya penerbangan Sriwijaya Air menuju Banjarmasin.

"Saya orang Banjarmasin, tapi Sabtu kemarin mau pulang dari Makassar ke sini. Nah ternyata batal, akhirnya karena saya ada agenda penting, saya beli tiket maskapai lain di sana. Hari ini baru ngambil uang refund-nya," ujarnya.

Sementara itu, Branch Manager Sriwijaya Air dan Nam Air, Jonie Ramlis ketika dikonfirmasi mengatakan, maskapainya belum melayani penerbangan. Untuk tenggat waktunya sendiri, pihaknya menunggu instruksi pusat.

Diakui Jonie bahwa memang polemik ini berdampak ke level daerah. Sesuai arahan pusat, manajemen di daerah katanya juga melaksanakan tanggung jawab kepada calon penumpang. Baik kompensasi maupun solusi lainnya seperti pindah maskapai."Sejauh ini aman kalau di Banjarmasin. Semua calon penumpang sudah kita beritahukan, dan juga CS selalu melayani," tambahnya.

Memang terpantau di Bandara Syamsudin Noor tak tampak unit pesawat berlabel Sriwijaya Air maupun Nam Air. Di papan informasi penerbangan pun juga tak ada rute dari maskapai ini. Ketika di pantau di aplikasi penyedia tiket pesawat daring pun juga tak muncul penerbangan dengan Sriwijaya.

Untuk di Banjarmasin, Sriwijaya Air sendiri melayani rute penerbangan dari Banjarmasin menuju Balikpapan serta Makassar. Sementara untuk Nam Air melayani rute penerbangan ke Surabaya, Pontianak serta Solo.

Siaran pers Sriwijaya Air dengan kode 041/EXT/DS-CC/XI/2019 yang diterima Radar Banjarmasin menyampaikan Permohonan Maaf Atas Penundaan dan Pembatalan Penerbangan.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena telah menimbulkan ketidaknyamanan atas gangguan jadwal penerbangan Sriwijaya Air kemarin," kata Direktur Utama Sriwijaya Air, Jefferson Jauwena dalam siaran pers.

Jefferson menjelaskan bahwa penundaan dan pembatalan jadwal penerbangan yang dialami Sriwijaya Air kemarin disebabkan adanya kendala operasional. Namun demikian, Sriwijaya Air mengaku telah mengambil langkah-langkah guna menangani hal tersebut sesegera mungkin agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas lagi.

Sementara itu, pengacara yang juga salah seorang pemegang saham PT Sriwijaya Air Yusril Ihza Mahendra mengatakan Sriwijaya berusaha keras untuk mengaktifkan seluruh rute penerbangannya sendiri atau dengan bekerja sama dengan pihak lain di luar GA Group.

"Sriwijaya kembali mengaktifkan sendiri layanan servis pesawat, line maintenance, ground handling, dan katering sendiri tanpa kerja sama dengan GA Group,” ungkap

Pekerjaan-pekerjaan itu, kata Yusril, sebelumnya memang ditangani Sriwijaya sendiri. Namun, setelah kerja sama dengan Garuda Indonesia Group, semua pelayanan tersebut diambil alih anak perusahaan Garuda.

Yusril mengakui bahwa ada permasalahan pada KSM itu. Salah satunya, ada instruksi mendadak dari Garuda Indonesia Group kepada semua anak perusahaannya (GMF, Gapura Angkasa, dan Aerowisata) untuk memberikan pelayanan kepada Sriwijaya dengan cara pembayaran cash di muka. ”Kalau tidak bayar cash di muka diperintahkan agar tidak memberikan pelayanan servis dan maintenance apa pun kepada Sriwijaya,” katanya di Jakarta Sabtu (9/11).

Menurut Yusril, hal itu tidak sesuai dengan kesepakatan kerja sama di awal. Sriwijaya pun menolak perubahan sistem pembayaran yang dianggap tidak fair. Akibat instruksi mendadak itu pula, ungkap Yusril, terjadi kekacauan pada sebagian besar penerbangan Sriwijaya pada Kamis (7/11) gara-gara terhentinya pelayanan anak-anak perusahaan Garuda.

Mantan menteri kehakiman dan HAM tersebut mengatakan, kerja sama dengan Garuda dianggap merugikan karena terlalu banyak konflik kepentingan antara anak perusahaan Garuda dan Sriwijaya. ”Performance Sriwijaya tidak bertambah baik di bawah manajemen yang diambil alih Garuda Group melalui Citilink. Perusahaan malah dikelola tidak efisien dan terjadi pemborosan yang tidak perlu,” ungkapnya.

Kedua pihak semula mau menyelesaikan draf perpanjangan perjanjian kerja sama. Namun, lantaran terjadi kebuntuan dalam menyusun board of directors (BOD), para pemegang saham Sriwijaya memutuskan untuk mengambil langkah menghentikan KSM dengan Garuda Indonesia Group.

”Nota pemberitahuan pengakhiran kerja sama itu dikirimkan ke Garuda, Citilink, dan GMF pada Sabtu lalu (9/11). Sriwijaya juga memberitahukan secara resmi kepada menteri perhubungan bahwa manajemen Sriwijaya kini diambil alih dan dijalankan sendiri oleh Sriwijaya,” papar pemeran utama film Laksamana Cheng Ho itu.

Sebagai langkah awal pengakhiran kerja sama, terang Yusril, para pemegang saham telah memutuskan untuk mengangkat BOD Sriwijaya yang baru yang seluruhnya berasal dari internal Sriwijaya Air. Pihak Sriwijaya juga telah mengembalikan semua tenaga staf perbantuan dari Garuda Group untuk tidak bekerja lagi di Sriwijaya.

Langkah selanjutnya, jelas Yusril, pihaknya akan mengundang Garuda Group untuk duduk satu meja membahas pengakhiran kerja sama. Pihaknya meminta BPKP dan auditor independen melakukan audit terhadap Sriwijaya selama manajemen yang direksinya mayoritas berasal dari Garuda Group untuk mengetahui kondisi perusahaan yang sesungguhnya selama dipegang Garuda.
(rvn/jp/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 12:11

Isu Deforestasi jadi Tantangan Pengusaha Sawit

BANJARMASIN – Tak dapat dipungkiri, kontribusi sawit terhadap perekonomian nasional…

Kamis, 05 Desember 2019 07:11

Gara-gara ini, Pengusaha Walet Batola Protes

MARABAHAN – Begitu aturan pajak bisnis sarang burung walet mau…

Rabu, 04 Desember 2019 10:32

Inflasi Kalsel Makin Tinggi Jelang Natal dan Tahun Baru

BANJARMASIN - Menjelang akhir tahun 2019, inflasi Kalsel makin tinggi…

Selasa, 03 Desember 2019 17:27

Bank Kalsel Takisung Gelar Pasar Mikro

TAKISUNG - Bertepatan dengan Hari Jadi Tanah Laut ke 54,…

Jumat, 29 November 2019 10:44

Jelang Tes CPNS, Jasa Bimbel juga Kecipratan Untung

BANJARMASIN - Pembukaan penerimaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Kamis, 28 November 2019 11:04

Didesak Membuka U-Turn ULM, Dishub: Itu Terlalu Beresiko

BANJARMASIN - Ada kabar menyebutkan, Dinas Perhubungan Banjarmasin akan membuka…

Senin, 25 November 2019 06:10
Dr Galuh Tantri Narindra

Kabupaten Banjar Tak Boleh Sekadar Mengejar Pertumbuhan Ekonomi

Muda, smart, dan cantik. Itu kesan pertama mengenal Dr Galuh…

Sabtu, 23 November 2019 11:10

Hapus Pajak Progresif di Bawah 2000 cc

BANJARMASIN - Mimik Herdy terlihat ceria. Pajak mobil yang biasanya…

Jumat, 22 November 2019 13:29

Investasi di Kalsel Lampaui Target Nasional, Malaysia jadi Investor Paling Dominan

BANJARBARU - Investasi di Kalsel tahun ini nampaknya tumbuh pesat.…

Kamis, 21 November 2019 11:31

Masalah Parkir Duta Mall, Komisi III Panggil PUPR dan DPMPTSP

BANJARMASIN - Komisi III DPRD Banjarmasin belum berhenti menyoroti pembangunan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.