MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 19 November 2019 13:41
Menteri Baru, Pengamat: Jangan Asal Ganti Kurikulum
MASA PENDIDIKAN KARAKTER: Anak-anak pendidikan dasar saat belajar bersama. | FOTO: DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Pemimpin baru, kebijakan baru. Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mewacanakan mengubah kurikulum yang sudah diterapkan saat ini: Kurikulum 2013 (K-13). 

Di era Mendikbud, Muhadjir Effendy, K-13 sempat ingin diganti. Dia menyebut K-13 tidak terlalu sinkron dengan konsep Nawa Cita yang menjadi rujukan pemerintahan Jokowi-JK saat itu. Namun tak berhasil. K-13 pun berjalan hingga sekarang.

Nah, di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim, mencuat wacana mengubah kurikulum yang sudah berjalan enam tahun ini. Nadiem atelah mengumpulkan ikatan guru. Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia Muhammad Ramli Rahim yang ikut hadir mengatakan, ada rencana, bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, serta pendidikan karakter berbasis agama dan Pancasila menjadi mata pelajaran (mapel) utama di SD.

Selain itu terang Ramli, Nadiem bahkan mengusulkan agar ujian kelulusan SMK tidak hanya normatif. Lebih ke praktis untuk mengukur keterampilan dan keahlian siswa. Menurut dia, mengubah kurikulum itu tidak hanya mengubah konten. Esensinya adalah menyederhanakan dan mengubah cara penyampaian materi kepada siswa untuk tidak sekadar menghafal.

Pengamat pendidikan ULM, Prof Ahmad Suriansyah memiliki penilaian sendiri terkait hal ini. Menurutnya, apa yang digagas oleh Mendikbud sangat menarik, terutama dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan dapat eksis dalam era Revolusi Industri (RI) 4.0.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar bagi praktisi pendidikan sebutnya adalah, apakah kurikulum 2013 yang saat ini masih belum tuntas dilaksanakan sudah dilakukan evaluasi efektivitas dan efisiensinya secara komprehensif.

Untuk diketahui, kurikulum 2013 diharapkan dapat menghasilkan anak yang kreatif, inovatif, komunikatif dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. “Tentunya sangat tepat dengan era RI 4.0 yang berharap SDM memiliki kompetensi 4C (critis, creative, communicative dan collaborative),” ujar Prof Suriansyah.

Dia menambahkan, jika memang yang dirubah adalah jumlah mata pelajaran, pertanyaan yang muncul adalah apakah sudah dirumuskan dan disepakati kompetensi apa yang harus dicapai oleh anak SD, SMP, dan SMA serta SMK? “Apakah masih mengacu pada standar nasional yang sudah ada atau kah harus menyusun standar yang baru,” tanyanya.

Menurutnya, landasan pengembangan kurikulum harus didasarkan pada landasan psikologis, sosiologis, budaya, dan IPTEKs. Anak SD, SMP dan SMA/SMK memiliki jenjang usia yang tentunya secara psikologis berbeda antar tingkatan, oleh sebab itu kurikulum pun disusun berdasarkan sekuensis tingkat kematangan usia.

“Oleh sebab itu tidak boleh serta merta menyusun kurikulum tanpa kajian tentang psikologis anak tentang belajar,” pesannya.

Suriansyah juga mempertanyakan, jika di SD hanya mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa inggris, matematika, Pendidikan karakter berbasis agama dan Pancasila, lalu bagaimana dengan mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial?

“Apakah kedua mata pelajaran ini tidak penting dan tidak memberikan kontribusi dalam memberi bekal bagi anak untuk tingkat yang lebih tinggi,” cetusnya.

Demikian juga dengan pelajaran Bahasa Inggris yang harus tuntas di sekolah dasar, dia mempertanyakan juga, sudah siapkah sumber daya yang ada mendukung untuk itu. “Berbeda dengan anak-anak di luar negeri yang sudah punya bekal di rumah dalam percakapan Bahasa inggris. Saya kira perlu kajian yang mendalam dan komprehensif soal ini,” tambahnya.

Bagaimana dengan SMK? Dirinya sangat setuju lulusan SMK tidak kalah dengan balai latihan kerja.

Namun, seperti yang diketahui, bahwa yang masuk balai latihan kerja adalah lulusan SMK yang masuk dunia kerja dan harus mendapatkan tambahan keterampilan. Untuk itu diperlukan penyiapan SMK sebagai institusi yang memiliki sarana dan prasarana yang sempurna, seperti halnya balai latihan kerja. 

“Jika yang diperlukan adalah lulusan yang terampil maka yang perlu diperbaiki adalah strategi pembelajaran, artinya perlu dilakukan pembenahan tenaga guru, sarana dan prasarana penunjang pembentukan keterampilan kerja dan pembinaannya. Tidak hanya sekedar perubahan kurikulum dan perubahan jumlah mata pelajaran saja,” ujarnya.

Di sisi lain, pengamat pendidikan yang juga salah satu dosen FKIP ULM, Reja Fahlevi menilai wacana ini agak tergesa-gesa, dimana saat kurikulum 2013 baru diterapkan malah ingin dirubah lagi. Menurutnya, tentu banyak penyesuaian lagi oleh sekolah, guru maupun para siswa. 

Dia berharap, daripada dilakukan perubahan kembali, lebih baik pemerintah melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap K-13 tanpa mengubah esensinya. Reja mengingatkan, pemerintah sebaiknya belajar dari kasus kisruhnya pergantian kurikulum KTSP ke Ke-13.

“Hakikatnya semua kurikulum itu sama, tergantung dari tataran implementasinya yang kadang bermasalah. Karena hakikatnya pendidikan itu menyentuh ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. Tidak hanya untuk menyentuh ranah pengetahuan saja,” tandasnya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 11 Desember 2019 08:33

Ruang Tunggu Lebih Jauh, Akses Jalan Jadi Keluhan, Tapi Terminal Baru Tetap Bikin Warga Penasaran

BANJARBARU - Selasa (10/12) kemarin menjadi hari bersejarah bagi Banua.…

Rabu, 11 Desember 2019 08:30

"Oh, Bandara Sudah Pindah Ya..." Ternyata Masih Banyak Penumpang yang Belum Tahu

Sementara itu, penumpang ternyata masih banyak yang belum mengetahui dipindahnya…

Rabu, 11 Desember 2019 08:30

Sahbirin Noor Berikan Atensi Khusus Infrastruktur Strategis Bandara

BANJARBARU - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor memberikan atensi khusus…

Rabu, 11 Desember 2019 07:41

Tanpa Parpol, Cabup Kotabaru Perlu 22 Ribu KTP

KOTABARU - KPU akhirnya mengeluarkan angka final jumlah KTP yang…

Rabu, 11 Desember 2019 07:39

Berprestasi, Hanif Raih Anugrah dari Presiden

BANJARBARU - Karena prestasinya yang terbilang cemerlang, Presiden Joko Widodo menganugrahkan…

Rabu, 11 Desember 2019 07:34

Ratusan Neon Box Usang di A Yani Dicopot

BANJARBARU - Ratusan neon box di median jalan A Yani…

Rabu, 11 Desember 2019 07:33
PARLEMENTARIA

Janji PUPR Selesaikan Gerbang Perbatasan Km 18 Ditagih

BANJARBARU - Meski sebelumnya sudah mewanti-wanti Pemko agar tidak memaksakan…

Rabu, 11 Desember 2019 07:27

Panwascam Tak Boleh Mantan Caleg

BANJARMASIN - Proses pendaftaran calon Panitia Pengawas Pemilu (Panwascam) Banjarmasin…

Rabu, 11 Desember 2019 07:22

Walau Sudah Ditata, Kekumuhan Masih Bisa Kambuh

BANJARMASIN - Jika permukiman kumuh yang sudah ditata dibiarkan kembali…

Rabu, 11 Desember 2019 07:20

RSUD Sultan Suriansyah Jalani Survei Akreditasi Terakhir

BANJARMASIN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah, sejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.