MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 20 November 2019 12:06
Program Kotaku Harus Lanjut
Pemko mengklaim hampir menyelesaikan target penanganan kawasan kumuh seluas 549 hektare. Melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dimulai sejak 2015 lalu.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Pemko mengklaim hampir menyelesaikan target penanganan kawasan kumuh seluas 549 hektare. Melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dimulai sejak 2015 lalu.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Banjarmasin Ahmad Fanani Saifuddin mengklaim, wailayah kumuh yang mesti ditangani tinggal 117 hektare. Ditargetkan beres akhir tahun ini. "Kami menargetkan nol persen pada bulan Desember ini," ujarnya di gedung DPRD Banjarmasin.

Menurutnya, target penanganan kawasan kumuh sesuai dengan surat keputusan (SK) Wali Kota Banjarmasin 2015 lalu. Dan berjalan dengan baik hingga saat ini. "Bahkan terbilang cepat," imbuhnya.

Untuk program Kotaku, pemko mendapat suntikan besar dari pusat. Bahkan melebihi anggaran yang dikeluarkan APBD. Nilainya mencapai Rp19 miliar. Diperuntukkan khusus penanganan kawasan kumuh.

"Detailnya lebih dari Rp19 miliar. Khusus untuk membantu ibu kota provinsi yang sedang menangani kawasan kumuh," jelasnya.

Dari APBD, program ini hanya menyerap sekitar Rp9 miliar. Artinya, kalau ditotal anggaran penanganan kawasan kumuh mencapai Rp28 miliar. "Tentu dari APBD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," ucapnya.

Terlepas dari itu, menurut Fanani, Kotaku mendapat dukungan positif dari berbagai pihak. Sehingga bisa dijalankan dengan baik dan maksimal. Sekalipun ada kendala, tak mempengaruhi program tersebut

"Perbaikan infrastruktur banyak dilakukan. Seperti membangun jalan, sanitasi, jembatan, siring dan juga fasilitas kebersihan," sebutnya.

Fanani punya harapan. Agar program Kotaku kembali dijalankan pada tahun selanjutnya. Dimana pemko kembali memetakan kawasan kumuh yang perlu ditangani.

"Tentunya, titik penerapan kawasan kumuh itu tidak melanggar ketentuan atau aturan. Entah itu undang-undang, PP atau perda," katanya.

Dia mencontohkan permukiman di bantaran sungai. Yang ternyata sulit dibenahi lantaran masuk zona hijau. "Makanya kawasan permukiman di bantaran sungai tidak masuk," pungkasnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 11:45

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal.…

Jumat, 17 Januari 2020 11:31

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

BANJARBARU - Alfaruk (50), warga Liang Anggang, Banjarbaru, hanya bisa…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

BANJARMASIN - Hingga saat ini KPU belum bisa memutuskan nasib…

Jumat, 17 Januari 2020 11:05

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes).…

Jumat, 17 Januari 2020 10:59

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…

Jumat, 17 Januari 2020 10:56

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan

BANJARMASIN – Gedung DPRD Kalsel didatangi 50 mahasiswa. Mereka berasal…

Jumat, 17 Januari 2020 10:19

BAPPEDA: Banjir Berkaitan Dengan Kawasan Kumuh Cempaka

BANJARBARU - Di tahun ini, kawasan Cempaka jadi prioritas perencanaan…

Jumat, 17 Januari 2020 09:59

Aset Pelabuhan Masih Diperebutkan, Apakah Milik Pemprov atau Pemkab

BANJARMASIN - Banyaknya aset bidang perikanan dan kelautan yang masih…

Jumat, 17 Januari 2020 09:56

Mengeluh, Kelompok Tani Landasan Ulin Datangi DPRD

BANJARMASIN - Puluhan warga Landasan Ulin Timur dan Barat, serta…

Jumat, 17 Januari 2020 09:51

Berniat ke Luar Negeri, DPRD Didemo, Anggota Dewan: Kunker Kami Semata-mata Untuk Kepentingan Daerah

BANJARMASIN – Rencana anggota DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke…

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

Jarang Razia di Pertigaan Tower, Banyak Pengendara yang Santai Melanggar

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers