MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 21 November 2019 11:06
BREAKING NEWS
Kemenpan RB Sambangi PA Banjarbaru, Evaluator Apresiasi Notifikasi Aduan Lewat WA
KUNJUNGI: Evaluator Kemenpan RB RI (mengenakan kemeja biru) melakukan evaluasi lapangan di Pengadilan Agama Banjarbaru pada Rabu (20/11) pagi. Evaluasi lapangan ini merupakan salah satu penilaian laik tidaknya suatu unit kerja mendapat predikat Zona Integritas WBK/WBBM oleh Kemenpan RB RI | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Tim evalusi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI menggelar kunjungan sekaligus evaluasi lapangan di Banjarbaru. Kemarin (20/11), tim dari pusat langsung menyambangi Pengadilan Agama (PA) Banjarbaru di Jalan Trikora Banjarbaru sekitar pukul 09.00 Wita.

Ada dua orang evaluator yang mendatangi PA Banjarbaru. Mereka melakukan evaluasi lapangan terkait kelanjutan tahapan soal pencanangan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBB) yang dicanangkan oleh PA Banjarbaru awal 2018 silam.

Penilaian dan evaluasi apangan di Unit Kerja Mahkamah Agung ini menjadi salah satu intrumen penting. Pasalnya, dari hasil evaluasi maka akan dapat menentukan apakah PA Banjarbaru layak atau tidak meraih predikat Zona Integritas WBK dan WBBM.

Dalam pantauan, sidak dilakukan cukup cepat. Dua orang evaluator dari Kemenpan RB yakni Galih Hadiwijaya dan Nisa Nurlela memeriksa beberapa ruang di PA Banjarbaru. Termasuk mereka mengecek soal pelayanan, sarana dan pra sarana hingga bertanya mendadak ke beberapa pegawai bahkan security.

Kedatangan dua evaluator ini sontak cukup membuat kaget para warga yang tengah berurusan di PA Banjarbaru. Tampak kehadiran mereka juga sempat jadi sorotan beberapa pegawai yang siaga di meja pelayanan.

Evaluator sendiri langsung didampingi oleh Kepala PA Banjarbaru, Husnawati serta beberapa jajaran PA Banjarbaru.

Menurut Galih, kedatang pihaknya memang untuk mengecek langsung kondisi dan situasi di lapangan di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya. Termasuk PA Banjarbaru yang jadi jadwal kunjungan.

Dalam evaluasi yang digelarnya, memang katanya masih ada beberapa catatan. Baik dari aspek sarana & pra sarana, monitoring dan evaluasi bekerja serta perlunya sterilisasi area khususnya di wilayah back office.

"Ada yang jadi catatan kita dan akan kita sampaikan saat rapat Panel nanti di pusat. Seperti Sarpras (sarana & pra saranana), lalu juga soal monitoring evaluasi bekerja harus digalakkan secara berkala," ungkapnya.

Poin-poin ini pun katanya sudah disampaikan ke pihak PA Banjarbaru. Agar dapat jadi masukan dan ditindaklanjuti ke depannya.

Meski mencatat beberapa catatan, evaluator Kemenpan RB juga turut membeberkan beberapa hasil positif yang dikantonginya di PA Banjarbaru. Salah satu yang menurutnya wajib diapresiasi adalah ihwal terobosan atau inovasi yang telah diaplikasikan.

"Tadi saya lihat ada beberapa inovasi yang digagas, juga sudah diterapkan. Misalnya soal notifikasi kepada para pencari keadilan di PA Banjarbaru yang bisa melalui platform seperti WhatsApp. Ini tentu inovasi yang positif dan modern," ceritanya.

Inovasi ini nilainya dapat mempermudah pelayanan bagi para warga yang ingin berurusan. Sebab dari hasil giatnya ini, ia mendapati bahwa dengan notifikasi daring ini warga tak perlu harus bolak balik ke kantor PA Banjarbaru untuk mengecek perkembangan perkaranya.

"Karena yang saya lihat dan tangkap, dari WA ada pemberitahuan soal progress perkaranya, semisal kapan jadwal sidangnya. Jadi memudahkan warga agar tidak harus datang ke sini untuk mengeceknya," tambahnya.

Selain inovasi berbasis IT ini, ia juga memuji beberapa perkembangan lainnya. Seperti soal bentuk pelayanan oleh petugas hingga adanya pelayanan tanpa jeda.

Nantinya, setelah merangkum hasil evaluasi di PA Banjarbaru. Tanggal 10 Desember terangnya akan diumumkan hasil pencanangan tersebut secara serentak. Berbarengan dengan Hari Anti Korupsi Nasional.

Sejauh ini, di tahun 2019 ada kurang lebih 2700 instansi Pemda maupun Unit Kelembagaan yang melakukan pencanangan Zona Integritas di Kemenpan RB. Termasuk ujarnya seperti PA Banjarbaru yang merupakan Unit Kerja Mahkamah Agung RI.

Sementara itu, Kepala Pengadilan Agama Banjarbaru, Husnawati menyatakan optimistis bisa meraih predikat Zona Integritas tahun ini. Alasannya, bahwa PA Banjarbaru bersama PA Banjarmasin dan Martapura menjadi pilot project untuk pencanangan ini di areal Kalsel. Selain itu, inovasi berbasis IT yang digodoknya ungkapnya jadi salah satu modal penting untuk menyabet predikat tersebut.

"Tentu evaluasi ini jadi masukan dan saran bagi kami. Memang kita akui ada beberapa kekurangan, tapi tentu dengan adanya evaluasi ini jadi dorongan bagi kami untuk menindaklanjutinya agar lebih baik lagi," paparnya.

Ditanya ihwal catatan-catatan yang didalilkan Evaluator. Husnawati menjawab bahwa catatan-catatan ini memang masih ada. Hal ini dikarenakan katanya PA Banjarbaru masih dalam proses untuk terus tumbuh serta berkembang.

"Memang soal Sarpras ada kendala di ketersediaan anggaran kita yang terbatas. Tapi ini sekali lagi jadi catatan penting dan akan kita usulkan ke depannya juga," jawabnya.

Terkait monitoring pegawai atau petugas, Husnawati menyatakan sebetulnya pihaknya selalu melakukan monitoring. Baik di internal bahkan dari eksternal mereka.

"Tapi soal ini mungkin jadi masukan berharga juga bagi kami, munhkin akan dilakukan secara berkala misalnha per triwulan. Karena tujuannya juga demi kebaikan pelayanan, tentu kita siap tindak lanjuti," tegasnya.

Evaluasi dari tim Evaluator Kemenpan RB RI kni sendiri tidak hanya digelar di PA Banjarbaru. Usai dari PA Banjarbaru, Tim evaluator melanjutkan lawatannya ke Kejari Banjarbaru serta Pengadilan Negeri Banjarbaru. (rvn/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 10:02

SIAP-SIAP..!! Tujuh Daerah Siaga Bencana

BANJARBARU - Tak bersahabatnya cuaca, akibat tingginya intensitas hujan dalam…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:59

Kala Warga Dusun Ambatunin Bertekad Menerjang Buta Huruf: Dirikan Sekolah Darurat Beratap Terpal

Turun-temurun menanggung perihnya buta huruf, warga Dusun Ambatunin Desa Uren…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:29

Durian Gratis Bersama Paman Birin

MARTAPURA - Masyarakat di Kalsel bakal berbondong bondong ke Kiram Park,…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:21

WARNING..! RTH Banjarbaru Mulai Terdesak Pemukiman

BANJARBARU - Rencana pelebaran sungai di kawasan Cempaka yang menyempit…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:15
Berita Tanah Bumbu

Dinkes Gelar Apel Pencanangan PSN

BATULICIN - Intensitas curah hujan yang semakin tinggi saat sekarang…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:14
Berita Tanah Bumbu

Hj Sadariah Lantik Ketua PKK Angsana dan Simpang Empat

BATULICIN - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tanah…

Jumat, 17 Januari 2020 14:46

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Tatah Bangkal baru saja diselesaikan Dinas…

Jumat, 17 Januari 2020 11:45

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal.…

Jumat, 17 Januari 2020 11:31

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

BANJARBARU - Alfaruk (50), warga Liang Anggang, Banjarbaru, hanya bisa…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

BANJARMASIN - Hingga saat ini KPU belum bisa memutuskan nasib…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers