MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 23 November 2019 10:21
Ya Ampun..! 6.000 Warga Kalsel Mengidap Gangguan Jiwa Berat
PASIEN: Pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di ruang perawatan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sambang Lihum.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kalsel diperkirakan pertumbuhannya cukup besar. Riset kesehatan prevalensi dari 2.000 orang, tiga di antaranya mengalami gangguan jiwa berat

“Dengan jumlah penduduk di Kalsel sekitar 4 juta jiwa, diperkirakan ada sekitar 6.000 orang yang mengalami gangguan jiwa berat,” sebut Direktur RSJD Sambang Lihum, IG Dharma Putra.

Sesuai aturan penderita harus dirawat inap 10 persen atau sekitar 600 orang. Namun kenyataannya tidak demikian. RSJD Sambang Lihum saat ini hanya menampung 400 pasien rawat inap saja. Itupun tidak seluruhnya ODGJ, tapi gabungan dengan pasien ketergantungan narkoba.

“Yang rawat inap di RSJD Sambang Lihum terdiri dari 150 orang karena narkoba, dan 250 ODGJ. Masih kurang 200 orang lagi,” ujarnya.

Layanan kesehatan jiwa sebenarnya tidak hanya menjadi kewajiban rumah sakit jiwa saja. Melainkan seluruh rumah sakit. Bahkan bisa dibantu rumah puskesmas yang ada di setiap kecamatan.

“Jika setiap rumah sakit di daerah menyiapkan minimal 10 tempat tidur, dan rumah sakit besar sampai 50 tempat tidur, maka 200 penderita yang belum dirawat inap bisa terpenuhi,” jelasnya.

Ada tiga kategori ODGJ. ODGJ berat, ringan, dan non ODGJ. Penderita yang non ODGJ cukup ditangani fasilitas kesehatan (Faskes) 1 di Puskesmas. Yang ringan di rumah sakit umum, sedangkan berat di RSJ.
Dharma menyebut masih banyaknya ODGJ yang tidak dirawat ke RSJ karena pihak keluarga yang malu. Jadi lebih memilih menyembunyikan, mengurung, bahkan ada yang memasung si penderita. Ada pula yang ditelantarkan begitu saja.

Untuk meminimalkan angka ODGJ, Dharma mengatakan sudah berkoordinasi dengan jejaring di kabupaten/kota di Kalsel. Tim tersebut akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mendeteksi potensi gangguan jiwa.

“Kita sudah bikin jejaring di tiap kabupaten/kota, baik personal maupun institusi,” cetusnya.(gmp/dye/ema)


BACA JUGA

Selasa, 25 Februari 2020 10:30

Banggar DPR RI Apresiasi Kepemimpinan Paman Birin

BANJARBARU - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR…

Selasa, 25 Februari 2020 10:29

Gusar Tuntut Anggota Dewan Bikin Video

BANJARMASIN – Wajah Wakapolres Banjarmasin, AKBP Rahmat Budi Handoko sempat…

Selasa, 25 Februari 2020 10:16

Drainase Jln Garuda Menyengat

BANJARBARU - Beberapa waktu terakhir. Sebagian warga di kawasan Jalan…

Selasa, 25 Februari 2020 09:50
PARLEMENTARIA

Wakil Rakyat Berikan Masukan di Musrenbang Kecamatan

PARINGIN – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2020 untuk…

Selasa, 25 Februari 2020 09:37
Pemko Banjarbaru

Pejabat Pemko Tandatangani Dokumen Perjanjian Kinerja

BANJARBARU - Pemko Banjarbaru menggelar penandatanganan dokumen perjanjian, kinerja pejabat…

Selasa, 25 Februari 2020 09:21
Pemkab Tanah Bumbu

MTQ Kusan Hulu Diikuti 268 Peserta

BATULICIN - Sebanyak 268 peserta dari 19 desa mengikuti MTQ…

Selasa, 25 Februari 2020 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Kemampuan Pengawas Koperasi

BATULICIN - Demi meningkatkan pengawasan terhadap perkoperasian di Kabupaten Tanah…

Selasa, 25 Februari 2020 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Bupati Ajak SKPD Saling Bersinergi

BATULICIN - Bulan Juni 2020 mendatang, akan diadakan lomba Halaman,…

Selasa, 25 Februari 2020 09:15
Pemkab Tanah Laut

Dinsos Tala Gelar Rakor DTKS

PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) melalui Dinas Sosial…

Selasa, 25 Februari 2020 09:14
Pemkab Tanah Laut

Sekda Serahkan Penghargaan ke MAN ICT

PELAIHARI - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut (Tala) Dahnial Kifli…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers