MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Senin, 25 November 2019 06:10
Dr Galuh Tantri Narindra
Kabupaten Banjar Tak Boleh Sekadar Mengejar Pertumbuhan Ekonomi
Dr Galuh Tantri Narindra

PROKAL.CO, Muda, smart, dan cantik. Itu kesan pertama mengenal Dr Galuh Tantri . Perempuan dengan sederet prestasi nasional ini fasih berbicara tentang konsep pembangunan sebuah daerah. Menurutnya keberhasilan pembangunan harus berdasarkan parameter yang jelas dan terukur. Apa dan bagaimana?

-- Oleh: Muhammad Amin, Martapura --

Memimpin puncak Bappeda Litbang di usia relatif muda, tentulah wanita yang menyandang gelar srikandi sungai Indonesia ini bukan hanya berbekal kecantikan. Berbincang dengan Jurusan Doctoral di Trisakti University - Colorado State University ini kita segera tahu wawasan dan pengalamannya yang luas dalam isu-isu tentang pembangunan kota.

Bicara tentang pembangunan di Kabupaten Banjar, ASN yang telah melewati setidaknya dua periode kepemimpinan ini mengatakan Kabupaten Banjar berkembang ke arah yang lebih baik. Tantri menjlentrehkan beberapa parameter penilaiannya yang berbasis data terbaru.

“Keberhasilan pembangunan itu terukur. Bisa kita lihat dari beberapa parameter melalui indikator yang ada dalam RPJMD ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan data BPS (Badan Pusat Statistik),” kata Wakil Direktur Eksekutif DPP Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia (IAPI) Pusat ini.

Dengan data-data yang dibacanya, dia mengatakan sejatinya pembangunan di Bumi Barakat sejak beberapa tahun terakhir meningkat signifikan pada hampir seluruh sektor. Angka kemiskinan di Kabupaten Banjar juga terus menurun. Bahkan saat ini Banjar adalah daerah berpenduduk miskin terendah di Kalimantan Selatan. 

“Keberhasilan tersebut berkat konsep kebijakan pembangunan inklusif yang diterapkan Pemkab Banjar. Pembangunan yang dilaksanakan tak sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tapi juga pro pertumbuhan, pro menekan angka kemiskinan, penyediaan lapangan kerja dan lainnya,” tambahnya lagi.

Tantri kemudian membeberkan data-data yang bisa ditelusuri di BPS. Angka kemiskinan di Kabupaten Banjar memang mengalami berfluktuasi. Pada 2012 jumlah penduduk miskin sekitar 2,97 persen sedangkan pada 2015 mengalami peningkatan jumlah masyarakat miskin menjadi 3,26 persen. Namun, ada upaya optimal pada 2016 hingga 2017 sehingga angka kemiskinan menurun sebesar 2,96 persen. Angka ini menjadi yang terendah se-kalimantan Selatan.

Sementara itu, sektor pertanian secara umum tanaman pangan, perikanan, perkebunan, kehutanan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap PDRB produk domestik regional Bruto (PDRB) Banjar yakni sebesar 18 persen. Disusul perdagangan besar 14 persen, dan konstruksi 10 persen. 

Dari sudut Inflasi pun cenderung menurun. Indikator itu menandakan pertumbuhan ekonomi daerah membaik. Pada umumnya inflasi terbesar disumbangkan oleh kelompok bahan makanan dan yang terkecil oleh kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga yaitu sebesar 0,25 persen. Pada 2014 - 2017, tingkat inflasi di Kabupaten Banjar ditekan yakni 7,16 persen tahun 2014, dan 5,03 persen pada 2015 sedangkan 2016 ditekan sebesar 3,68 persen dan terakhir 2017 adalah 3,82 persen.

"Demikian juga dengan ketimpangan antara miskin dan kaya yang biasa disebut gini ratio. Angkanya terus stabil diangkat 0,33 dan 0,35 pada 2016-2917. Angka dalam rasio itu menjadi gambaran berada di posisi sedang. Disambung kemudian dengan angka Standar hidup layak diukur dengan Pengeluaran per Kapita," ucapnya. Pada 2013, pengeluaran per kapita masyarakat sebesar Rp 11.984.000 dan mengalami kenaikan hingga Rp 12.366.000 pada tahun 2017.

Adapun dari keberhasilan pembangunan pendidikan di daerah harus diukur dengan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS). RLS di Kabupaten Banjar mengalami lonjakan kenaikan yang cukup signifikan dari tahun 2012 yang hanya selama 6,93 tahun menjadi 7,28 tahun pada tahun 2017. Hal ini menggambarkan bahwa tahun 2012, rata-rata masyarakat Kabupaten Banjar hanya menamatkan pendidikan pada tingkat sekolah dasar (SD).

HLS Kabupaten Banjar pada tahun 2012 berada pada 10,57 tahun. Menggambarkan bahwa masyarakat Kabupaten Banjar hanya mampu mendapatkan pendidikan pada tingkat kelas 1 SLTA. Sedangkan pada tahun 2017, HLS Kabupaten Banjar berada pada 11,76 tahun yang menggambarkan bahwa rata-rata masyarakat Kabupaten Banjar mampu mengakses pendidikan hingga pada kelas 3 SLTA. Melihat kondisi tersebut diatas, berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar terbukti mampu menyukseskan Program Wajib Belajar hingga 12 Tahun.

Bila menilik dari dimensi kesehatan dapat diukur melalui capaian Angka Harapan Hidup (AHH), AHH Kabupaten Banjar pada Tahun 2017 adalah 66,38 tahun. Pencapaian ini tidak terlepas pada konsentrasi program-program pembangunan yang diprioritaskan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar pada penanganan kesehatan masyarakat. AHH Kabupaten Banjar mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari Tahun 2012 yang hanya selama 65,17 tahun menjadi 66,38 tahun pada tahun 2017.

"Data pasti untuk tingkat pengangguran terbuka juga bisa disimak dari data BPS Tahun 2017. Tingkat pengangguran terbuka pada tahun itu menunjukkan angkat 3,11 persen. Angka TPT ini berada diatas tingkat pengangguran terbuka Provinsi Kalimantan Selatan yang berada pada angka 4,77 persen. Bahkan, TPT Kabupaten Banjar berada diatas angka Nasional yang dirilis oleh BPS yakni sebesar 5,5 persen," bangga Tantri.

“Cukup data yang berbicara untuk menyimak keberhasilan yang ada di Kabupaten Banjar. Semua angkat menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat,” pungkas wanita yang baru-baru ini masuk nominasi sosok wanita paling menginspirasi di Kalsel.(ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.