MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 26 November 2019 06:48
Bupati Teken SK Sebuku Darurat, Pembangunan Rumah Warga Bakal Dibantu
TAK ADA LAGI YANG TERSISA: Seorang wanita berjalan di atas sisa-sisa bangunan yang telah rata karena kebakaran di Desa Sungai Bali, Pulau Sebuku. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, KOTABARU Dua hari setelah kebakaran hebat yang meratakan kampung mereka, warga Desa Sungai Bali, Pulau Sebuku masih gamang dengan nasib mereka. Kehilangan modal dan tempat tinggal, kehidupan di Sebuku benar-benar lumpuh.

Kemarin, warga masih berharap pada sisa-sisa yang bisa dikais dari rumah mereka yang telah hangus. Para pengungsi yang ditempatkan di halaman Kantor Kecamatan Pulau Sebuku juga menunggu sembako yang disalurkan untuk mereka.

Johansyah, seorang warga Sebuku bukan hanya kehilangan rumah. Ia juga kehilangan mata pencaharian. Peralatan berdagang ikan kelilingnya habis dilalap api. "Habis. Tolong bantu kami bikin rumah. Tidak ada lagi uang," ujar Johansyah di tenda pengungsian.

Sementara itu, bantuan Sembako terus berdatangan dari pagi sampai malam. Berton-ton beras diturunkan dengan ratusan kotak mie instan, dan juga pakaian bekas untuk pengungsi.

Bantuan itu datang dari pemerintah, TNI Polri, dan para perusahaan -perusahaan yang beroperasi di Kotabaru-Tanah Bumbu, seperti Jhonline, SILO, Sakari, BKW, Arutmin.

"Sementara ini, untuk bahan makanan kita bisa bertahan hingga seminggu ke depan," ujar Kepala BPBD Kotabaru Rusian Ahmadi Jaya.

Bagaimana dengan rumah warga? Jaya mengatakan Bupati Sayed Jafar sudah meneken SK yang memutuskan Desa Sungai Bali, Pulau Sebuku kondisinya darurat. Kalau pemerintah daerah sudah memutuskan, bantuan selanjutnya berupa bahan bangunan. Target kami bisa satu rumah dapat 10 atap seng," ujarnya.

Mereka juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov dan pemerintah pusat untuk penanganan pasca bencana. "Nanti Kementerian Sosial mau turun ke lapangan," ungkapnya sambil berharap, akan ada bantuan material tambahan.

Dihubungi via telepon, Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis meminta pemerintah daerah secepatnya merampungkan data di lapangan. "Itu dulu. Kalau sudah ayo kita sama-sama ke Pemprov dan pusat. Kami siap kawal lahir batin," ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD mendukung SK penetapan status darurat di Sebuku. "Karena warga kehilangan tempat tinggal. Dan jumlahnya banyak sekali," tekannya.

Selain rumah warga, salah satu bangunan layanan publik juga rata dengan tanah. Mapolsek Pulau Sebuku kini hanya tinggal papan nama. Asramanya pun ludes.

Terkait ini, Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Adnan Syafruddin mengatakan, akan berupaya maksimal kantor Polsek segera berdiri. "Polisi di sini jangan pikirkan itu. Tetap layani warga. Biar saya yang cari jalan keluarnya, secepatnya kita usahakan," ujar Andi.

Dari data resmi yang dikeluarkan BPBD Kotabaru, sementara ini tercatat 200 rumah warga ludes. Jumlah pengungsi mencapai 750 jiwa.

Seperti telah diberitakan, api mengamuk pada Sabtu malam pukul 20.00. Penyebab api sampai sekarang masih dalam penyelidikan polisi.

Api baru bisa dipadamkan pada pukul 03.30 dini hari. Penyebab lamanya api berkobar karena tidak ada pemadam di Pulau Sebuku. Hanya ada pemadam milik perusahaan, yang tak bisa beroperasi efisien karena kekurangan air.

Api saat itu berhasil dibatasi saat alat berat membuat batas pemisah. Beberapa pemadam dari pusat kota juga menggunakan alat portabel. Mereka menyeberang memakai kapal cepat.

Terkait minimnya sarana pemadam di pulau itu, Bupati Sayed Jafar mengatakan, ke depan tiap desa harus ada alat pemadam. Minimal mesin portabel. "Kita usahakan ada bantuan dari pusat. Kita memang kekurangan," akunya. (zal/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 05 Desember 2019 09:27

Selain Kasus Terorisme, Warga Miskin Dapat Pendampingan Hukum Gratis

BANJARMASIN – Bukana rahasia lagi jika tarif jasa bantuan atau…

Kamis, 05 Desember 2019 07:18

Razia Bongkar Muat di Djok Mentaya, Dishub Diajak Kucing-kucingan

BANJARMASIN - Para pemilik ruko pergudangan di Jalan Djok Mentaya…

Kamis, 05 Desember 2019 07:14

Biasanya Riang jadi Lebih Pendiam, ABK Tugboat Tenggelam di Sungai Barito

BANJARMASIN - Pencarian ABK (anak buah kapal) Trans Power 165,…

Rabu, 04 Desember 2019 11:17

Alfurqan, Kitab Suci Pengikut 'Nabi dari HST', Kejiwaan Nasruddin Bakal Diperiksa

BARABAI - Meski rumah kayu yang terletak di Desa Kahakan,…

Rabu, 04 Desember 2019 10:55

Andalkan CCTV, Dua Perampok Alfamart Masih Diburu, Polisi Belum Temukan Titik Terang

BANJARMASIN - Polisi belum menemukan titik terang dari kasus perampokan…

Rabu, 04 Desember 2019 10:38

Pembelinya Banyak Berstatus Pelajar, Pengedar Alkohol di Rantau Diringkus

RANTAU – Sejak peristiwa berdarah hingga mengakibatkan korban meninggal dunia…

Rabu, 04 Desember 2019 10:36

Angkut BBM Ilegal, Warga Daha Selatan Diamankan

AMUNTAI - Diduga melakukan praktik ambil untung dalam bisnis bahan…

Rabu, 04 Desember 2019 10:35

Pemohon SIM Tak Pernah Sepi, Polantas Jamin Tak Gunakan Calo

BATULICIN - Ruang tunggu pembuatan surat izin mengemudi (SIM) di…

Rabu, 04 Desember 2019 10:30

Resahkan Warga, Belasan Anak Punk Ditertibkan

BANJARBARU - Keberadaan belasan anak jalanan yang mengklaim sebagai anak…

Selasa, 03 Desember 2019 13:07

Bungkus Alkohol ke Plastik Putih, Pengedar Minimal Beralkohol Digrebek

RANTAU - Semenjak peristiwa berdarah hingga mengakibatkan korban meninggal dunia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.