MANAGED BY:
SENIN
13 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 28 November 2019 11:45
Dari Korban Sebuku: Rumah Boleh Lapuk, Kenangannya Tidak
BERDUKA: Abu Bakar, Misran dan Kamsiah, keluarga nelayan yang rumahnya habis terbakar di Pulau Sebuku saat berbincang dengan penulis. | FOTO: ZALYAN SHODIQIN ABDI/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO,

Wajah nelayan tua itu tegas. Guratannya dalam. Hampir tidak terlihat kesedihan. Namun ketika ditanya perasannya, ia mengaku, kehilangan rumah sama dengan perasaan kehilangan mendadak orang tercinta.

-- Oleh: Zalyan Shodiqin Abdi, Sebuku --

Selasa (26/11) tengah malam di tenda pengungsian. Cuaca dingin. Walau tak ada angin berhembus. Anak-anak dan sebagian besar wanita sudah tidur di atas kasur yang dihampar di atas tanah. Beberapa pria tua masih merokok, berbincang-bincang.

Abu Bakar, menghembuskan kretek paling murah. Dia pria berusia hampir 60 tahun. Lahir dan tua di Sebuku. Pekerjaannya nelayan. Wajahnya tegas, khas nelayan berpengalaman yang kenyang menghadapi badai di laut. Di sebelahnya duduk Misran, juga nelayan. Misran rambutnya hampir putih semua.

"Saya tidak menangis. Tidak sama sekali. Tapi hati remuk di dalam. Melihat rumah habis dalam sekejap," kata Misran kepada penulis di dalam tenda.

Mendengar suara itu, Kamsiah istrinya bangun dari rebahannya. Ditatapnya wajah Misran dalam kegelapan. Kulit Misran gelap, namun sinar matanya terang.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers