MANAGED BY:
MINGGU
05 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 29 November 2019 11:08
Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Kepala Dinas KP3 Banjarmasin Dulunya Atlet Anggar Berprestasi

SISI LAIN: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Lauhem Mahfuzi pernah jadi atlet berprestasi. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Banjarmasin, Lauhem Mahfuzi adalah mantan atlet anggar internasional. Bahkan pernah menyabet medali emas pada masanya.

-- Oleh: NOORHIDAYAT, Banjarmasin --

Lauhem Mahfuzi akan memasuki masa pensiun pada tahun 2020 nanti. Awalnya bercita-cita bisa masuk Akademi Kepolisian. Tidak ada terbayangkan untuk menjadi atlet, bahkan berlaga hingga tingkat internasional.

Harapan itu pupus ketika lulus dari Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Syuhada Jurusan Mesin.

Jurusannya itu ternyata sudah tak bisa mendaftar masuk Akpol. "Dulu yang boleh masuk Akpol lulusan mesin dan IPA. Setelah saya lulus, ternyata ketentuannya diganti. Mesin tidak bisa lagi, berganti ke jurusan IPS," ungkap Lauhem, kemarin (28/11). Lauhem akhirnya melanjutkan pendidikan ke Fakultas Perikanan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Awal mula menggeluti dunia anggar setelah tertarik diajak tetangga di seberang rumah yang ternyata juga seorang atlet anggar. Kalau urusan fisik, Lauhem sudah melatihnya demi masuk Akpol. Setiap pagi berlari kurang lebih 10 kilometer. Saat itu sekolahnya masuk sore.

"Diajak Yusri dulu berseberangan rumah. Dia adalah atlet yang berprestasi dalam cabor anggar juga. Karena memang ada basic karate sebelumnya, saya tinggal mempelajari teknik-teknik anggar," jelasnya.

Pria kelahiran 25 April 1960 berada di puncak tertinggi prestasinya di cabor anggar saat tahun 1995 meraih medali emas pada SEA Games XVIII di Chiang Mai Thailand. Namun juga menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah mengikuti seleksi CPNS pada masa itu.

Di cabor karate, Lauhem pernah mengikuti pertandingan hingga kejurnas. Selain itu dia memiliki hobi olahraga lain seperti balap sepeda, voli, dan basket. "Saya pernah berada di China selama tiga bulan untuk berlatih untuk menghadapi SEA Games waktu itu. Selain SEA Games, saya juga pernah mendapat medali emas dalam ajang SEAFF," akunya.

Lauhem mengaku saat itu perjuangannya sangat berat. Peralatan berlatih saja sangat minim. Apalagi dirinya adalah pemain kidal, alatnya berbeda dengan anggar yang digunakan pada tangan kanan.

Bakatnya dicabor anggar juga menitis kepada tiga anaknya yang bernama Ayu Ramadianti Putri, Amelianor Khaisah Afifah, dan Muhammad Nabil Zahidi. Anak keduanya Afifah bahkan pernah menjuarai PON remaja di Surabaya tahun 2014. "Namun saat ini sudah tidak menggeluti anggar lagi. Ada yang bekerja di China Airlines. Paling kecil berada di pesantren, sehingga tidak bisa berlatih lagi," tuturnya.

Pada tahun 2005, Lauhem diberikan sertifikat sebagai pelatih anggar internasional dari Prancis. Dirinya sempat beberapa kali melatih atlet yang ingin bertanding dalam berbagai ajang.

Lalu bagaimana menurut pandangannya sekarang mengenai anggar di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin? Lauhem mengungkapkan atlet yang pernah dididiknya baru latihan jika akan memasuki pertandingan.

"Kalau mendekati pertandingan baru latihan. Kalau begitu jelas kurang persiapan. Beda dengan dulu yang memang setiap hari latihan meskipun tiada pertandingan," bandingnya.

Lauhem berharap di Banjarmasin akan muncul lagi atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama bangsa, dan membawa nama harum Banjarmasin. "Saya masih ingat saat dulu sebelum berangkat, dilepas langsung oleh Presiden Soeharto. Betapa bangganya saya saat itu. Semoga ada penerusnya," tutupnya.(dye/ema)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 09:30

Cerita Dokter dan Perawat di Era Corona; Lebih Sibuk, Kini Mandi pun di Rumah Sakit

Dokter dan perawat berada di garis terdepan dalam melawan virus…

Minggu, 05 April 2020 09:13

Program Acil Asmah; Belanja Sayur Bisa Lewat WhatsApp

Banyak cara untuk meringankan beban warga di tengah pandemi. Salah…

Kamis, 02 April 2020 14:56

Sibuknya Peserta dan Alumni Pelatihan Menjahit Saat Pandemi

Akibat Covid-19, masker bedah dipasaran menjadi langka. Untuk menyiasati itu,…

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers