MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 29 November 2019 11:08
Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Kepala Dinas KP3 Banjarmasin Dulunya Atlet Anggar Berprestasi

SISI LAIN: Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Lauhem Mahfuzi pernah jadi atlet berprestasi. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (KP3) Kota Banjarmasin, Lauhem Mahfuzi adalah mantan atlet anggar internasional. Bahkan pernah menyabet medali emas pada masanya.

-- Oleh: NOORHIDAYAT, Banjarmasin --

Lauhem Mahfuzi akan memasuki masa pensiun pada tahun 2020 nanti. Awalnya bercita-cita bisa masuk Akademi Kepolisian. Tidak ada terbayangkan untuk menjadi atlet, bahkan berlaga hingga tingkat internasional.

Harapan itu pupus ketika lulus dari Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Syuhada Jurusan Mesin.

Jurusannya itu ternyata sudah tak bisa mendaftar masuk Akpol. "Dulu yang boleh masuk Akpol lulusan mesin dan IPA. Setelah saya lulus, ternyata ketentuannya diganti. Mesin tidak bisa lagi, berganti ke jurusan IPS," ungkap Lauhem, kemarin (28/11). Lauhem akhirnya melanjutkan pendidikan ke Fakultas Perikanan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Awal mula menggeluti dunia anggar setelah tertarik diajak tetangga di seberang rumah yang ternyata juga seorang atlet anggar. Kalau urusan fisik, Lauhem sudah melatihnya demi masuk Akpol. Setiap pagi berlari kurang lebih 10 kilometer. Saat itu sekolahnya masuk sore.

"Diajak Yusri dulu berseberangan rumah. Dia adalah atlet yang berprestasi dalam cabor anggar juga. Karena memang ada basic karate sebelumnya, saya tinggal mempelajari teknik-teknik anggar," jelasnya.

Pria kelahiran 25 April 1960 berada di puncak tertinggi prestasinya di cabor anggar saat tahun 1995 meraih medali emas pada SEA Games XVIII di Chiang Mai Thailand. Namun juga menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah mengikuti seleksi CPNS pada masa itu.

Di cabor karate, Lauhem pernah mengikuti pertandingan hingga kejurnas. Selain itu dia memiliki hobi olahraga lain seperti balap sepeda, voli, dan basket. "Saya pernah berada di China selama tiga bulan untuk berlatih untuk menghadapi SEA Games waktu itu. Selain SEA Games, saya juga pernah mendapat medali emas dalam ajang SEAFF," akunya.

Lauhem mengaku saat itu perjuangannya sangat berat. Peralatan berlatih saja sangat minim. Apalagi dirinya adalah pemain kidal, alatnya berbeda dengan anggar yang digunakan pada tangan kanan.

Bakatnya dicabor anggar juga menitis kepada tiga anaknya yang bernama Ayu Ramadianti Putri, Amelianor Khaisah Afifah, dan Muhammad Nabil Zahidi. Anak keduanya Afifah bahkan pernah menjuarai PON remaja di Surabaya tahun 2014. "Namun saat ini sudah tidak menggeluti anggar lagi. Ada yang bekerja di China Airlines. Paling kecil berada di pesantren, sehingga tidak bisa berlatih lagi," tuturnya.

Pada tahun 2005, Lauhem diberikan sertifikat sebagai pelatih anggar internasional dari Prancis. Dirinya sempat beberapa kali melatih atlet yang ingin bertanding dalam berbagai ajang.

Lalu bagaimana menurut pandangannya sekarang mengenai anggar di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin? Lauhem mengungkapkan atlet yang pernah dididiknya baru latihan jika akan memasuki pertandingan.

"Kalau mendekati pertandingan baru latihan. Kalau begitu jelas kurang persiapan. Beda dengan dulu yang memang setiap hari latihan meskipun tiada pertandingan," bandingnya.

Lauhem berharap di Banjarmasin akan muncul lagi atlet-atlet yang bisa mengharumkan nama bangsa, dan membawa nama harum Banjarmasin. "Saya masih ingat saat dulu sebelum berangkat, dilepas langsung oleh Presiden Soeharto. Betapa bangganya saya saat itu. Semoga ada penerusnya," tutupnya.(dye/ema)


BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 12:04

Ketika Teror Hepatitis A Mengancam Siswa Kota Idaman

Pekan lalu, beredar pesan berantai menyatakan status KLB hapatitis A…

Kamis, 12 Desember 2019 11:02

Masih Jualan Es Saat Pengumuman Kelulusan Polisi

Hari ini ia tepat berulang tahun ke 56 tahun. Guratan…

Minggu, 08 Desember 2019 16:21

Mahir Pijat, Belum Tentu Bisa Pijat Refleksi, Tuna Netra Diberi Pelatihan Pijat Refleksi

Soal jasa pijat, para tuna netra memiliki kelebihan tersendiri. Namun…

Kamis, 05 Desember 2019 09:57

Putra Banua Jadi Peneliti Teknologi Nano di Jepang, Curi Perhatian Kampus, Diangkat Jadi Asisten Profesor

Diam-diam, Banua punya putra berprestasi di bidang ilmu fisika. Dia…

Rabu, 04 Desember 2019 11:29

Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang

Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam,…

Selasa, 03 Desember 2019 11:40

Kokedama, Usaha Baru Jenis Florikultura di Kalsel: Belajar dari Youtube, Laku Dijual Melalui Online

Kokedema memang belum booming. Padahal seni bercocok tanam tanpa pot…

Senin, 02 Desember 2019 12:41

Bertemu Nasruddin, Lelaki yang Diisukan Menyebarkan Ajaran Sesat di HST

Nasruddin mengaku dua kali didatangi aparat keamanan. Permintaananya sama: meminta…

Senin, 02 Desember 2019 12:35

Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

Radar Banjarmasin dua kali mewawancarai Nasruddin. Pertemuan pertama pada 20…

Jumat, 29 November 2019 11:08

Gagal Masuk Akpol, Rebut Emas SEA Games

Dibalik jabatannya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan…

Jumat, 29 November 2019 09:56

Dinas Kehutanan Buka Harapan untuk Pengungsi Bisa Membangun Rumah

Pemprov Kalsel berencana membagikan ratusan kubik kayu dan papan kepada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.