MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 29 November 2019 11:19
Dokter Spesialis, Ayolah Mengabdi..!

Banyak Dokter Enggan Jadi PNS

PROKAL.CO, BANJARBARU - Formasi dokter spesialis pada penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Kalsel tahun ini kembali kosong tanpa pelamar hingga hari terakhir pendaftaran Selasa (26/11). Kondisi seperti ini ternyata juga terjadi pada seleksi tahun lalu. 

Lalu apa kira-kira yang menyebabkan para dokter spesialis kurang berminat menjadi PNS?

Dokter spesialis penyakit dalam RS Idaman Idaman, Abdul Halim menyampaikan, ada beberapa alasan dokter spesialis enggan menjadi PNS. Salah satunya ialah tidak ingin terkekang oleh aturan yang diterapkan untuk para pegawai negeri. "Rata-rata dokter spesialis memilih kerja di swasta karena ingin bebas," ucapnya.

Seperti halnya anaknya yang merupakan dokter gigi, dia mengungkapkan hingga kini tidak memiliki minat untuk menjadi PNS. "Dia ingin di swasta saja dan membuka klinik sendiri," ungkapnya.

Keengganan dokter spesialis menjadi PNS juga disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel dr Rusdiansyah. "Iya, mungkin karena banyak dokter spesialis yang pendidikannya biaya sendiri. Jadi belum tertarik untuk jadi PNS lantaran terlalu banyak aturan," ujarnya.

Disinggung apakah benar, ada kaitannya juga dengan pendapatan di swasta lebih banyak dibandingkan di negeri, menurutnya hal itu tidak terlalu mempengaruhi tentang ketidakinginan dokter spesialis menjadi PNS.

"Pendapatan dokter itu relatif. Mungkin yang paling mereka perhatikan adalah aturan-aturan yang ada di pegawai negeri," bebernya.

Sementara itu, Kepala BKD Kalsel, Sulkan mengaku tidak mengetahui mengapa terjadi kekosongan pada formasi dokter spesialis. Padahal menurutnya, syarat pendaftaran untuk dokter spesialis sudah dipermudah.

"Tidak ada persyaratan yang memberatkan, malahan untuk dokter spesialis maksimal usia 40 tahun, sedangkan formasi lainnya maksimal 35 tahun," katanya.

Berdasar informasi yang diperoleh Sulkan, hal ini mirip cerita pada penerimaan CPNS tahun lalu, yaitu kekosongan pendaftar dokter spesialis. Karena pada penerimaan CPNS 2018, ada sebanyak 28 formasi dokter spesialis terpaksa dikosongkan karena tidak ada pelamar. Sedangkan pada tahun ini ada 23 formasi dokter spesialis yang kosong.

Kosongnya formasi dokter spesialis pada CPNS 2019 sendiri membuat RSJ Sambang Lihum tidak punya tambahan tenaga kesehatan tahun ini. Padahal, mereka saat ini sedang kekurangan dokter berstatus PNS.

Total ada delapan formasi yang semestinya RSJ Sambang Lihum pada CPNS tahun ini. Sayangnya, semunya kosong karena tidak ada pelamarnya.

Formasi-formasi itu yakni, dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesiologi, dokter spesialis jiwa, dokter spesialis patologi klinik, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis radiologi, dokter spesialis rehabilitas medik, dan dokter spesialis syaraf.

Direktur Utama RSJD Sambang Lihum, IBG Dharma Putra mengatakan, sepinya pelamar CPNS tahun ini membuat mereka terpaksa masih harus meminjam dokter spesialis jiwa dari RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Anshari Saleh.

"Peminjaman itu dilakukan untuk menutup kekurangan. Sebab,saat ini dokter spesialis jiwa yang kami miliki hanya tujuh orang. Betapa sulitnya mencari dokter untuk ditugaskan di Sambang Lihum," sebutnya.

Dia menyampaikan, ke depan pihaknya akan mengevaluasi soal apa yang harus dibenahi hingga tidak ada pelamar formasi dokter spesialis. "Infonya, di daerah lain dokter spesialis yang langka itu diberikan tunjangan tambahan untuk merangsang mereka," pungkasnya.

Sementara itu, pendaftaran online CPNS di lingkungan pemerintah Provinsi Kalsel resmi ditutup Selasa (26/11) tadi. Dari data BKD Kalsel, jumlah pelamarnya mencapai 10.990 orang.

Dari tiga formasi yang disediakan, tenaga guru paling banyak diincar. Jumlahnya mencapai 5.090 orang dari 227 kursi yang disediakan. Disusul formasi tenaga kesehatan sebanyak 3.223 orang dari alokasi 176 yang tersedia, dan tenaga teknis sebanyak 2.677 orang dari 57 kursi tersedia.

Sementara, dari jumlah total 460 alokasi formasi yang tersedia. Ada sebanyak 16 jabatan yang tak ada pelamarnya. Sebanyak 15 jabatan di tenaga kesehatan dan 1 jabatan di tenaga teknis. “Formasinya dokter spesialis 15 jabatan, dan 1 jabatan sebagai pengelola program jaminan kesehatan,” beber Kepala BKD Kalsel, Sulkan kemarin.

Dari sebanyak 10.990 pendaftar online, berkas yang masuk ke BKD Kalsel hanya sejumlah 8.639 berkas. Itu pun ada sebanyak 122 berkas dobel dan 52 berkas salah instansi. “Yang memenuhi syarat ada sebanyak 3.921 berkas, dan sebanyak 763 berkas tak memenuhi syarat,” terangnya.

Hingga kemarin, BKD Kalsel masih melakukan proses berkas yang masuk, jumlahnya sebanyak 3.885 lembar. Terdiri dari 1.978 berkas di formasi tenaga guru, 1.232 di formasi tenaga kesehatan, dan sebanyak 675 berkas di formasi tenaga teknis.

Berkas yang masuk ini, di target pihaknya akan selesai diverifikasi dalam dua minggu ke depan. “Nanti kami buat berita acaranya, berapa yang memenuhi syarat dan tidak. Setelah itu kami kirim ke Kemenpan RB,” ujarnya.

Untuk melakukan verifikasi semua berkas CPNS di Pemprov Kalsel, ada sekitar 30 orang orang dari BKD Kalsel yang diturunkan. “Tahun ini peminatnya sangat tinggi. Untung tim kami banyak. Insya Allah tak ketetaran,” kata mantan Sekretaris Inspektorat Kalsel itu.

Sementara, dari semua formasi jabatan, paling banyak diincar pelamar adalah formasi guru matematika sebanyak 1.074. Alokasinya padahal hanya sebanyak 33 orang. Diurutan kedua adalah formasi pranata komputer, jumlahnya sebanyak 998. Padahal alokasinya hanya 7 orang. Jabatan ketiga yang paling banyak diincar adalah, formasi perawat, jumlahnya mencapai 974 orang dengan alokasi hanya 32 orang.

Sulkan menghimbau kepada pelamar untuk terus memantau website BKD Kalsel atau juga website Kemenpan RB untuk mengetahui update terbaru penerimaan CPNS tahun ini. Termasuk jadwal pelaksanaan ujian bagi yang dinyatakan lulus ditahapan seleksi administrasi ini. “Nanti pasti diumumkan nama-nama yang lulus seleksi administrasi. Biasanya jadwal tes selanjutnya akan diumumkan sekaligus,” paparnya.

Untuk diketahui, tahapan selanjutnya yakni seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Hingga kemarin, BKD Kalsel belum mendapat jadwal resmi dua seleksi ini digeber.

“Perkiraan kami dua seleksi ini dilaksanakan di bulan Februari atau awal Maret tahun 2020 mendatang,” sebut Sulkan. Materi ujian SKD meliputi tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensi umum (TIU) dan tes wawasan kebangsaan (TWK) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) online. (ris/mof/ran/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 09:29

Durian Gratis Bersama Paman Birin

MARTAPURA - Masyarakat di Kalsel bakal berbondong bondong ke Kiram Park,…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:21

WARNING..! RTH Banjarbaru Mulai Terdesak Pemukiman

BANJARBARU - Rencana pelebaran sungai di kawasan Cempaka yang menyempit…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:15
Berita Tanah Bumbu

Dinkes Gelar Apel Pencanangan PSN

BATULICIN - Intensitas curah hujan yang semakin tinggi saat sekarang…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:14
Berita Tanah Bumbu

Hj Sadariah Lantik Ketua PKK Angsana dan Simpang Empat

BATULICIN - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tanah…

Jumat, 17 Januari 2020 14:46

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Tatah Bangkal baru saja diselesaikan Dinas…

Jumat, 17 Januari 2020 11:45

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal.…

Jumat, 17 Januari 2020 11:31

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

BANJARBARU - Alfaruk (50), warga Liang Anggang, Banjarbaru, hanya bisa…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

BANJARMASIN - Hingga saat ini KPU belum bisa memutuskan nasib…

Jumat, 17 Januari 2020 11:05

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes).…

Jumat, 17 Januari 2020 10:59

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers