MANAGED BY:
RABU
29 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 30 November 2019 09:03
Disebut Tarifnya Mahal, Arief: Jangan ASDP Terus yang Disalahkan
MAHAL: Suasana penyeberangan kapal fery di Pulau Laut menuju Pulau Sebuku, Kamis (28/11) kemarin. Warga protes tarifnya yang dinilai mahal.

PROKAL.CO, BATULICIN – Musibah kebakaran yang melanda Pulau Sebuku, menumbuhkan empati warga Banua. Para relawan dari berbagai daerah berdatangan membawa bantuan. Tak ada pilihan, bantuan harus dibawa dengan kapal penyeberangan, dari Pelabuhan Ferry Batulicin menuju Tanjung Serdang Kotabaru.

Biaya yang dikeluarkan untuk satu mobil mencapai Rp260 ribu. Seperti diakui Azizah, seorang relawan dari Banjarbaru. “Kami bawa mobil jenis Avanza, harga normalnya Rp327 ribu, tapi tadi karena bawa bantuan, dihitung pikap, jadi turun Rp260 ribu,” ujarnya.

Pun begitu, warga masih protes. "Mestinya gratis, karena mereka membawa bantuan ke warga yang kehilangan rumah," kata Randi relawan asal Tanah Bumbu.

Sebab dalam Permenhub No PM 84 Tahun 2018, pasal 10 disebutkan tarif bisa nol rupiah untuk kegiatan SAR, bencana alam dan bantuan kemanusiaan. Permintaan tarif gratis ini bisa diajukan oleh pemerintah daerah.

Demikian pula dinyatakan oleh Asisten II Pemprov Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana kepada Radar Banjarmasin di Pulau Sebuku. “Pemkab Kotabaru yang bisa mengajukan permintaan tarif gratis untuk bantuan kemanusiaan itu,” ujarnya.

Sementara, Kadishub Kotabaru Adi Sutomo mengatakan, dia baru mengetahui ada aturan itu dari Permenhub. "Coba nanti saya pelajari ya. Kalau memang ada aturan itu, saya akan minta ke ASDP untuk gratiskan kendaraan yang bawa bantuan kemanusiaan," ujarnya.

Mahalnya harga fery ke Sebuku ini juga dikeluhkan masyarakat umum. "Kenapa ya mahal sekali, yang punya swasta dulu ada, tapi tidak semahal ini," keluh warga yang tengah mengantre.

Sementara itu, Arief Budiman, Manager Usaha ASDP Batulicin ketika dikonfirmasi, mengaku tidak bisa memberikan kebijakan kepada para relawan yang akan berangkat menuju Kabupaten Kotabaru. Bahkan, kepada keluarga korban kebakaran, juga tetap bayar sesuai harga tiket yang berlaku saat ini.

“Kami perusahaan BUMN. Kami juga harus memberikan kontribusi kepada negara. BBM kami beli. ” katanya.

“Kalau semua yang akan nyeberang minta promo atau gratis, bisa rugi kami,” cecarnya.

Sebagai gantinya, untuk membantu meringankan beban masyarakat, Arief mengaku pihaknya hanya menambah trip angkutan, sehari 6-8 trip dari yang biasanya hanya 2 trip saja. Trip tambahan itu berlaku mulai bulan November-Desember 2019.

“Penambahan trip ini karena kami disubsidi BBM oleh Kementerian Perhubungan. Namun dijatah hanya untuk untuk 96 trip saja. Kalau sudah lewat 96 trip, kami tidak bisa menambah trip lagi. Kami minta pemerintah daerah juga ikut membantu,” papar Arief.

Diakui Arief, ASDP Batulicin juga sudah banyak membantu, melakukan sejumlah kebijakan di lapangan. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk meringankan penderitaan dan beban warga Pulau Sebuku.

“Jangan sampai ASDP terus yang disalahkan,” jelas Arief.

Untuk jam layanan, menurutnya ASDP Batulicin hanya bisa melayani dari pukul 07.00-21.00 Wita. Lewat dari jam itu tidak bisa dengan alasan keselamatan.

“Kami tidak berani sampai tengah malam. Di tengah sungai banyak jaring milik nelayan,” pungkasnya.

(kry/zal/bin/ema)


BACA JUGA

Rabu, 29 Januari 2020 17:59

Dibatasi Gunakan Handphone, Karyawan PT SIS Mengadu ke Disnaker

TANJUNG  - Sejumlah karyawan PT Sapta Indera Sejati mengadukan aturan…

Rabu, 29 Januari 2020 17:54

Ketua PKK HSU Hj Anisah Wahid Kenalkan 'SINTARI'

AMUNTAI -- Peringatan Hari Gizi Nasional ke- 60 tahun 2020,…

Rabu, 29 Januari 2020 15:39
PARLEMENTARIA

Legislatif Konsultasikan Penggunaan Dana Desa ke Pusat

PARINGIN – Anggota DPRD Kabupaten Balangan, belum lama tadi melakukan…

Rabu, 29 Januari 2020 11:57

Ingin Maju di Pilgub Kalsel, Edi Suryadi Incar Jalur Perseorangan

BANJARMASIN – Digadang tak ada yang berminat mencalonkan diri sebagai…

Rabu, 29 Januari 2020 11:48

2020, UN Terakhir

BANJARBARU - Kurang dari dua bulan ujian nasional (UN) untuk…

Rabu, 29 Januari 2020 11:10

Rambu Sering Eror, Sistem Buka Tutup Diberlakukan di Km 33

BANJARBARU - Akibat sering mengalami gangguan atau eror. Traffic Light…

Rabu, 29 Januari 2020 10:51

Meski Sudah Tiba, Bus Trans Banjarmasin Belum Tentukan Jadwal Beroperasi

BANJARMASIN - Bus Trans Banjarmasin (BTB) sudah tiba di kota…

Rabu, 29 Januari 2020 10:47

Dapat Apresiasi, Disdukcapil Perlu Menambah Loket

BANJARMASIN - Komisi I DPRD Banjarmasin mengapresiasi pelayanan yang diberikan…

Rabu, 29 Januari 2020 10:42

Kejati Sempat Terlena; Raih WBK, Incar WBBM

BANJARMASIN - Kejaksaan Tinggi Kalsel meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi…

Rabu, 29 Januari 2020 10:40

Dinkes Imbau Jangan Ikut Heboh Corona, DPRD: Dinkes Harus Waspada

BANJARMASIN - Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi meminta warga…

Siapkan Mahasiswa Magang Tiga Semester, ULM Dukung Program Menteri Nadiem Makarim

Wabup Husairi Abdi: Temari Kasih Pak Yahya Selamat Datang Pak Dwi

5 Siswa SMK Pertanian Banjarbaru Magang di BPP Tapin Selatan

2 Siswa ATP SMK Pertanian Magang di PT. Candi Artha Tanah Laut

7 Siswa Agribisnis SMK Pertanian Banjarbaru Magang di Kelompok Tani Guntung Payung

SMK Gelar Pelatihan Optimalisasi Alsintan Berlanjut ke Kertak Hanyar

SMK Pertanian Banjarbaru Gelar Pelatihan Optimalisasi Alsintan di Bati-bati

Geliat Pasar Subuh Amuntai, Jago Nawar Bisa Bawa Pulang Berbagai Anyaman

Ingin Punya Anak Tapi Tak Ada Biaya, Pakar Bayi Tabung ini Beri Solusi Paling Mudah

IDI Kalsel: Corona Sudah Diidentifikasi Sejak 1960
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers