MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 30 November 2019 10:06
Ramai-ramai Merayu PAN
HAMPIR BERBARENGAN: Tiga kandidat Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Pilkada 2020 serentak di Banjarbaru yakni pasangan Nadjmi-Jaya, Aditya-Iwansyah dan Sofwat-Halim menyerahkan berkas ke DPD PAN Banjarbaru..

PROKAL.CO, BANJARBARU - Perburuan dukungan partai politik di Banjarbaru terus bergeliat. Partai Amanat Nasional (PAN) yang telah membuka penjaringan jadi incaran. Bahkan tiga kandidat bakal pasangan calon (Bapaslon) telah menyerahkan berkas lamaran.

Ketiga Bapaslon ini yakni: Nadjmi-Jaya, Aditya-Iwansyah serta Sofwat-Halim. Penyerahan berkas ke DPD PAN Banjarbaru terhitung tanpa interval yang lama. Bahkan antara pasangan inkumben: Nadjmi-Jaya dan pasangan penantang: Aditya-Iwansyah hanya berselang beberapa jam. Sedangkan pasangan Sofwat-Halim menyerahkan satu hari lebih dulu.

Dari catatan di lapangan, pasangan Sofwat-Halim menjadi yang perdana menyerahkan berkas. Pasangan mantan senator dengan dokter spesialis penyakit dalam ini datang ke DPD pada Kamis (28/11) petang. Sedangkan pasangan Nadjmi-Jaya dan Aditya-Iwansyah menyerahkan satu hari setelahnya: Jumat (29/11).

Dalam penerimaan berkas ini, jajaran kepengurusan DPD PAN Banjarbaru lengkap hadir. Baik Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari hingga tim penjaringan DPD yang diketuai oleh Antung Nurdin.

Ketiga Bapaslon yang hadir ke PAN tampak beradu modal. Untuk meyakinkan DPD PAN bakal berlabuh kepada mereka dalam dukungan pada Pilkada 2020 serentak nanti.

Masing-masing Bapaslon pun punya rasa percaya diri yang bervariatif. Misalnya pasangan Sofwat-Halim yang perdana menyerahkan berujar bahwa PAN merupakan parpol yang sesuai dengan tujuan reformasi.

"Sudah jelas, PAN adalah salah satu motor dari reformasi. Jadi PAN sesuai dengan maksud tujuan reformasi itu, salah satunya yakni ingin menghilangkan KKN. PAN termasuk yang konsisten akan hal itu," kata Sofwat Hadi usai penyerahan berkas.

Ia pun optimistis dapat merebut dukungan PAN. Lantaran menurutnya keseriusan pasangannya untuk berkoalisi dengan PAN sudah mutlak. "Tidak hanya 100 persen, bahkan kalau boleh 1000 persen kita serius."

Bahkan menilik latar belakangnya yang tergolong sering di Senayan sebagai anggota DPD RI. Sofwat menyebut akan coba bertemu dan bersilaturahmi dengan para petinggi partai dengan lambang matahari ini.

Petinggi ini ujarnya mulai dari tingkat DPW hingga DPP termasuk ia menyebut nama politikus senior dari PAN, Amien Rais. "Nanti kita akan silaturahmi ke Pak Muhidin lalu juga dengan Pak Zulkifli Hasan dan pak Amien Rais. Selama ini saya cukup sering bertemu di beberapa acara, jadi mudah-mudahan DPP bisa memilih saya," bebernya.

Berkas Bapaslon ini sendiri dinyatakan lengkap oleh pihak DPD PAN Banjarbaru. Penyerahan berkas sendiri ditandai dengan foto bersama.

Kemudian, pasangan petahana: Nadjmi-Jaya yang datang ke DPD PAN pada Jumat (29/11) pukul 10.30 Wita juga menyatakan membidik serius PAN. Nadjmi menegaskan bahwa pihaknya ingin PAN tidak hanya jadi partai pendukung, namun sebagai pengusung.

Dalam kesempatan itu, Nadjmi turut mempromosikan visi dan misi pasangannya. "Iya kita juga sampaikan di hadapan panitia bahwa kita akan melanjutkan visi dan misi kita termasuk soal progres pembangunan yang sudah kami lakukan," katanya.

Untuk upaya meyakinkan DPD PAN Banjarbaru. Pasangan inkumben ini menyertakan hasil lembaga survei Indikator. Yang mana diklaim Nadjmi, bahwa di survei tersebut pasangannya dalam hal elektabilitas masih unggul.

Dijelaskannya, survei dari lembaga survei sudah lumrah dan efektif dilakukan di zaman politik modern. Bahkan menurut Nadjmi, selisih hasil survei dan hasil riil di era sekarang tidak jauh berbeda.

"Hasil survei itu adalah merupakan saintifik politik. Ada beberapa lembaga survei yang melakukan survei dan tengah berjalan, ini lembaga yang kredibel dan memiliki nama besar. Alhamdulillah hasil survei (menempatkan) kami masih jauh (unggul) elektabilitasnya," klaim Nadjmi.

Tak lupa, dengan modal hasil survei ini. Menurutnya jadi pertimbangan penting bagi parpol untuk meminangnya. "Sisa waktu menuju Pilkada ada 10 bulan, kalau mau mengejar kita harus kerja keras, dan secara teori rasanya sulit," ujar Nadjmi.

Beralih ke pasangan lain yakni Aditya-Iwansyah. Pasangan penantang ini tiba di DPD PAN Banjarbaru setelah kurang lebih tiga jam usai pasangan Nadjmi-Jaya. Mereka juga bermaksud menyerahkan sekaligus meyakinkan DPD PAN agar menggaetnya.

Tak jauh berbeda dengan pasangan-pasangan sebelumnya. Duet penantang ini juga turut membeberkan beberapa modal kuatnya. Hal ini wajar, lantaran dua pasangan sebelumnya punya strategi serupa dalam hal upaya merayu PAN.

Seusainya berkas dinyatakan lengkap oleh DPD PAN Banjarbaru. Aditya didampingi Iwansyah menyebut jika PAN merupakan parpol ketujuh yang dibidiknya. Setelah Gerindra, PDIP, Golkar, Nasdem, PKB dan PKS.

Ditanya ihwal modal kuatnya. Aditya menegaskan bahwa kesiapan koalisi Parpol di kubunya jadi yang harus dipertimbangkan. Yang mana sejauh ini, SK (Surat Keputusan) Rekomendasi dari DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk mengusung pasangannya sudah dikantonginya.

"Kami sudah memiliki SK dari PPP. Artinya kami sudah mengantongi 4 kursi dukungan, sehingga ini jadi modal yang penting dan menunggu beberapa parpol untuk menutup kekurangan dua kursi itu," jawab Aditya.

Memang sebelumnya, DPP PPP memutuskan bahwa akan mengusung pasangan Aditya-Iwansyah untuk Pilwali Banjarbaru.

Tak hanya sampai disitu, menurut Ovie bahwa modal mereka bukan hanya tertumpu pada ketetapan SK tersebut. Namun kesamaan ideologi antara PAN dan parpolnya: PPP juga jadi salah satu pertimbangan.

Aditya sendiri mengatakan kalau kedua parpol ini punya kesamaan ideologi yakni berafiliasi dengan Islam. "PAN adalah salah satu parpol yang berafiliasi dengan agama, sama dengan PPP, PKB atau PKS. Karena PPP sudah bergabung, mudah-mudahan PAN juga bergabung, paling tidak sama-sama ideologi lebih nyaman dan lancar," tambahnya.

Lalu, pasangannya, Iwansyah juga diketahui pernah satu atap di gedung dewan dengan Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari. Yakni saat ia memimpin DPRD masa jabatan periode 2014-2019.

Menurut Iwansyah, chemistry nya dengan Emi selama bekerja sebagai sesama legislator memang cukup berpengaruh. "Apalagi bu Emi juga bergabung dengan Fraksi Golkar di periode itu. Jadi saya tahu betul bagaimana bu Emi bekerja, ada chemistry antara Golkar dan PAN," kata Ketua DPD Golkar Banjarbaru ini.

Secara umum, berkas ketiga Bapaslon telah diterima dan dinyatakan lengkap oleh tim penjaringan parpol. Nantinya parpol akan didistribusikan ke DPW lalu dikirimkan ke DPP untuk mendapatkan SK usungan.

Atas pengembalian berkas ke parpolnya. Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari didampingi ketua tim penjaringan, Antung Nurdin mengungkapkan bahwa kemungkinan besar hanya ada tiga Bapaslon yang menyerahkan. Lantaran Bapaslon lain yakni pasangan Edy-Astina disebutnya tidak mengembalikan berkas.

Dalam penetapan atau keputusan atas Bapaslon yang diusung PAN. Emi menegaskan bahwa hal tersebut melalui beberapa tahapan. Mulai dari tingkat DPD, DPW sampai DPP.

"Yang jelas DPW dan DPP sebelum mengeluarkan SK penetapan juga akan mempertimbangkan dan mendengarkan dari kita terkait Bapaslon yang mendaftar. Tugas kita selain menjaring juga melakukan verifikasi data dan administrasi lainnya," ucapnya.

Ditanyakan soal arah dukungan. Emi menjawab kalau pihaknya membuka peluang dan kesempatan bagi siapa saja. "Jadi tidak ada arah dukungan atau sinyal apapun. Kita perlakukan sama semuanya."

Diminta menanggapi soap beberapa modal yang disebutkan oleh masing-masing Bapaslon. Emi coba meresponsnya secara satu persatu sesuai dengan topik atau modal yang ditawarkan oleh Bapaslon.

Yang pertama soal modal dari pasangan Sofwat-Halim. Dijawabnya bahwa keseriusan pasangan ini diapresiasi baiknya. Namun ditegaskannya bahwa semua keputusan dan ketetapan akan ditentukan oleh DPP.

Lalu, pihaknya sendiri mengatakan akan menyambut hangat semua Bapaslon yang datang. Hal ini terangnya menunjukkan keseriusan Parpol dalam melakukan tahapan penjaringan yang profesional.

"Untuk SK kita belum bisa pastikan kapan. Kita di DPD akan bertugas sesuai dengan apa yang sudah diinstruksikan," responsnya.

Lalu, mengenai pernyataan pasangan Nadjmi-Jaya yang menonjolkan modalnya dari hasil survei sebuah lembaga. Emi memang menyebut bahwa hasil survei juga jadi pertimbangan dalam penetapan pasangan yang diusung.

"Tapi memang ada beberapa poin yang dijadikan pertimbangan. Salah satunya memang hasil survei ini, jadi secara aturan sah-sah saja hasil survei dimasukkan oleh Bapaslon sebagai data pendukung," ujarnya.

Soal seberapa penting survei ini, Emi menjawab diplomatis. Sebab pihaknya terangnya juga menggelar survei internal parpol sendiri di daerah-daerah yang menggelar Pilkada.

"Ya tentu berpengaruh, tetapi ada poin lainnya juga. Nah salah satu yang tidak kalah penting adalah soal komitmen antara pasangan dengan Parpol, bagaimana nanti kita bisa diberi ruang dan panggung ke depannya," tegasnya.

Menanggapi terkait modal yang juga diutarakan oleh pasangan Aditya-Iwansyah. Emi tak menampik bahwa peta koalisi parpol khususnya yang sudah menerbitkan SK oleh parpol juga jadi bagian penting.

"Karena PAN hanya ada dua kursi, nah maka kita juga akan melihat rekomendasi ataupun SK dari parpol lain. Sehingga untuk mengusung pasangan yang dilihat dari jumlah kursi itu bisa terpenuhi," tanggapnya.

Namun, berbicara soal koalisi parpol. Emi menyebut jika poros koalisi di level Pilgub Kalsel juga akan jadi pertimbangan yang cukup penting. Apalagi mengingat katanya bahwa Ketua DPW PAN Kalsel yakni Muhidin disebut akan maju di kontestasi Pilgub yang berbarengan dengan Pilwali atau Pilbup juga.

"PAN ini kan Pak Muhidin akan maju di Pilkada. Faktor dari poros koalisi Pilgub yang turut mengusung Pak Muhidin ini akan kira sinkronkan dan juga akan berpengaruh nantinya pada kampanye, jadi ini salah satu yang penting," pungkasnya. (rvn/ram/ema)


BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 10:49
Pemko Banjarbaru

Pemko Banjarbaru Komitmen Dukung Pembangunan Kampus UIN Antasari

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan menghadiri kegiatan…

Senin, 16 Desember 2019 10:46
PARLEMENTARIA

Terus Galakkan Sosialisasi Penyakit Hepatitis A

BANJARBARU - Kasus virus hepatitis A yang menyerang puluhan siswa…

Senin, 16 Desember 2019 10:13
Pemkab Tanah Laut

Peringati Harjad Tala dan Bumi Makmur Dengan Berselawat

PELAIHARI - Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut (Tala)…

Senin, 16 Desember 2019 10:12
Pemkab Tanah Laut

Pendiri Tala Diabadikan Nama Ruangan RSUD Beojasin

PELAIHARI - Untuk mengenang jasa dari para tokoh pendiri Kabupaten…

Senin, 16 Desember 2019 10:11
Pemkab Tanah Laut

Gedung Baru RSUD H Boejasin Diresmikan

PELAIHARI - Bupati Tanah Laut (Tala) Sukamta meresmikan sekaligus menghadiri…

Minggu, 15 Desember 2019 16:04
Pemkab Balangan

KPU Balangan Launching Maskot Dan Jingle Pilkada 2020

PARINGIN – Tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Balangan, dimulai…

Minggu, 15 Desember 2019 12:04

Musim Hujan, Kalsel Waspada Bencana Alam, Awal Januari Satgas Banjir Dibentuk

Masuknya musim hujan di beberapa daerah, membuat Badan Penanggulangan Bencana…

Minggu, 15 Desember 2019 11:52

Besok, Pengumuman Seleksi CPNS

BANJARBARU - Siap-siap bagi para pelamar calon pegawai negeri sipil…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:26

Komisi II Tolak Hibah PDAM

BANJARMASIN – Tidak mudah ternyata meminta Pemprov Kalsel menghibahkan sahamnya…

Sabtu, 14 Desember 2019 03:23

Pemko Pikirkan Pakaian Honorer, Jenis dan Warnanya Digodok Bagian Organisasi

BANJARMASIN - Terkait pakaian tenaga kerja honor di lingkungan Pemko…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.