MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 02 Desember 2019 12:51
Mengaku Bertemu Nabi Gaib, Nasrudin Ajarkan Salat dan Adzan Berbahasa Indonesia
KONTROVERSIAL: Kalimat dalam selebaran ajaran Nasruddin. | Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, “Aku bersaksi tiada disembah kecuali Allah dan aku bersaksi Nasruddin yang diperintah Allah,”

Itulah kalimat persaksian dalam sejumlah poin baiat atau sumpah, yang tertera di salah satu lembaran kertas panduan. Selebaran itu pula, yang diberikan Nasruddin kepada para jemaah di pengajiannya. Dikonfirmasi Radar Banjarmasin terkait sejumlah selebaran tersebut, pada Jumat (29/11), Nasruddin, pun membenarkannya.

Baca dulu: Wawancara dengan Nasruddin, "Sang Nabi" dari Kakahan

“Iya, betul. Selebaran ini dari saya,” ucapnya.

Nasruddin, saat itu mengaku tak tahu menahu, mengapa selebaran itu bisa sampai bisa keluar. Menurutnya, selebaran itu hanya diperuntukkan bagi para jemaahnya saja.

Sehari sebelumnya. Kamis (29/11), penulis juga menghubungi salah seorang jemaah Nasruddin. Dia mengakui, kalimat persaksian tadi, dibacanya pada saat pertama kali dibaiat menjadi jemaah Nasruddin.

“Selain kalimat persaksian itu, dalam selebaran ada juga doa atau selawat yang bertuliskan Ya Allah limpahkanlah keberkahanmu kepada pembimbing kami Nasruddin,” tutur pemuda asal Barabai, yang tak ingin identitasnya dibeberkan. Meski begitu, dia tak keberatan jika penulis menuliskannya dengan nama Kumbang.

Kumbang menuturkan, keinginannya menjadi jemaah Nasruddin, tak lebih dari sekadar penasaran dengan apa yang diajarkan Nasruddin. Namun, untuk menjadi jemaah ternyata tak semudah yang dibayangkannya.

Di awal sebelum pengajian dimulai, terlebih dahulu dia dicecar sejumlah pertanyaan. Mulai dari nama, tempat tinggal dan lain-lain. Hingga akhirnya, dia dibaiat atau disumpah menghadap Nasruddin. Membelakangi sejumlah jemaah yang hadir. Proses itu, menjadi syarat wajib untuk menjadi jemaah Nasruddin.

“Saya sempat enam bulan aktif mengikuti pengajian,” ungkapnya.

Ada pun jadwal pengajian yang digelar, yakni pada Senin malam, dan Kamis malam. Itu, dengan materi pengajian yang ringan-ringan. Dan pada umumnya, diperuntukkan hanya bagi jemaah yang baru bergabung.

“Selain itu, ada lagi pengajian yang jadwalnya Jumat malam, isi pengajiannya berat-berat. Dan yang mengikutinya, jemaah yang sudah lama bergabung. Saya juga sesekali mengikuti pengajian di jadwal itu,” urainya.

Kumbang juga menuturkan. Baik di saat pembaiatan, pengajian, mau pun pada saat adzan dan salat, semuanya dilakukan dengan berbahasa Indonesia. Terkhusus untuk salat Jumat, itu dilakukan di sebuah tempat sendiri. Yakni, sebuah pondokan berbahan semen yang letaknya berada di tengah-tengah area persawahan di ujung desa.

“Kalimat syahadat pun sudah diganti. Menjadi seolah-olah Nasruddin adalah seorang Nabi,” bebernya.

Dia menambahkan, bahwa Nasruddin, juga pernah menceritakan kepadanya kalau didatangi Nabi Gaib atau Malaikat Jibril, diturunkan Wahyu, hingga diutus oleh Allah.

“Nasruddin, juga sangat baik terhadap jemaah. Di antaranya dia kerap menawarkan bantuan apabila saya perlu sesuatu,” tuntasnya. (war/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 07:51

Ungkap Sabu Jaringan Internasional, Sahbirin Noor Puji Kinerja Polda Kalsel

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor memuji Keberhasilan Dit…

Selasa, 21 Januari 2020 07:47

Mati Lampu, Warga Berhak Kompensasi, Praktisi Hukum: Semoga Masyarakat Gugat PT PLN Kalsel-Teng, Akan Kami Bantu

BANJARMASIN - Dampak pemadaman aliran listrik Minggu (19/1) kemarin, diharap…

Selasa, 21 Januari 2020 07:36

Pilkada 2020 Sebentar Lagi, KPU Ingatkan Cuti Petahana

BANJARMASIN – Bagi kepala daerah yang tahun ini kembali bertarung…

Selasa, 21 Januari 2020 07:29

Rp50 Miliar Sudah Dianggarkan untuk Pelebaran Jalan Handil Bakti, Tapi Masih Terkendala Pembebasan Lahan

\BANJARMASIN – Meski Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah…

Selasa, 21 Januari 2020 07:26

Sempat Nyatakan Tak Ingin Maju Pilkada Lagi, Guru Khalil Berubah Pikiran

MARTAPURA - Bupati Banjar H Khalilurrahman sepertinya berubah pikiran. Setelah…

Selasa, 21 Januari 2020 07:20

Parkir Motor RS Idaman Belum Ramah Pengguna: Tanpa Selasar, Pengunjung Basah Kehujanan

BANJARBARU - Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru jadi…

Selasa, 21 Januari 2020 07:15

Kurangi Kantong Plastik, DLH Bagi Bakul di Pasar Tradisional

BANJARMASIN - Pemko melanjutkan program pengurangan pemakaian kantong plastik di…

Selasa, 21 Januari 2020 07:00

Rawan Tergusur Pembangunan, 4 Sungai akan Dipasang Patok Beton

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…

Selasa, 21 Januari 2020 06:58

Kaum Buruh Unjuk Rasa, Tolak Omnibus Law

BANJARMASIN - Rencana Undang-Undang Omnibus Law yang berhubungan dengan ketenagakerjaan…

Selasa, 21 Januari 2020 06:55

Masih Banyak Warga Buang Sampah Tak Tepat Waktu, TPS Bakal Dirazia Lagi

BANJARMASIN - Masih banyaknya warga kota yang membuang sampah di…

Lantik Puluhan Kades, Bupati Wahid: Kades Sangat Strategis

Tak Punya Sirkuit, Pembalap Batola Gelar Latihan Bersama di Halaman Gedung Serbaguna

Ungkap Sabu Jaringan Internasional, Sahbirin Noor Puji Kinerja Polda Kalsel

Mati Lampu, Warga Berhak Kompensasi, Praktisi Hukum: Semoga Masyarakat Gugat PT PLN Kalsel-Teng, Akan Kami Bantu

Surat Penyidikan Sudah Terbit, Ketua KPU Banjarmasin Dipanggil Polisi

Pilkada 2020 Sebentar Lagi, KPU Ingatkan Cuti Petahana

Rp50 Miliar Sudah Dianggarkan untuk Pelebaran Jalan Handil Bakti, Tapi Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Sempat Nyatakan Tak Ingin Maju Pilkada Lagi, Guru Khalil Berubah Pikiran

Ketika Inul Daratista Diberi Pilihan: Cari Uang atau Punya Anak..?

Parkir Motor RS Idaman Belum Ramah Pengguna: Tanpa Selasar, Pengunjung Basah Kehujanan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers