MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 03 Desember 2019 12:07
MIRIS..! 135 Anak Sudah Jadi Korban Kekerasan di Banua, Sebagian Besar Terjadi di Dalam Rumah Tangga

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih marak terjadi di Banua. Saban tahun, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kalsel selalu menemukan ratusan kasus. Di mana, sebagian besar justru terjadi di dalam rumah tangga.

Untuk tahun ini, DPPA Kalsel mencatat dari Januari sampai Oktober sudah ada 188 kasus kekerasan yang mereka terima. Dari jumlah itu, 66 persen diantaranya terjadi di lingkungan keluarga atau KDRT (kekerasan dalam rumah tangga).

Sedangkan untuk korbannya, jumlahnya tercatat 214 orang dari 188 kasus yang diterima tahun ini. Ironisnya, sebagian besar korban merupakan anak-anak dengan total 135. Sedangkan, 65 diantaranya perempuan dan 14 sisanya, laki-laki.

Kepala DPPA Kalsel Husnul Hatimah mengatakan, dari data kasus yang mereka terima itu, dapat disimpulkan bahwa perempuan dan anak masih menjadi korban utama dalam tindak kekerasan. "Yang disayangkan, kekerasan yang mereka terima justru masih banyak dari lingkungan keluarga (KDRT)," katanya.

Dia mengungkapkan, dari 188 kasus kekerasan yang masuk ke mereka, 74 diantaranya merupakan KDRT. "Untuk kasus KDRT, perempuan yang paling banyak jadi korban. Dari 74 kasus, 61 korbannya adalah perempuan," ungkapnya.

Kasus KDRT sendiri Husnul menyebut paling banyak ditemukan di Kabupaten Tanah Laut dan Banjarmasin. Namun, dirinya lupa berapa rincian jumlah kasus di dua daerah itu. "Datanya ada di kantor," sebutnya.

Mengenai jenis kekerasan yang dialami korban, dia menuturkan, sebagian besar korban mengalami kekerasan fisik dan psikologis. Bahkan, adapula yang menderita kekerasan seksual.

Faktor yang melatarbelakangi terjadinya kekerasan sendiri menurut Husnul cukup banyak. Bisa disebabkan oleh lingkungan, pendidikan, ekonomi hingga pernikahan dini.

"Pernikahan dini yang biasanya jadi faktor KDRT. Karena, mereka belum siap untuk berumah tangga sehingga ego antara suami dan istri masih tinggi lalu terjadilah perkelahian," jelasnya.

Maka dari itu, dia menyampaikan bahwa pihaknya selalu gencar memberikan penyuluhan untuk menyadarkan masyarakat supaya pola pikir mengenai kekerasan dapat ditekan.

"Kami juga mengajak semua lintas sektor dan pelaku untuk berupaya melakukan pencegahan terjadinya KDRT, karena banyak anak dan perempuan jadi korban," ucapnya.

Secara terpisah, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Kalsel, Fathurrahman, menjelaskan bahwa kasus kekerasan anak dan perempuan masih jadi perhatian serius bagi pemerintah untuk menanggulanginya.

"Fenomena ini seperti gunung es, harus segera ditangani supaya tidak ada lagi anak-anak dan perempuan yang jadi korban," jelasnya.

Menurutnya, upaya DPPA Kalsel sudah cukup maksimal. Hal itu dapat dilihat dari jumlah kasus kekerasan setiap tahunnya cenderung menurun.

"Sebenarnya cenderung ada penurunan, walaupun kalau dibandingkan dengan tahun lalu ada kenaikan," ujarnya.

Berdasarkan data DPPA Kalsel, kasus kekerasan di Banua pada 2019 dan 2018 memang mengalami kenaikan. Yakni, dari 146 jadi 188. Namun, pada tahun lalu sempat mengalami penurunan dibandingkan dengan 2017 yang mencapai 161 kasus. (ris/ema)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 08:46

Sempat Kejar-kejaran Dengan Terduga Pelaku Penyetruman

RANTAU - Penangkapan ikan menggunakan alat setrum marak terjadi di…

Senin, 20 Januari 2020 08:14

Sudah 30 Kepala Badut Diamankan, Tapi Masih Ada yang Nekat Beroperasi di A Yani

BANJARBARU - Meski sudah sering ditindak oleh Satpol PP Banjarbaru,…

Senin, 20 Januari 2020 08:11

Balap Liar di Kawasan Murjani, 81 Remaja dan 59 Ranmor Diamankan

BANJARBARU - Setelah mengamankan 165 pelajar yang diduga terlibat melakukan…

Senin, 20 Januari 2020 07:35

Gemparkan Sungai Andai, Anto Tergeletak Tanpa Busana di Kamar Mandi

BANJARMASIN - Warga Jalan Mutiara Raya RT 26 Sungai Andai…

Senin, 20 Januari 2020 07:25

Disergap di Tepi Jalan, Warga Tapin Utara ini Tertunduk Malu

RANTAU - Hanya bisa tertunduk malu. Begitulah Muchsyar Gandhi di…

Senin, 20 Januari 2020 07:24

Bawa Kabur Mobil, Ditangkap di Kaltim

AMUNTAI - Akibat ingin mendapat uang secara instan, segala cara…

Minggu, 19 Januari 2020 00:44

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

BANJARMASIN - Kabar dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh Ketua…

Minggu, 19 Januari 2020 00:38

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

BANJARBARU - Deru suara knalpot motor terdengar saling bersahutan di…

Minggu, 19 Januari 2020 00:32

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

BANJARMASIN - Warga Teluk Dalam geger. Ular piton sepanjang 3,2…

Minggu, 19 Januari 2020 00:24

Motor Curian, Digadaikan

BANJARMASIN - M Firdaus (27) dan Ahmad Fauzi (40) harus…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers