MANAGED BY:
KAMIS
30 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 03 Desember 2019 12:14
Kalau Dipaksakan Selesai Akhir Tahun, Dewan Khawatirkan Kualitas Proyek
BAKAL MOLOR: Jembatan Sungai Lulut baru mulai dikerjakan di akhir tahun karena terkendala pembebasan lahan. | Dok/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Tahun anggaran 2019 memasuki bulan akhir. Beberapa proyek infraastruktur masih belum selesai. Meski, Pemprov Kalsel mengklaim realisasi fisik pekerjaan infrastruktur sudah mencapai 90 persen, banyak pihak mengkhawatirkan pengejaran tenggat akan berakibat pada kualitas pekerjaan.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Sahrujani mengatakan sisa pekerjaan di tenggat waktu, jangan dilaksanakan asal-asalan. Hal ini pasalnya biasa dilakukan kontraktor demi mengejar tenggat sebelum akhir tahun.

“Jangan sampai asal-asalan menuntaskan yang berdampak pada kualitas. Kami tak ingin ini terjadi,” ucap Sahrujani kemarin.

Jika hal ini ini terjadi sebutnya, bukan hanya uang negara yang digelontorkan sia-sia, tapi juga masyarakat yang dirugikan karena fasilitas publik yang dirasakan tak sesuai harapan. “Kami apresiasi realisasi fisik yang sudah 90 persen. Tapi kami perlu mengingatkan sisa pekerjaan jangan sampai seadanya demi mengejar target,” ujar politis Partai Golkar itu.

Kepala Badan Perencanaan Daerah Prov Kalsel Nurul Fajar Desira mengakui masih ada beberapa proyek pekerjaan yang perlu digenjot maksimal di sisa waktu yang hanya efektif beberapa pekan ini. "Tapi Insya Allah akhir tahun bisa rampung semua,” terang kemarin. 

Proyek-proyek yang masih belum maksimal ini ujar Fajar, lantaran sempat terkendala dengan pembebasan lahan. Faktor ini hampir terjadi setiap tahun lantaran masih ada warga yang terdampak belum menerima nilai ganti rugi yang ditawarkan.

Persolan lahan ini pun sebutnya tak melulu soal ganti rugi, ada pula kendala lain seperti pemilik lahan tersebut sangat susah dicari keberadaanya. “Padahal tender dilakukan sejak awal tahun. Tapi ada saja kendala di lapangan yang membuat pekerjaan tertunda,” tuturnya.

Dia memberi contoh seperti melakukan pergantian jembatan Sungai Gardu dan Sungai Lulut. Pemprov dan pekerja proyek sebutnya harus memutar otak untuk menyelesaikan pekerjaan lantaran lahan tak selesai dibebaskan.

Selain itu, yang perlu dikebut juga adalah pembuatan jalan alternatif menuju makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kelampayan) yang saat ini tengah dilakukan pengerasan.

“Pembebasan lahan di kawasan ini juga yang sempat alot. Tapi alhamdulillah sekarang sudah dikerjakan pengerasan,” sebut Fajar.

Menurutnya, persentase yang sudah mencapai 90 persen ini menunjukkan pekerjaan yang dibiayai APBD 2019 ini berjalan normal dan sangat maksimal. Berbeda jika di akhir tahun anggaran seperti sekarang, realisasinya hanya berkisar 75 persen.

“Setelah dievaluasi triwulan I dan II lalu, realisasi pekerjaan fisik menunjukkan tren yang meningkat,” imbuhnya.

Fajar menyebut, untuk infrastruktur jalan yang sudah tuntas diantaranya adalah, Jalan Lontar Kotabaru, Jalan Mentewe Tanah Bumbu dan Jalan akses menuju TPA Regional di Banjarbaru.

Sementara, untuk fisik bangunan Fajar mengatakan seperti taman nol kilometer di Jalan Sudirman Banjarmasin dan tahap pertama pondasi atau struktur bangunan tribun VVIP Stadion 17 Mei Banjarmasin.

“Memang sekarang belum terlihat. Karena pekerjaannya per tahapan. Tahun depan akan dilanjutkan lagi sesuai ketersediaan dana,” tandasnya.

Terpisah, pengamat tata kota, Nanda Febryan Pratamajaya khawatir kualitas hasil pekerjaan menjadi tak optimal ketika kontraktor mengejar tutup tahun anggaran. “Ini perlu pengawasan, dan jangan sampai asal-asalan demi mengejar pekerjaan,” ucap Nanda. 

Meski demikian, dia menyebut, sebenarnya perlu dilihat juga proyek per proyek. Apakah sudah sesuai time schedulenya atau terjadi karena pekerjaan menumpuk di akhir tahun. “Ini yang biasanya tak diketahui masyarakat. Bisa saja proyek tersebut dikerjakan bertahap,” tukasnya.

Soal pembebasan lahan yang menjadi salah satu faktor, dia mengatakan harusnya disusun secara matang terlebih dahulu agar persoalan ini tak terjadi. “Memang di satu sisi ingin cepat demi kenyamanan masyarakat. Tapi di sisi lain terjadi hal demikian,” sebutnya.

Idealnya sebut jebolan Universitas Brawijaya (UB) Malang itu, di rentang wakti Januari-Februari, proyek infrastruktur sudah bisa berkontrak. Atau sedini mungkin. Sehingga penyelesaian proyek tak molor ke akhir tahun.

“Tapi memang pasti ada faktor lain, salah satunya adalah pembebasan lahan. Ini bisa diantisipasi di tahun sebelumnya,” tandasnya. (mof/ay/ran/ema)


BACA JUGA

Rabu, 29 Januari 2020 17:59

Dibatasi Gunakan Handphone, Karyawan PT SIS Mengadu ke Disnaker

TANJUNG  - Sejumlah karyawan PT Sapta Indera Sejati mengadukan aturan…

Rabu, 29 Januari 2020 17:54

Ketua PKK HSU Hj Anisah Wahid Kenalkan 'SINTARI'

AMUNTAI -- Peringatan Hari Gizi Nasional ke- 60 tahun 2020,…

Rabu, 29 Januari 2020 15:39
PARLEMENTARIA

Legislatif Konsultasikan Penggunaan Dana Desa ke Pusat

PARINGIN – Anggota DPRD Kabupaten Balangan, belum lama tadi melakukan…

Rabu, 29 Januari 2020 11:57

Ingin Maju di Pilgub Kalsel, Edi Suryadi Incar Jalur Perseorangan

BANJARMASIN – Digadang tak ada yang berminat mencalonkan diri sebagai…

Rabu, 29 Januari 2020 11:48

2020, UN Terakhir

BANJARBARU - Kurang dari dua bulan ujian nasional (UN) untuk…

Rabu, 29 Januari 2020 11:10

Rambu Sering Eror, Sistem Buka Tutup Diberlakukan di Km 33

BANJARBARU - Akibat sering mengalami gangguan atau eror. Traffic Light…

Rabu, 29 Januari 2020 10:51

Meski Sudah Tiba, Bus Trans Banjarmasin Belum Tentukan Jadwal Beroperasi

BANJARMASIN - Bus Trans Banjarmasin (BTB) sudah tiba di kota…

Rabu, 29 Januari 2020 10:47

Dapat Apresiasi, Disdukcapil Perlu Menambah Loket

BANJARMASIN - Komisi I DPRD Banjarmasin mengapresiasi pelayanan yang diberikan…

Rabu, 29 Januari 2020 10:42

Kejati Sempat Terlena; Raih WBK, Incar WBBM

BANJARMASIN - Kejaksaan Tinggi Kalsel meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi…

Rabu, 29 Januari 2020 10:40

Dinkes Imbau Jangan Ikut Heboh Corona, DPRD: Dinkes Harus Waspada

BANJARMASIN - Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi meminta warga…

Dibatasi Gunakan Handphone, Karyawan PT SIS Mengadu ke Disnaker

Ketua PKK HSU Hj Anisah Wahid Kenalkan 'SINTARI'

Legislatif Konsultasikan Penggunaan Dana Desa ke Pusat

Merusak Mesin ATM, 2 Pemuda Menyerahkan Diri Bersama Keluarganya

Reguler di Tahun ini, Taman Budaya akan Gelar Musik Panting di Kiram

Bertemu Setelah 30 Tahun Kehilangan Anaknya di Arab, Tangis Siti Aisyah Pecah

Bupati Banjar Berencana Pamerkan Barang Peninggalan Nabi, Saifullah Ragukan Keaslian Artefak

Ingin Maju di Pilgub Kalsel, Edi Suryadi Incar Jalur Perseorangan

Kasus Asusila, Status Gusti Makmur Tunggu DKPP

2020, UN Terakhir
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers