MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 03 Desember 2019 12:28
Tengkorak Manusia Purba Ditemukan di Kotabaru, Buktikan di Banua Juga Ada Kehidupan Prasejarah
BUKTI BARU: Para Arkeolog dari Balai Arkeologi Banjarmasin saat melakukan penelitian di Kotabaru beberapa waktu lalu. Mereka menemukan kerangka manusia purba. | Balai Arkeologi Banjarmasin for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Bukti adanya kehidupan prasejarah di Banua terus bertambah. Tahun ini, Balai Arkeologi Banjarmasin kembali menemukan bukti baru melalui penelitian yang mereka lakukan.

Penelitian tahun ini sendiri difokuskan di kawasan Pegunungan Meratus di Kabupaten Kotabaru. Di mana, di sana tim arkeolog menemukan sejumlah peninggalan kehidupan di masa lampau.

Salah seorang peneliti dari Balai Arkeologi Banjarmasin, Nia Marniati mengatakan, bukti kehidupan prasejarah yang mereka temukan di Kotabaru ada bermacam-macam. Mulai dari gambar cadas, alat batu, gigi manusia hingga kerangka manusia.

"Semua temuan itu kami temukan di dalam goa. Total, ada sekitar 13 goa di Kotabaru terdapat bukti-bukti kehidupan prasejarah," katanya kepada Radar Banjarmasin, baru-baru tadi.

Dia mengungkapkan, goa-goa tersebut mereka temukan berada di Kecamatan Kelumpang Barat dan Kelumpang Hulu. "Sebagian besar goa hanya kami temukan gambar cadas, berupa tapak tangan, perahu dan manusia. Hanya, ada satu goa yang ada kami temukan kerangka manusia," ungkapnya.

Disampaikannya, kerangka manusia mereka temukan di salah satu goa yang ada di Kecamatan Kelumpang Hulu. "Kerangka yang kami temukan utuh. Berdasarkan hasil penanggalan radiokarbon, kerangka itu hidup di tahun 530 Masehi. Sementara rasnya kemungkinan besar Mongoloid," ucapnya.

Dia menambahkan, saat diukur panjangnya kerangka memiliki tinggi sama dengan manusia yang hidup pada zaman sekarang. Yakni, 165 sentimeter. "Jenis kelaminnya di perkirakan laki-laki dan diprediksi meninggal pada kisaran usia 26 sampai 42 tahun," tambahnya.

Nia menduga goa tersebut pada zaman dulu dihuni oleh banyak orang, lantaran selain kerangka mereka juga menemukan beberapa gigi manusia. "Mungkin kerangka yang lain sudah rusak," bebernya.

Lanjutnya, kerangka yang mereka temukan tersebut saat ini masih berada di goa dan belum mereka bawa karena masih dilakukan penelitian. "Mungkin nanti kalau sudah bisa kita bawa, kerangka itu akan dicetak untuk membuat tiruannya," ucapnya.

Selain kerangka, dia mengungkapkan dalam penelitian yang mereka lakukan Juli hingga Agustus 2019 itu juga ditemukan sejumlah alat berburu dari batu. Serta gambar cadas berupa kapal dan manusia. "Arti dalam gambar cadas berupa perahu itu mungkin keyakinan mereka, yakni simbol pengantar ke alam roh," ucapnya.

Sedangkan untuk gambar berupa tapak tangan, Nia menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa menjelaskan artinya. "Karena di Kalsel, tapak tangan itu diduga tidak ada. Tapi, ternyata ada. Sebelumnya hanya ditemukan di Irian Jaya dan Sulawesi," paparnya.

Gambar tapak yang ditemukan sendiri, dia menyebut ada dua jenis warna. Ada yang merah dan juga hitam. "Merah itu kemungkinan mereka buat dari batu. Sedangkan yang hitam dari arang," sebutnya.

Sementara itu, Warsito yang juga sebagai peneliti di Badan Arkeologi Banjarmasin menyampaikan, kerangka manusia prasejarah yang ditemukan di Kotabaru menjadi temuan yang ke empat. Di mana, sebelumnya juga ditemukan satu kerangka di Tabalong dan dua di Mantewe, Tanah Bumbu.

"Kerangka sama-sama ditemukan di daerah Pegunungan Meratus. Maka dari itu, tahun ini penelitian dilanjutkan di sana tapi ke daerah Kotabaru," ucapnya.

Dia mengungkapkan, kerangka manusia purba pertama kali mereka temukan pada tahun 1994 di Tabalong. "Saat itu hanya berupa tulang dan kondisinya sangat rapuh sehingga tidak bisa diangkat," ungkapnya.

Agar kerangka bisa diangkat, tim peneliti kemudian memberinya zat pengawet setelah berhasil mengidentifikasinya. "Perlu waktu tiga tahun untuk bisa menguatkan kerangka tersebut, sehingga setelah kami beri pengawet kerangka kami tinggal dan dititipkan ke aparat desa," kata Warsito.

Lanjutnya, lima tahun kemudian tepatnya pada 1999 tim datang lagi ke lokasi penemuan kerangka, sayangnya ternyata kerangka itu sudah tidak ada.

"Sepertinya kerangka tercampur dengan kotoran kelelawar, kemudian terangkut oleh masyarakat yang menambang batukapur di sana. Mungkin masyarakat tidak tahu kalau di sana ada kerangka tersebut. Sebab, kami hanya memberitahu ke aparat desa," ujarnya.

Sedangkan, kerangka di Mantewe, Tanah Bumbu dia menyebut ditemukan di dua tempat. Yakni, di Liang Ulin 2 pada 2012 dan di Liang Bangkai pada 2010. "Kedua kerangka ini hingga kini masih ada di lokasi, karena masih akan dilakukan penelitian," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 30 Januari 2020 11:43

HPN 2020 di Kalsel, Jokowi Bakal Tanam Pohon di Forest City

Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini, pada 6…

Kamis, 30 Januari 2020 11:15

Gotong Royong, Warga Tapin Pasang Lampu Hias di Jalur Menuju Haul

RANTAU - Inisiatif warga Jalan Cangkring Kelurahan Rantau Kanan Kecamatan…

Rabu, 29 Januari 2020 12:19

Reguler di Tahun ini, Taman Budaya akan Gelar Musik Panting di Kiram

BANJARMASIN - Unit Pelayanan Teknis Dinas Taman Budaya (UPTD Tambud)…

Rabu, 29 Januari 2020 11:59

Bupati Banjar Berencana Pamerkan Barang Peninggalan Nabi, Saifullah Ragukan Keaslian Artefak

MARTAPURA - Bupati Banjar, Khalilurrahman berencana memamerkan barang-barang peninggalan Nabi…

Rabu, 29 Januari 2020 09:27
Dafam Q Hotel

Ratusan Anak Peringati HGN di Dafam

BANJARBARU - Hari Gizi Nasional (HGN) ke-60 diperingati setiap 25…

Selasa, 28 Januari 2020 15:54

Siapkan Mahasiswa Magang Tiga Semester, ULM Dukung Program Menteri Nadiem Makarim

BANJARMASIN - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memperpanjang…

Selasa, 28 Januari 2020 10:44

Ingin Punya Anak Tapi Tak Ada Biaya, Pakar Bayi Tabung ini Beri Solusi Paling Mudah

Hadirnya seorang anak di tengah keluarga menjadi anugerah tak ternilai.…

Selasa, 28 Januari 2020 09:57

Datangi SMK, Agar Pelajar Tak Terjerumus Narkoba

BANJARMASIN - Tim Dokkes Polda Kalsel menyambangi SMKN 4 Banjarmasin…

Selasa, 28 Januari 2020 09:56

Semakin Sukses dan Diberkahi

BANJARMASIN- Kemarin menjadi hari yang spesial bagi seluruh karyawan Radar…

Selasa, 28 Januari 2020 09:53

Tingkatkan Kemampuan, 35 Penyidik Polresta Banjarmasin Dilatih

BANJARMASIN - Demi meningkatkan kemampuan SDM Polresta Banjarmasin, digelar pelatihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers