MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Selasa, 03 Desember 2019 12:28
Tengkorak Manusia Purba Ditemukan di Kotabaru, Buktikan di Banua Juga Ada Kehidupan Prasejarah
BUKTI BARU: Para Arkeolog dari Balai Arkeologi Banjarmasin saat melakukan penelitian di Kotabaru beberapa waktu lalu. Mereka menemukan kerangka manusia purba. | Balai Arkeologi Banjarmasin for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Bukti adanya kehidupan prasejarah di Banua terus bertambah. Tahun ini, Balai Arkeologi Banjarmasin kembali menemukan bukti baru melalui penelitian yang mereka lakukan.

Penelitian tahun ini sendiri difokuskan di kawasan Pegunungan Meratus di Kabupaten Kotabaru. Di mana, di sana tim arkeolog menemukan sejumlah peninggalan kehidupan di masa lampau.

Salah seorang peneliti dari Balai Arkeologi Banjarmasin, Nia Marniati mengatakan, bukti kehidupan prasejarah yang mereka temukan di Kotabaru ada bermacam-macam. Mulai dari gambar cadas, alat batu, gigi manusia hingga kerangka manusia.

"Semua temuan itu kami temukan di dalam goa. Total, ada sekitar 13 goa di Kotabaru terdapat bukti-bukti kehidupan prasejarah," katanya kepada Radar Banjarmasin, baru-baru tadi.

Dia mengungkapkan, goa-goa tersebut mereka temukan berada di Kecamatan Kelumpang Barat dan Kelumpang Hulu. "Sebagian besar goa hanya kami temukan gambar cadas, berupa tapak tangan, perahu dan manusia. Hanya, ada satu goa yang ada kami temukan kerangka manusia," ungkapnya.

Disampaikannya, kerangka manusia mereka temukan di salah satu goa yang ada di Kecamatan Kelumpang Hulu. "Kerangka yang kami temukan utuh. Berdasarkan hasil penanggalan radiokarbon, kerangka itu hidup di tahun 530 Masehi. Sementara rasnya kemungkinan besar Mongoloid," ucapnya.

Dia menambahkan, saat diukur panjangnya kerangka memiliki tinggi sama dengan manusia yang hidup pada zaman sekarang. Yakni, 165 sentimeter. "Jenis kelaminnya di perkirakan laki-laki dan diprediksi meninggal pada kisaran usia 26 sampai 42 tahun," tambahnya.

Nia menduga goa tersebut pada zaman dulu dihuni oleh banyak orang, lantaran selain kerangka mereka juga menemukan beberapa gigi manusia. "Mungkin kerangka yang lain sudah rusak," bebernya.

Lanjutnya, kerangka yang mereka temukan tersebut saat ini masih berada di goa dan belum mereka bawa karena masih dilakukan penelitian. "Mungkin nanti kalau sudah bisa kita bawa, kerangka itu akan dicetak untuk membuat tiruannya," ucapnya.

Selain kerangka, dia mengungkapkan dalam penelitian yang mereka lakukan Juli hingga Agustus 2019 itu juga ditemukan sejumlah alat berburu dari batu. Serta gambar cadas berupa kapal dan manusia. "Arti dalam gambar cadas berupa perahu itu mungkin keyakinan mereka, yakni simbol pengantar ke alam roh," ucapnya.

Sedangkan untuk gambar berupa tapak tangan, Nia menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa menjelaskan artinya. "Karena di Kalsel, tapak tangan itu diduga tidak ada. Tapi, ternyata ada. Sebelumnya hanya ditemukan di Irian Jaya dan Sulawesi," paparnya.

Gambar tapak yang ditemukan sendiri, dia menyebut ada dua jenis warna. Ada yang merah dan juga hitam. "Merah itu kemungkinan mereka buat dari batu. Sedangkan yang hitam dari arang," sebutnya.

Sementara itu, Warsito yang juga sebagai peneliti di Badan Arkeologi Banjarmasin menyampaikan, kerangka manusia prasejarah yang ditemukan di Kotabaru menjadi temuan yang ke empat. Di mana, sebelumnya juga ditemukan satu kerangka di Tabalong dan dua di Mantewe, Tanah Bumbu.

"Kerangka sama-sama ditemukan di daerah Pegunungan Meratus. Maka dari itu, tahun ini penelitian dilanjutkan di sana tapi ke daerah Kotabaru," ucapnya.

Dia mengungkapkan, kerangka manusia purba pertama kali mereka temukan pada tahun 1994 di Tabalong. "Saat itu hanya berupa tulang dan kondisinya sangat rapuh sehingga tidak bisa diangkat," ungkapnya.

Agar kerangka bisa diangkat, tim peneliti kemudian memberinya zat pengawet setelah berhasil mengidentifikasinya. "Perlu waktu tiga tahun untuk bisa menguatkan kerangka tersebut, sehingga setelah kami beri pengawet kerangka kami tinggal dan dititipkan ke aparat desa," kata Warsito.

Lanjutnya, lima tahun kemudian tepatnya pada 1999 tim datang lagi ke lokasi penemuan kerangka, sayangnya ternyata kerangka itu sudah tidak ada.

"Sepertinya kerangka tercampur dengan kotoran kelelawar, kemudian terangkut oleh masyarakat yang menambang batukapur di sana. Mungkin masyarakat tidak tahu kalau di sana ada kerangka tersebut. Sebab, kami hanya memberitahu ke aparat desa," ujarnya.

Sedangkan, kerangka di Mantewe, Tanah Bumbu dia menyebut ditemukan di dua tempat. Yakni, di Liang Ulin 2 pada 2012 dan di Liang Bangkai pada 2010. "Kedua kerangka ini hingga kini masih ada di lokasi, karena masih akan dilakukan penelitian," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 07:52

Haul Guru Diamankan 23.988 Petugas, Belum Termasuk 24 Ribu Relawan

MARTAPURA – Sebanyak 23.988 personel Petugs diterjunkan dalam Haul Guru…

Senin, 20 Januari 2020 06:38
PT Arutmin Indonesia

Arutmin Siap Bina Dewan Adat Dayak Satui

BATULICIN – Sebanyak 80 Pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) masa…

Minggu, 19 Januari 2020 00:42

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Gedung Biru Kantor Pusat Radar Banjarmasin didatangi rombongan dari MTsN…

Minggu, 19 Januari 2020 00:40

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

MARTAPURA - Kabupaten Banjar bakal memiliki tempat wisata baru. Sebab,…

Sabtu, 18 Januari 2020 16:29

Serbu Festival Durian, Jalan ke Kiram Macet Total

BANJARBARU – Jalan menuju Kiram Park pagi tadi (18/1) mendadak…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:48

Mereplika Lamborghini pun Tak Murah Juga

BANJARMASIN - Perdebatan soal Lamborghini asli atau kah KW di…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:45

H Jali: Biarkan Orang Mau Bilang Apa

KANDANGAN - Perbincangan soal penampakan mobil sport Lamborghini Huracan spyder…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:31

Melihat Aktivitas Kelas Tata Boga SMKN 2 Amuntai

Pelajar jurusan Tata Boga di SMKN 2 Amuntai ini mampu…

Rabu, 15 Januari 2020 10:52

Gembirakan Anak Yatim, Bunda Enik Mendongeng

BANJARBARU - Guna menggembirakan anak yatim, Griya Yatim & Dhuafa…

Selasa, 14 Januari 2020 18:45
PT PLN Kalselteng

Temukan Potensi Bahaya Listrik, Hubungi PLN 123

BANJARBARU – Cuaca ekstrim yang saat ini tengah melanda hampir…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers