MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Rabu, 04 Desember 2019 11:17
Alfurqan, Kitab Suci Pengikut 'Nabi dari HST', Kejiwaan Nasruddin Bakal Diperiksa
KITAB MODIFIKASI: Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo memperlihatkan Alfurqan, kitab suci milik Nasruddin yang dibuat sendiri dari kutipan Alquran. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BARABAI - Meski rumah kayu yang terletak di Desa Kahakan, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), sudah diberi garis polisi dan dijaga oleh personel bersenjata laras panjang, namun rasa penasaran masyarakat tetap tak terbendung. Mereka menonton penggeledahan di rumah Nasruddin, "Sang Nabi dari Kahakan" , Senin (2/12) malam.

Warga merubung meski tidak terlalu mendekati area kediaman Nasruddin (59). Imam ‘Ajaran Selamat’. Yang dinyatakan bertentangan dengan syariat Islam dan sesat menurut pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HST itu.

Puluhan personel dipimpin langsung oleh Kapolres HST Ajun Komisaris Besar Polisi Sabana Atmojo, melakukan penggeledahan di dua tempat di Desa Kahakan. Tempat pertama, rumah Nasruddin. Disusul kemudian tempat kedua, padepokan yang kerap dijadikannya tempat salat Jumat. Dan sesekali, dijadikan tempat pengajian bersama pengikutnya.

Di dalam rumahnya, Nasruddin menyaksikan langsung buku catatan, selebaran kalimat pembaiatan, serta kitab yang terdiri dari beberapa buah Alquran dan buku Terjemah Injil Barnabas (dari pengakuan Nasruddin, terjemah Injil Barnabas itu digunakan untuk memperkaya khazanah pemikiran), difoto kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan.

Disusul kemudian satu unit laptop, printer beserta tinta, serim kertas, hingga alat untuk laminating. Semuanya disita, untuk dijadikan alat bukti.

Usai menggeledah rumah Nasruddin. jJajaran personel Polres HST, lantas bergerak menuju padepokan Nasruddin. Berjarak sekira 1 km dari kediamannya. Di sebuah tanah lapang yang dikelilingi area persawahan, di ujung desa setempat. Dari pantauan Radar Banjarmasin, padepokan tersebut dibangun dari beton.

Di dalamnya, selain ada ruangan utama yang dijadikan tempat salat Jumat dan sesekali tempat pengajian digelar, juga ada dapur lengkap dengan alat memasak, kemudian toilet. Untuk penerangan, sebuah genset berukuran besar tersedia di situ.

Seusai memotret, personel Polres HST kembali menyita beberapa barang di padepokan. Di antaranya, ada sajadah, meja pengajian yang biasa dipakai untuk meletakkan kitab, hingga lembaran Alfurqan. “Nanti dikembalikan kan pak? Tidak dibakar kan pak? Kasihan jemaah yang beli sajadah itu,” ucap Nasruddin lirih.

AKBP Sabana Atmojo, yang mendengar penuturan Nasruddin, berjanji akan mengembalikan barang-barang tersebut nantinya. Apabila kasus sudah selesai disidangkan. Di malam tu, seusai melakukan penyelidikan, penyidikan, pemeriksaan kepada Nasruddin beserta lima pengikutnya, Polres HST menaikkan status Nasruddin dari saksi menjadi tersangka. Terkait dugaan kasus penyimpangan agama yang dilakukannya.

Kemarin (3/11) siang, Kapolres HST, AKBP Sabana Atmojo, menggelar Konferensi Pers terkait kasus Nasruddin. Kegiatan, digelar di Markas Komando (Mako) Polres HST. Turut berhadir pada kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri HST, Trimo.

Berbeda dengan penampilannya pada Senin (2/12) malam, Nasruddin yang awalnya memakai busana muslim dan peci, kemarin (3/12) siang tampil mencolok. Dia memakai rompi tahanan berwarna oranye. Tangannya juga tampak diborgol. Menandakan bahwa drinya kini menjadi tahanan Polres HST.

Dalam konferensi persnya, AKBP Sabana Atmojo, membeberkan bahwa kasus dugaan penyimpangan agama yang dilakukan Nasruddin, menurut hasil yang didapatkan oleh pihak Polres HST, sudah berlangsung sejak lama. Yakni, sejak tahun 2003 lalu.

Di tahun tersebut, Nasruddin, juga sudah pernah dipanggil dari Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (Pakem) dari kejaksaan. Bahkan, beserta MUI dan Pemerintah setempat juga pernah dilakukan mediasi.

“Hasilnya, yang bersangkutan berjanji berhenti untuk membuka pengajian. dari pengajian agama. Namun pada tahun 2018, ternyata membuka pengajiannya,” beber AKBP Sabana Atmojo.

Adapun fakta yang didapatkan oleh Polres HST, terkait ajaran Nasruddin yakni menerangkan bahwa dalam salat wajib maupun salat sunat harus menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian, lafaz dua kalimat sahadat, diubah atas keinginan Nasruddin.

“Sahadat untuk para jemaah Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Nasrudin yang diperintah Allah. Adapun sahadat untuk saya sendiri yakni Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi engkaulah ya Roh Kudus Rasul Allah,” ucap Nasruddin, di hadapan Kapolres HST dan wartawan, kemarin (3/12).

Selain itu, Nasruddin juga diketahui mengajarkan pada jemaahnya ilmu yang berasal dari Kitab Hikmah dan Rahasia, yang diakuinya diambil dari Alquran. Kesemua itu, disampaikan pada saat menggelar pengajian sebanyak tiga kali dalam sepekan.

“Ketika kami memeriksa Nasruddin beserta para jemaahnya, ditemukan bahwa para jemaah menganggap Nasruddin adalah seorang Nabi. Akan tetapi, saat kami lakukan pemeriksaan, Nasruddin membantah bahwa dirinya adalah seorang Nabi,” tambah AKBP Sabana Atmojo.

Selain beberapa hal kontroversial tadi. Di hadapan wartawan, Nasruddin mengaku bahwa di umurnya yang ke 29 tahun, dirinya didatangi oleh Roh Kudus. Yang kedatangannya, ditandai dengan cahaya terang di kediamannya di Desa Kahakan.

“Jadi apapun perbuatan saya, seperti mengubah bacaan berbahasa Indonesia, dan lain-lain termasuk kalimat pembaiatan jemaah berasal dari situ (Roh Kudus,red),” ungkapnya.

Di samping itu. Ada hal menarik lainnya terkait ajaran yang diterangkan oleh Nasruddin. Yakni, tentang keberadaan kitab Alfurqan. Kitab itu, diakui Nasruddin sebagai pegangan ajarannya.

Dia membeberkan, keberadaan Alfurqan, sangat ditentang karena isinya mengandung banyak rahasia. Di samping itu, dia juga meyakini bahwa Alfurqan adalah kitab lain daripada Alquran. 

Lantas, seperti apa bentuk Alfurqan itu? Dari bukti-bukti yang ditampilkan oleh pihak Polres HST beserta pengakuan langsung dari Nasruddin kemarin (3/12), Alfurqan yang dimaksudkannya adalah sejumlah terjemah ayat-ayat Alquran yang dikutipnya.

Cara membuatnya. Terjemah ayat-ayat Alquran, dikutip sebagian atau secara keseluruhan. Sesuai keinginan Nasruddin. Kemudian, kutipan tersebut, ditulis memakai laptop, diprint di kertas HVS kemudian dilaminating.

“Saya tulis, sesuai dengan kejadian-kejadian yang kami (dia beserta jemaah,red) alami. Saya menulisnya sejak pertama kali didatangi Roh Kudus,” tutur Nasruddin.

Lantas, sama kah terjemah ayat yang dituangkan Nasruddin dengan Alquran? Kapolres HST, membeberkan bahwa pihaknya sudah mengecek Alfurqan yang dibuat dari potongan terjemahan ayat-ayat Alquran itu. “Hasilnya, ada yang ditambah ada pula yang dikurangi,” tutupnya.

Penasaran, seusai wawancara, Radar Banjarmasin mengecek kevalidan terjemah ayat Alquran yang dituangkan Nasruddin ke beberapa lembaran kertas yang disebutnya Alfurqan. Sebagai contoh, terjemah surat Ibrahim ayat pertama yang dikutipnya. Di situ, Nasruddin mengganti tulisan ‘Muhammad’ dan menggantinya dengan tulisan ‘Dia’.

Hingga kini, pihak Polres HST terus berupaya mendalami kasus dugaan penyimpangan agama yang dilakukan Nasruddin, dengan terus melalukan upaya perkembangan penyidikan. Termasuk kondisi kejiwaan Nasruddin.

“Dalam pekan ini, kami juga bakal membawa Nasruddin ke RSJ Sambang Lihum, untuk diperiksa kejiwaanya,” tuntas Kapolres HST. (war/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 10:54

Ketuanya Tersandung Kasus, Samahuddin: KPU Harus Tegas, Jangan Coreng Intregritas Lembaga

BANJARBARU - Usai terbitnya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh…

Kamis, 23 Januari 2020 10:14

MEMPRIHATINKAN..! Harusnya Dihuni 366 Orang, Lapas Teluk Dalam Dihuni 2600 Napi

BANJARMASIN - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalsel,…

Kamis, 23 Januari 2020 09:55

Fahrudin Sudah Lama Diburu

BANJARMASIN - Fahruddin dibekuk buser Polsek Banjarmasin Barat. Warga Jalan…

Kamis, 23 Januari 2020 09:53

Miliki Sabu, Pedagang Diringkus

KANDANGAN – Sedang asyik berada di Poskamling Desa Samuda, Kecamatan…

Kamis, 23 Januari 2020 09:52

Tiga Begundal Sabu Diringkus

AMUNTAI - Berbisnis sabu rupanya sangat menggiurkan. Buktinya, Satuan Resnarkoba…

Kamis, 23 Januari 2020 08:29

Menipu Dengan Modus Tawarkan Sepeda Motor, Warga Kabupaten Banjar Diamankan di Binuang

RANTAU - Muhammad Rasyad atau yang biasa dipanggil Rasyad warga…

Kamis, 23 Januari 2020 08:27

Dua Begal di Kecamatan Bungur Diamankan

RANTAU -Kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal yang…

Rabu, 22 Januari 2020 10:04

Terjerat Dugaan Kasus Asusila, Ketua KPU Banjarmasin Makmur Tunjuk Pengacara

BANJARMASIN – Wajah Ketua KPU Banjarmasin Gusti Makmur terlihat lelah…

Rabu, 22 Januari 2020 09:19

Satpol PP Tegur Kandang Babi, Keberadaannya Dikeluhan Warga Guntung Manggis

BANJARBARU - Usai dikeluhkan warga sekitar. Kandang peternakan hewan jenis…

Rabu, 22 Januari 2020 08:39

Ke Alfamart Bawa Sabu, Suri Terciduk

MARABAHAN - Suri alias Kacong sedang sial. Warga Jalan Pasar…

Pasar Budaya Racah Mampulang Dilaksanakan Sekali Dalam Dua Pekan

Legislatif Sidak Puskesmas

2 Pasien Positif DBD di RSUD Datu Sanggul Rantau

Tampil Berwibawa Pimpin Apel Siaga Bencana, Bupati Wahid Bilang Anggota Satgas itu Mulia

Rumitnya Membangun Jalan Handil Bakti: Sudah Dibantu, Tak Siapkan Tim Penilai

Jika Honorer Benar-Benar Dihapus, Sekolah Terancam Kekurangan Guru

Haul Sekumpul: Dilarang Pasang Atribut Politik

Cuma Bermodal Seragam Polisi, Pria ini Kumpulkan Duit, Sudah Lama Bercita-cita Tapi Tak Kesampaian

Momen HPN 2020, Strategis Bagi Daerah

Ketuanya Tersandung Kasus, Samahuddin: KPU Harus Tegas, Jangan Coreng Intregritas Lembaga
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers