MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 04 Desember 2019 11:25
PPP Bergejolak, Darmawan Jaya Dicopot dari Kursi Ketua DPC, PPP Fokus Usung Aditya-Iwansyah
EKSES POLITIK: Darmawan Jaya Setiawan akhirnya dicopot. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARBARU - Lama tak terdengar, polemik di tubuh PPP Banjarbaru kini bergejolak lagi. Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan akhirnya dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh mantan wakilnya, M Subakhi.

Menurut keterangan Subakhi penunjukan dirinya sebagai pimpinan DPC telah tertuang pada SK (Surat Keputusan) dari DPW PPP Kalsel tertanggal 15 November 2019 lalu. SK ini pun katanya telah ditembuskan ke DPP PPP pusat.

"Iya benar, bahwa saudara saya Darmawan Jaya telah dinonaktifkan (dari Ketua DPC). Saya akan menggantikan untuk sementara waktu," kata Ketua Fraksi PPP di DPRD Banjarbaru ini, kemarin (3/12).

Dengan ditunjuknya ia sebagai Plt Ketua DPC di Banjarbaru, Subakhi mengatakan dirinya akan fokus pada pemenangan calon yang diusung PPP untuk Pilkada Banjarbaru 2020 mendatang.

"Tujuan kita bahwa pengurus partai harus memenangkan yang sudah diusung dan direstusi oleh DPP PPP sesuai dengan SK rekomendasi. Yang pertama, kita kondoslidasi hingga ke tingkat PAC. Jadi, langkah-langkah kemenangan harus kita lakukan. Saya all out, siap memenangkan," tegasnya.

Subakhi mengungkapkan bahwa jikalau ada kader PPP di Banjarbaru yang tidak mengikuti bahkan melawan keputusan dari DPP, maka otomatis kader tersebut siap dengan konsekuensi hingga sanksi sesuai aturan di Parpol.

"Jadi saya akan menjabat sebagai Plt (DPC PPP Banjarbaru) sampai Musyawarah Cabang (Muscab) 2021 nanti. Nah, Pak Jaya ini tidak dipecat, hanya dinonaktifkan saja statusnya. Jadi beliau masih kader," tambahnya seraya menyebut bahwa internal DPC PPP dalam kondisi kondusif.

Dijelaskannya lagi, jika dasar penonaktifan ini dikarenakan Darmawan Jaya turut maju di Pilkada 2020 berpasangan dengan Nadjmi Adhani. "Hal ini bertolak belakang dengan keputusan di SK DPP."

Diketahui, bahwa bulan Oktober 2019 lalu. DPP PPP menerbitkan SK rekomendasi usungan kepada pasangan Aditya-Iwansyah. Hal tersebut tercantum melalui SK DPP PPP Nomor 475/SK/DPP/C/X/2019 yang memutuskan dan menetapkan pasangan ini sebagai Calon Walikota Banjarbaru dan calon Wakil Walikota Banjarbaru 2020-2025.

Anehnya, Darmawan Jaya selaku pihak yang "terdampak" dalam SK ini mengaku belum menerima SK secara langsung. Bahkan dalam unggahan statusnya di media sosial pribadinya, ia baru mengetahui SK tersebut dari pemberitaan media.

"Sampai sekarang saya belum menerima SK ini. Malah saya tahu dari media online," jawabnya.

Karena kondisi ini, ia sendiri tidak bisa menanggapi terlalu banyak. Lantaran, ia perlu melihat dan membaca langsung SK penonaktifan dirinya tersebut.

"Saya dan juga Pak Nadjmi memang tidak mau berkomentar terburu-buru dan reaktif. Kita ingin menjaga iklim di Banjarbaru tetap kondusif. Apalagi selain saya sebagai bakal calon, satu sisi kita (dengan Nadjmi) juga seorang kepala daerah," jelasnya.

Diceritakan Jaya, ini bukan yang pertamakalinya dirinya sebagai ketua, tidak menerima SK yang menyangkut soal keputusan Parpol. Pertama terangnya tentang SK rekomendasi dari DPP PPP pada bulan Oktober lalu. Kedua, soal SK penonaktifan ini.

" Sebetulnya saya berharap ketika ada hal seperti ini bisa dirapatkan di tingkat pengurus, agar mencari formula yang terbaik, baik untuk kader maupun parpol umumnya agar tetap solid," jawabnya.

Karena kondisi ini, Jaya pun mengakui cukup menyayangkan hal seperti ini. Karena nilainya, seharusnya apabila memang ada SK, seyogyanya disampaikan juga kepadanya. Apalagi statusnya sebutnya adalah orang yang terdampak dari turunnya SK tersebut.

"Menurut saya sebaiknya disampaikan ke yang bersangkutan. Insya Allah saya akan menanggapi itu dengan bijak. Sekarang SK itu tidak sampai ke saya, saya bingung mau menanggapinya seperti apa karena belum melihat dan membacanya," tandasnya.

Bagi Jaya dalam sebuah keputusan baik penunjukkan, pengangkatan, atau penonaktifan di Parpol, harus ada pertimbangan-pertimbangan yang jadi dasar diputuskannya itu. "Sekarang saya seperti tidak punya referensi mau menanggapi dan berbuat apa. Jadi, sekarang kita menunggu SK itu," tuntasnya.

Jaya sendiri berseragam PPP Banjarbar sejak tahun 2011. Saat itu, ia memegang posisi Wakil Ketua DPC dengan Aditya Mufit Arifin selaku ketua DPC.

Setelah sukses menempati posisi orang nomer dua di Banjarbaru pada Februari 2016, ia didapuk menjadi Ketua DPC PPP pada bulan Oktober 2016 untuk masa jabatan dari 2016-2021.

Ditelaah dan diprediksi kuat, bahwa turunnya SK penonaktifan merupakan buntut dari persaingan dua kader PPP yang sama-sama maju di Pilwali Banjarbaru. PPP yang sekarang berkekuatan empat kursi di Parlemen dinilai tidak mungkin mengusung Ketua DPW PPP Aditya Mufti Ariffin dan Darmawan Jaya sekaliagus. (rvn/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 07:47

Kecamatan Baru, Sigam Tak Punya PPK

BANJARMASIN – KPU Kalsel akhirnya mengambil keputusan terkait permasalahan Panitia…

Senin, 20 Januari 2020 07:43

Dapat Hibah 300 PJU untuk Akses, Jalan ke Bandara Baru Semakin Terang

Kabar baik bagi warga yang mengeluhkan kurangnya penerangan di jalan…

Senin, 20 Januari 2020 07:37

DICARI..! 18 Sopir untuk Kemudikan Bus Trans Banjarmasin

BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Banjarmasin membuka lowongan untuk 18 sopir.…

Senin, 20 Januari 2020 07:30

Seleksi CPNS: 200 Komputer Masih Kurang

BANJARMASIN - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel menyiapkan ratusan komputer…

Senin, 20 Januari 2020 06:53
Pemko Banjarbaru

Wawali Hadiri Pembukaan Kejuaraan Voli

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Senin, 20 Januari 2020 06:46
PARLEMENTARIA

Dewan Harapkan Kontrak Karya Transparan

BANJARBARU - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 20 Januari 2020 06:32

Haji Denny Makin Siap Maju Pilgub Kalsel

BANJARMASIN - Relawan Haji Denny Indrayana menggelar konsolidasi relawan 13…

Senin, 20 Januari 2020 06:26
Pemkab Tanah Laut

Bupati Khutbah di Masjid Jami Ar Raudhah

PELAIHARI – Di awal Tahun 2020 pelaksanaan Manunggal Tuntung Pandang…

Senin, 20 Januari 2020 06:25
Pemkab Tanah Laut

Tala Borong Juara di Kontes Durian Kiram Park

PELAIHARI - Kontes Durian di Kiram Park Kabupaten Banjar itu,…

Senin, 20 Januari 2020 06:19
Pemkab Tanah Laut

Manunggal Tuntung Pandang Perdana tahun 2020, Resmikan Kebun Bibit Desa Panjaratan

PELAIHARI - Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala)…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers