MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 04 Desember 2019 11:29
Nasib Perajin Purun: Diorder untuk Acara Nasional, Purunnya Sudah Jadi Tapi Belum Dibayar, Pemesannya Malah Menghilang
TAK DIBAYAR: Perajin purun di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka saat memperlihatkan puluhan tas purun bertuliskan Harganas 2019 yang sampai saat ini belum diambil dan dibayar oleh pemesannya. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Nasib sial diterima salah satu perajin purun di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka: Zainaturrahmah. Pasalnya, puluhan pesanan tas purun yang dibuatnya untuk acara nasional belum juga dibayar dan diambil oleh pemesannya.

----

Hingga kini dia masih bingung mencaritahu ke mana keberadaan si pemesan, karena ketika dihubungi nomor ponselnya sudah tidak aktif. "Dia seorang wanita muda. Saya tidak tanya dia tugas di dinas atau di mana, jadi sulit untuk mencarinya," kata Zainaturrahmah, kemarin.

Diungkapkannya, dirinya sudah berupaya mencari keberadaan si pemesan dengan menanyai para rombongan dinas yang datang ke Palam. Akan tetapi, tidak ada yang mengenalinya. "Saya jelaskan ciri-ciri perawakan pemesan tas purun itu ke orang-orang dinas yang berkunjung ke Palam. Tapi ternyata tidak ada yang kenal," ungkapnya.

Dia mengaku terakhir kali bisa menghubungi wanita pemesan tas purun bertuliskan Harganas tersebut pada Agustus 2019. "Alasan dia belum bisa mengambil dan membayar tas karena sedang sibuk di Jakarta," tuturnya.

Jumlah pesanan tas purun yang belum dibayar sendiri sekitar 35. Sekarang masih disimpan Zainaturrahmah lantaran tidak ada yang mau membelinya. "Dijual tidak laku, karena ada tulisan Harganas-nya," ujar wanita yang akrab disapa Zaina ini.

Sesuai dengan harga pasaran saat ini, dia mengungkapkan satu tas purunnya dibandrol sekitar Rp33 ribu hingga Rp35 ribu. Jadi, dengan tidak dibayarnya 30 lebih tas purun Harganas dirinya merugi hampir Rp1 juta. "Satu juta itu lumayan banyak bagi kami. Apalagi untuk membuat satu purun memerlukan waktu cukup lama," bebernya.

Dia menyampaikan, saat memesan wanita si pemesan itu meminta agar tas secepatnya tersedia. Sehingga, dirinya mengaku harus mengajak tiga perajin lain untuk membantu dalam proses pembuatannya. "Karena tidak banyak perajin yang bisa membuat motif tulisan," ucapnya.

Lalu kenapa dirinya bisa percaya dengan si pemesan misterius tersebut? Zaina menuturkan, dia percaya lantaran wanita itu sebelumnya sudah berulang kali memesan kerajinan purun ke tempatnya. "Bahkan dia pernah pesan ratusan tas. Eh, ternyata yang terakhir ini tidak dibayar," tuturnya.

Dia mengaku merasa sudah ditipu oleh pemesan yang tidak mengambil barang yang sudah dipesan itu. Sebab, mengganti nomor ponsel tanpa memberitahu dirinya. "Tapi mau bagaimana lagi, kami tidak tahu di mana orangnya sekarang. Kalau tahu, pasti kami datangi," paparnya.

Sementara itu, Ketua RT 05, Kelurahan Palam, M Amin menduga si pemesan merupakan penyedia barang dalam rangkaian acara Harganas yang digelar di Perkantoran Provinsi Kalsel di Banjarbaru awal Juli 2019. "Mungkin dia mencari untung juga dalam menyediakan barang ke panitia," ujarnya.

Sebab, sepengetahuannya Harganas adalah acara nasional. Di mana, panitianya merupakan pemerintah pusat. "Karena orang-orang dinas di sini juga tidak tahu siapa dia," ucapnya.

Menurutnya, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi para perajin purun di Kelurahan Palam. Supaya, tidak langsung percaya dengan pemesan. "Kalau bisa minta uang muka sebagai bukti keseriusan si pemesan," pungkasnya. (ris/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 11:48

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Kalau super car Lamborghini melesat di jalan tol, mungkin sudah…

Jumat, 17 Januari 2020 11:41

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pemerintah mulai kewalahan dengan ulah para peretas. Mereka menyerang situs-situs…

Kamis, 16 Januari 2020 10:05

Upaya Pengendalian Banjir di Cempaka: Warga Masih Tak Rela Penataan Menghapus Kenangan

Hujan memang kerap dijadikan alasan. Namun terlepas dari faktor alam.…

Kamis, 16 Januari 2020 09:57

SDN 4 Haruyan Dayak, Sekolah dengan Medan Terjal di Hunjur Meratus

Harapan masyarakat Desa Haruyan Dayak, akhirnya terwujud. Fasilitas pendidikan bertambah.…

Rabu, 15 Januari 2020 11:50

Hanya Coba-coba, Eh Berhasil, Ternyata Lahan Eks Tambang Bisa Dimanfaatkan

Bagi sebagian orang lahan eks tambang sulit untuk dimanfaatkan. Tapi,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:58

TYPO BIKIN HEBOH..! Kepala Desa Salah Ketik Volume Air, Ratusan Pelajar Dievakuasi

Agar informasi bisa langsung tersampaikan, kecepatan mungkin adalah kunci. Namun,…

Minggu, 12 Januari 2020 10:38

Bangga Disebut Anak Banua, Dari TNI AU Terbang ke Dunia Entertainment

Setelah sukses dengan single pertamanya 'Ingin Bersamamu' pada tahun 2017…

Sabtu, 11 Januari 2020 08:49

Terasing di Musim Hujan, Mau Pulang Tipis Kemungkinan

Sepuluh tahun menghuni wilayah transmigrasi di Desa Lajar-Pupuyuan, Kecamatan Lampihong,…

Rabu, 08 Januari 2020 14:33

Berkemah di Pinggir Sungai Batang Alai: Air Bah Tiba-Tiba Datang di Pagi yang Dingin

Gemar berwisata di kawasan pegunungan? Berhati-hatilah. Di musim penghujan, jangan…

Rabu, 08 Januari 2020 11:43

Karir Politiknya Jadi Objek Penelitian Skripsi, Rudy Resnawan Langsung Datang Sebagai Penguji

Mahasiswi FKIP Prodi Studi Pendidikan IPS Universitas Lambung Mangkurat, Sri…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers