MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 05 Desember 2019 09:48
Kandidat Senang Masa Kampanye Singkat, Optimis Bisa Kejar Target Pemilih

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Masa kampanye pada Pilkada 2020 mendatang dipersingkat KPU RI. Jika pada Pemilu 2019 tadi lebih dari 100 hari, Pilkada 2020 mendatang, hanya selama 71 hari. Yakni dari 11 Juli 2020 sampai 19 September 2020. 

Meski dipersingkat, KPU Kalsel tetap optimis masih bisa mencapai target partisipasi pemilih. Untuk diketahui, pada pemilihan gubernur Kalsel 2020 mendatang, KPU Kalsel diberi target oleh KPU RI angka tingkat partisipasi pemilih sebesar 77,5 persen.

Target ini sama dengan target pada Pemilu 2019 tadi. Kala itu KPU Kalsel berhasil melampaui dari target yang ditetapkan. Tingkat partisipasi pemilih di Kalsel mencapai 81 persen.

Komisioner KPU Kalsel Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Edy Ariansyah mengatakan pemangkasan tahapan kampanye bisa sangat bersinggungan dengan partisipasi pemilih. 

Ketika masa kampanye tak maksimal dilakukan pasangan calon, ditambah singkatnya waktu, masyarakat pun akan tak mengenal kandidat. Ujung-ujungnya pemilih enggan menggunakan hak pilihnya.

Soal ini Edy menegaskan, partisipasi pemilih tak hanya berkaitan dengan kampanye tapi turut berperannya pendidikan politik yang dilakukan oleh partai politik. Termasuk upaya yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu. “Tahapan pendidikan politik untuk menyerukan agar masyarakat menggunakan hak pilih sudah dilakukan oleh KPU sejak dini. Di luar masa kampanye,” ujar Edy kemarin.

Masa kampanye sendiri sebutnya, hanya penekanan visi misi dan program bakal calon kepala daerah. Soal sosok, beberapa kandidat pun sudah sejak dini memperkenalkan diri kepada masyarakat. “Jadi saya rasa tak akan mempengaruhi partisipasi pemilih, kami optimis target seperti Pemilu lalu tercapai,” yakinnya.

Dia menilai, waktu 71 hari masa kampanye ini tak singkat. Hanya saja tak selama seperti Pemilu lalu. Edy punya pendapat sendiri soal waktu kampanye ini. Menurutnya, tahapan kampanye pada Pilkada 2020 mendatang dinilai singkat, lantaran kandidat atau calon yang berlaga tak sebanyak seperti Pemilu lalu.

Di Pemilu lalu sebutnya, yang berkampanye tak hanya partai politik, pasangan calon presiden dan wakil presiden, namun juga para calon anggota legislatif yang terdiri dari DPRD hingga DPD. “Wajar saja waktunya panjang. Kalau Pilkada peserta yang berlaga di tiap daerah jumlahnya sedikit. Beda pada Pemilu lalu,” sebut Edy.

Mantan staf ahli Bawaslu RI ini berharap, kandidat yang bertarung ada Pilgub Kalsel 2020 mendatang jumlahnya lebih dari satu pasang. Sehingga yang bersosialisasi pun lebih banyak. “Mulai dari sekarang kami sudah melakukan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat. Kami optimis, karena ruang sosialisasi tak hanya saat kampanye saja,” tandasnya.

Waktu kampanye Pilkada 2020 yang dipersingkat hanya 71 hari dinilai sedikit menyulitkan bagi pasangan calon yang memiliki modal minim. Terlebih kandidat yang ketokohannya masih kurang dikenal oleh masyarakat.

Meski demikian, Ananda yang digadang maju di Pilwali Banjarmasin mengatakan, masa waktu kampanye yang sudah ditetapkan oleh KPU RI mau tak mau harus diikuti. “Artinya mesti dimaksimalkan. Saya manut saja,” ucap Ketua DPD Golkar Banjarmasin itu.

Lalu apakah akan berpengaruh dengan sosialisasi kepada masyarakat. Nanda mengatakan, waktu memang sedikit terbatas. Namun, statusnya sebagai wakil rakyat sedikit banyak membantu dirinya bersosialisasi di lapangan dan ke masyarakat.

Terlebih, Nanda sudah jauh hari sudah melakukan start lebih awal. Khususnya bersosialisasi di media sosial. “Bagi saya waktu lebih singkat disbanding Pileg lalu tak masalah. Bisa saja diefektifkan,” sebutnya.

Terpisah, Habib Abdurrahman Bahasyim sangat setuju masa kampanye dipersingkat. Menurutnya, dengan masa kampanye yang panjang memberikan pendidikan politik yang kurang berkualitas sebagaimana yang diharapkan. “Masa waktu kampanye yang panjang bisa menyebabkan munculnya masalah. Lebih baik masa kampanye dipersingkat,” cetusnya.

Senator asal Kalsel ini juga menilai, selain terjebak dengan kemungkinan terjadinya gesekan, juga masa waktu kampanye yang panjang dapat menelan biaya politik yang sangat mahal. “Jika waktu kampanye dipersingkat, otomatis biaya politik juga dapat ditekan. Ini juga menguntungkan bagi calon,” tandasnya. (mof/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 07:47

Kecamatan Baru, Sigam Tak Punya PPK

BANJARMASIN – KPU Kalsel akhirnya mengambil keputusan terkait permasalahan Panitia…

Senin, 20 Januari 2020 07:43

Dapat Hibah 300 PJU untuk Akses, Jalan ke Bandara Baru Semakin Terang

Kabar baik bagi warga yang mengeluhkan kurangnya penerangan di jalan…

Senin, 20 Januari 2020 07:37

DICARI..! 18 Sopir untuk Kemudikan Bus Trans Banjarmasin

BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Banjarmasin membuka lowongan untuk 18 sopir.…

Senin, 20 Januari 2020 07:30

Seleksi CPNS: 200 Komputer Masih Kurang

BANJARMASIN - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel menyiapkan ratusan komputer…

Senin, 20 Januari 2020 06:53
Pemko Banjarbaru

Wawali Hadiri Pembukaan Kejuaraan Voli

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Senin, 20 Januari 2020 06:46
PARLEMENTARIA

Dewan Harapkan Kontrak Karya Transparan

BANJARBARU - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 20 Januari 2020 06:32

Haji Denny Makin Siap Maju Pilgub Kalsel

BANJARMASIN - Relawan Haji Denny Indrayana menggelar konsolidasi relawan 13…

Senin, 20 Januari 2020 06:26
Pemkab Tanah Laut

Bupati Khutbah di Masjid Jami Ar Raudhah

PELAIHARI – Di awal Tahun 2020 pelaksanaan Manunggal Tuntung Pandang…

Senin, 20 Januari 2020 06:25
Pemkab Tanah Laut

Tala Borong Juara di Kontes Durian Kiram Park

PELAIHARI - Kontes Durian di Kiram Park Kabupaten Banjar itu,…

Senin, 20 Januari 2020 06:19
Pemkab Tanah Laut

Manunggal Tuntung Pandang Perdana tahun 2020, Resmikan Kebun Bibit Desa Panjaratan

PELAIHARI - Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala)…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers