MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 07 Desember 2019 09:12
Hepatitis A Serang Siswa Banjarbaru dan Martapura

Dinkes Belum Temukan Sumber Penularan

PROKAL.CO, BANJARBARU - Penularan virus hepatitis A membuat khawatir para orang tua di dua kota bertetangga, Banjarbaru dan Martapura.

Dari informasi yang diterima Radar Banjarmasin, di Banjarbaru ada puluhan siswa di SMPN 4 Banjarbaru positif mengidap penyakit yang menyerang liver ini. Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMPN 4 Banjarbaru, Jarot Santosa menyampaikan, hingga kemarin jumlah siswa yang diduga terjangkit hepatitis A sudah mencapai 53.

"Siswa yang terkena hepatitis A merata, dari kelas tujuh sampai sembilan," katanya kemarin.

Dia mengungkapkan, mewabahnya hepatitis A di SMPN 4 Banjarbaru mulai diketahui pada Jumat (29/11) tadi. Di mana, saat itu ada delapan siswa yang izin tidak masuk sekolah lantaran sakit.

"Sakit yang mereka rasakan gejalanya sama. Yakni, mual, pusing dan wajah menguning. Saat diperiksa, ternyata mereka positif hepatitis A," ungkapnya.

Setelah itu, pada hari Senin (2/12) lagi-lagi ada sejumlah siswa yang tidak masuk sekolah dikarenakan sakit. Bahkan jumlahnya lebih banyak, yakni 20 orang.

"Semuanya sama, juga sakit karena terjangkit hepatitis A," paparnya.

Karena jumlah penderita hepatitis A di sekolahnya semakin banyak, pihak guru kemudian melapor ke Puskesmas Landasan Ulin.

"Setelah kami lapor, hari Selasa (3/12) pihak Puskesmas datang untuk memberikan penyuluhan dan melakukan pemeriksaan," ujar Jarot.

Lanjutnya, pada saat pemeriksaan tim surveilans Puskesmas mengambil sample darah 20 siswa yang juga diduga terjangkit hepatitis A. Lantaran, mengeluhkan mual dan pusing.

"Ketika hasilnya keluar, ternyata benar semuanya juga positif hepatitis A," bebernya.

Tidak sampai di situ, pada hari berikutnya: Rabu (4/12) sampai Kamis (5/12) ternyata kembali ada beberapa siswa yang tidak masuk sekolah disinyalir akibat menderita hepatitis A.

"Dalam dua hari itu ada tambahan lima siswa yang juga diduga terjangkit hepatitis A. Jadi total keseluruhan sudah 53 siswa yang terinfeksi penyakit itu," kata Jarot.

Dia menyampaikan, saat ini 53 siswa yang terjangkit hepatitis A sedang diistirahatkan di rumah untuk memulihkan kondisi mereka.

"Kami meliburkan mereka selama satu bulan. Sebab, kalau di bawah 25 hari virus hepatitis masih bisa menular," ucapnya.

Dengan terpaksa, para siswa yang diliburkan tersebut harus mengikuti ujian semester susulan. Karena, mereka tidak bisa masuk sekolah ketika ujian berlangsung.

"Bagi yang sudah agak fit, langsung kami minta ujian susulan di rumah. Tapi yang belum fit, kita tunggu sampai sembuh," papar Jarot.

Untuk meminimalisir penularan hepatitis A di SMPN 4 Banjarbaru, dia mengungkapkan, saat ini pihak guru mewajibkan para siswanya hidup lebih bersih.

"Kalau mau makan kami wajibkan mencuci tangan pakai sabun," bebernya.

Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Abu Hanifah membenarkan bahwa tim surveilans mereka telah menemukan puluhan siswa SMPN 4 Banjarbaru terinfeksi hepatitis A.

"Tapi, jumlah yang kami terima belum sampai 53 kasus. Karena laporan dari beberapa rumah sakit yang positif hanya 20 orang," ucapnya.

Menurutnya, ada sejumlah tahapan untuk melihat apakah anak-anak itu memang positif terjangkit hepatitis A atau tidak.

"Jadi, tidak bisa langsung menyebutkan 53 anak yang terinfeksi. Masih kita tunggu hasil yang lain," paparnya.

Dia menyampaikan, pihaknya kini sedang berupaya agar virus hepatitis A tidak menyebar ke siswa lain. Yakni, dengan cara mencari tahu dari mana virus tersebut berasal.

"Sample makanan yang dijual di sana sudah kami ambil untuk mengecek apakah virus itu berasal dari makanan atau tidak," katanya.

Bukan hanya itu, Abu menuturkan, pihaknya juga sudah meminta supaya para siswa yang positif terinfeksi hepatitis A diliburkan minimal 28 hari.

"Karena kalau di bawah 28 hari, virusnya masih bisa menular," tuturnya.

Penularan virus hepatitis A sendiri menurutnya sangat cepat dan bisa melalui apa saja. Seperti, makanan dan alat makan yang dipakai secara bersama-sama.

"Tangan kurang bersih saat makan juga bisa tertular," jelasnya.

Ditanya, selain di SMPN 4 Banjarbaru apakah kasus hepatitis A juga ditemukan di lokasi lain. Jawabnya, tidak. Itu lah alasannya, hingga kini Pemko Banjarbaru belum menetapkan kasusnya jadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Cuma ada di sekolah itu. Kalau misalnya kasus merata di Banjarbaru, baru ditetapkan KLB," pungkasnya.

 

Periksa Darah Penjual Makanan

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Banjar Ahmad Mahmud membenarkan bila ada kejadian penularan virus hepatitis A di Kecamatan Martapura. Sedangkan dari kecamatan lain belum tercatat. Kejadiannya sangat sporadis, dan mulai menyerang anak-anak di sekolah-sekolah.

Ia mencontohkan kasus hepatitis A di UPT Puskesmas Martapura 1 yang mengalami peningkatan dalam 8 bulan terakhir. Awal laporan sekitar 18 April 2019 lalu. Menyerang santri pondok pesantren yang tinggal bersama dalam asrama. Temuan kasus hepatitis sejak April–November sebanyak 278 kasus. Kejadian ini diyakininya terus bertambah sebelum ditemukan cara memutus penyebaran virus tersebut.

“Setelah dari pondok pesantren itu, tiga bulan terakhir ada lagi kejadian hepatitis A di sekolah-sekolah negeri. Kami langsung membuat imbauan kepada kepala sekolah,” kata Mahmud lagi.

Petugas ujarnya bergerak cepat dan memeriksa jajanan dan mengambil darah para penjual di sekitar sekolah. Termasuk pengelola kantin. Terutama di sekolah madrasah dan SMP yang salah satu siswa terjangkit. Hasil sementara negatif penyebaran dari penjual jajanan. Padahal, usaha ini salah satu memutus mata rantai penyebaran virus.

“Kami telah meminta kepada pihak sekolah membuat spanduk dan selebaran mewaspadai virus ini. diumumkan agar lebih hati-hati, siswanya menjaga kebersihan dan kesehatan. Termasuk gejala dan ciri awalnya,” tukasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Banjar Ikhwansyah mengabarkan, hepatitis A biasanya mewabah saat tiba musim hujan. Gejala awal dan paling umum adalah demam, kelelahan, hilang nafsu makan, mual. Disertai dengan sakit perut, air kencing berwarna gelap, dan seluruh sendi sakit. Badan dan mata berwarna kuning.

Pencegahan hepatitis paling umum tentu saja menjaga kebersihan dan rajin cuci tangan dengan sabut dan air bersih. Jaga sanitasi tetap bersih. Tidak sembarangan buang air kecil dan besar. Tidak saling meminjam tempat makan dan melakukan vaksin hepatitis A di usia 1 tahun.

“Bila kena virus ini harus cepat diobati dan memperpanjang masa istirahat. Tidak boleh terlalu lelah dan minum air putih yang cukup disertai minuman manis,” pungkasnya. (ris/mam/bin/ema)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 09:14
Berita Tanah Bumbu

Hj Sadariah Lantik Ketua PKK Angsana dan Simpang Empat

BATULICIN - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tanah…

Jumat, 17 Januari 2020 14:46

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Tatah Bangkal baru saja diselesaikan Dinas…

Jumat, 17 Januari 2020 11:45

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal.…

Jumat, 17 Januari 2020 11:31

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

BANJARBARU - Alfaruk (50), warga Liang Anggang, Banjarbaru, hanya bisa…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

BANJARMASIN - Hingga saat ini KPU belum bisa memutuskan nasib…

Jumat, 17 Januari 2020 11:05

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin mengingatkan Dinas Kesehatan (Dinkes).…

Jumat, 17 Januari 2020 10:59

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

BANJARMASIN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…

Jumat, 17 Januari 2020 10:56

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan

BANJARMASIN – Gedung DPRD Kalsel didatangi 50 mahasiswa. Mereka berasal…

Jumat, 17 Januari 2020 10:19

BAPPEDA: Banjir Berkaitan Dengan Kawasan Kumuh Cempaka

BANJARBARU - Di tahun ini, kawasan Cempaka jadi prioritas perencanaan…

Jumat, 17 Januari 2020 09:59

Aset Pelabuhan Masih Diperebutkan, Apakah Milik Pemprov atau Pemkab

BANJARMASIN - Banyaknya aset bidang perikanan dan kelautan yang masih…

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

Jarang Razia di Pertigaan Tower, Banyak Pengendara yang Santai Melanggar

Heboh Mobil Sport Lamborghini Hurican di Jalanan Barabai

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

Maraknya Serangan Peretas ke Situs Pemerintah, Pakar: Jangan Rilis Website Terburu-Buru

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

Butuh Dana Besar, Dinkes Diharap Tidak Asal Salurkan Jaminan Kesehatan

Jembatan Pulau Bromo Tunggu Lelang

Dewan Perwakilan Mahasiswa Belajar ke Dewan
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers