MANAGED BY:
SELASA
24 NOVEMBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 29 April 2016 10:10
Feature
dr Yuddy Riswandhy Noora Diajak Prof Zairin Untuk Menggeluti Dunia Olahraga

PROKAL.CO,

Pertama kali pengalaman dr Yuddy Riswandhy Noora MKes menangani kesehatan olahraga adalah saat bergabung menjadi tim kesehatan PON Kalsel pada PON XVII Kaltim 2008 lalu. Saat itu Tim Kesehatan KONI Kalsel yang diketuai oleh Prof Dr dr Zairin Noor SpOT(K) MM mengajak Yuddy menjadi bagian dari tim kesehatan KONI Kalsel.

----------------------------------------
ROZY MAULANA, Banjarmasin
----------------------------------------

"Berawal dari itu, terjalin kedekatan saya dengan atlet, pelatih dan pengurus. Setelah PON Kaltim, saya diminta kembali untuk membantu penanganan kesehatan olahraga di KONI. Waktu itu juga masih belum masuk sebagai pengurus, hanya tenaga lepas saja," ujar Yuddy.

Hingga saat ini, Yuddy sudah dua kali PON ikut menangani kontingen Kalsel. Pertama pada PON XVII Kaltm 2008 dan kedua pada PON XVIII Iau 2012 lalu. "Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Prof Zairin yang sudah percaya dan merekomendasikan saya kepada KONI Kalsel," ceritanya.

Saat ditanya Radar Banjarmasin, Prof Dr dr Zairin Noor SpOT(K) MM membeberkan ada dua alasan yang menjadi pertimbangannya memilih Yuddy. Pertama, Yuddy merupakan dokter umum. Kedua, Yuddy dinilai mau berkorban terutama pengorbanan waktu untuk KONI.

"Maksudnya, Yuddy kan dokter yang punya hak praktik. Ia punya dedikasi tinggi meninggalkan praktiknya mengurus olahraga. Bagi saya, tidak semua dokter mau seperti Yuddy ini," bebernya.

Di kepengurusan KONI sendiri, posisi komisi kesehatan olahraga baru dibentuk sejak kepengurusan KONI 2013-2017. Artinya, masih belum genap satu periode. "Makanya di kepengurusan 2009-2013 saya hanya membantu saja. Jadi kalau dibutuhkan baru dipanggil dan dibayar dengan honor yang ditetapkan KONI," papar Yuddy.

Selama perjalanan berkecimpung di dunia olahraga pada kepengurusan KONI 2009-2013, ternyata fungsi dari kesehatan untuk pembinaan cabor dianggap penting. Terbukti dengan beberapa program kesehatan yang dibuat KONI yang dipercayakan ke Yuddy untuk menangani hingga PON XVIII Riau 2012.

"Saat itu saya lebih banyak melakukan koordinasi dengan Pak Tri yang menjabat sebagai Kabid Litbang, Sekum KONI, Sarmidi serta Wakil Ketua Umum KONI Kalsel, HM Welny," pungkas Mantan Ketua Bidang Majelis Permusyawaratan Mahasiswa periode 1998-1999 tersebut.

Nah, melihat pentingnya fungsi kesehatan untuk menunjang prestasi atlet, maka di kepenguusan KONI 2013-2017 dibentuklah komisi kesehatan yang berada di bawah bidang sport science. "Mulai saat itu saya masuk sebagai pengurus KONI. Di komisi kesehatan saya bersama Prof Zairin," ujarnya.

Lalu apa perbedaan saat KONI punya komisi kesehatan dibanding tim kesehatan. Yuddy menjawab kalau tim kesehatan sifatnya tidak ikut dalam perencanaan pembinaan atlet. Jadi apabila diminta baru terlibat. Kalau masuk dalam kepengurusan bisa lebih pro aktif dengan melakukan perencanaan pengelolaan kesehatan.

Bukti fisiknya seperti Pra-PON 2015 lalu. Cabor yang sifatnya body contact yang dikhawatirkan terjad cedera lansung didampingi oleh komisi kesehatan. Sehingga apabila terjadi cedera dapat ditanggulangi dengan cepat. Dan hasilnya, jumlah atlet yang lolos ke PON lebih banyak dibanding sebelumnya.

"Seperti gulat, pencak silat dan tinju. Kalau dulu diminta baru mendampingi, kalau sekarang cabor body contact langsung didampingi dengan catatan jadwal Pra-PON nya tidak bersamaan dengan cabor lainnya. Kalau bersamaan, ditentukan dengan skala prioritas oleh KONI," jelas lulusan Magang Bidang Administrasi (Organisasi & Manajemen) Rumah Sakit dengan predikat Sangat Baik (Selama 1 tahun pendidikan ) di Tahun 2014 tersebut.

---------- SPLIT TEXT ----------

Bukti fisik lainnya adanya posko kesehatan atlet setiap Rabu dan Sabtu. Dulunya saat tidak ada posko kesehatan atlet atau cabor yang bersangkutan langsung berurusan dengan dokter. "Jadi tidak ada arahan dan sulit bagi atlet yang mau melakukan pemeriksaan kesehatan. Komisi Kesehatan fungsinya screening awal, setelah itu merekomendasikan atlet tersebut kemana. Sekarang lebih terkendali dibanding dulu. Dulu mereka harus mengeluarkan kocek sendiri baru klaim dengan KONI. Kalau sekarang kami yang memfasilitasi," tambahnya.

Wakil Ketua Umum KONI Kalsel, HM Welny menyebut tujuan KONI membentuk komisi kesehatan karena atlet dan pelatih memerlukan pengawasan dan pemeliharaan kesehatan. "Kalau ada komisi kesehatan atau dokter KONI kan mudah. Atlet mudah konsultasi, bisa via telepon atau datang langsung. Kami juga bersyukur dr Yuddy mau bergabung ke KONI. Terus terang KONI lebih terbantu pelayanan kesehatan untuk atlet," ungkap mantan Wakil Bupat HSU tersebut.

Yuddy membeberkan ia tertarik bergabung menjadi pengurus KONI karena memang menyukai olahraga walaupun tidak ada olahraga yang ia kuasai dengan baik. Selain itu, Yuddy ingin membuka wawasan pergaulan dengan pelaku olahraga dan keahlian yang lain.

"Juga untuk belajar berorganisasi pada lingkup provinsi. Inti sebenarnya adalah saya ingin berbakti kepada daerah melalui bidang olahraga selain sebagai tenaga medis," tegasnya.

Benar saja, menjadi pengurus KONI sifatnya sosial. Karena pengurus KONI tidak digaji, hanya dibantu honor penunjang kegiatan sebesar 1 juta rupiah setiap bulan. Jadi, bergabung menjadi pengurus benar-benar kepedulian dan kesenangan saja.

"Saya semata-mata ingin menggunakan ilmu untuk kegiatan sosial," terangnya.

Saat ini, Yuddy bekerja di RSUD Ulin sebagai staf bidang pelayanan medik. Jam kerjanya mulai dari 7.30 pagi hingga 14.30 siang. Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai PNS di RSUD Ulin, Yuddy melanjutkan kewajibannya sebagai pengurus KONI.

"Di KONI hingga pukul 18.00 sore biasanya saya baru pulang. Sebenarnya saya juga mendapat tawaran dari beberapa cabor untuk bergabung menjadi pengurus. Karena prinsipnya ingin fokus, jadi saat ini saya hanya menjadi pengurus KONI dan pengurus cabor gulat yang notabenenya sangat memerlukan kesehatan. Selain itu, gulat juga merupakan andalan Kalsel," tutupnya. (jy/arh)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 21 November 2020 10:17

Pembaca Kartu Tarot di Banjarmasin: Hapus Stigma Negatif, Kerap Dicap Dukun

Membaca diri melalui kartu tarot tak ubahnya seperti sesi curhat.…

Sabtu, 21 November 2020 10:08

Sibuk Berkampanye, Ketemu Wakil Hanya Saat Debat

Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj…

Kamis, 19 November 2020 15:04

Terkulai Setelah Sumpitan Kedua, Monyet Liar ini Dievakuasi dari Pemukiman

Ketika jarum bius pertama mengenai pahanya, si monyet liar hanya…

Selasa, 17 November 2020 11:05

Hari Pertama Simulasi Pembukaan SMP: Antara Senang dan Khawatir

Tak ada tanda silang di bangku siswa, thermo gun telat…

Senin, 16 November 2020 11:17

Viral Dulu, Maaf Kemudian: Perayaan Hari Kesehatan Nasional yang Kebablasan

Puncak perayaan Hari Kesehatan Nasional menuai protes warganet. Kepala Dinas…

Jumat, 13 November 2020 11:41

Bernilai Ekonomis dan Ada Hal Mistis, Melihat Koleksi Bambu Unik Warga Desa Antasari

Bambu bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari membuat rangka…

Kamis, 12 November 2020 11:05

Kepala Badut Dipinjam Ngelem, Fenomena Badut Jalanan di Banjarmasin

Badut jalanan semakin marak di jalan-jalan kota. Memprihatinkan karena ada…

Rabu, 11 November 2020 10:58

Robot Antasari, Si Robot Perawat Pasien Covid Buatan Anak Banua

Pangeran Antasari berjuang melawan penjajah Belanda. Robot Antasari berjuang melawan…

Selasa, 10 November 2020 11:07

Sampai Tidur di Poskamling, 19 Hari Setelah Kebakaran Pulau Bromo

Dua pekan setelah kebakaran besar itu, korban kebakaran di Pulau…

Senin, 09 November 2020 11:27

Jamas Pusaka di Haul Raja, Melihat Maturi Dahar dari Dekat

Maturi Dahar bukan sekadar ritual mengenang jasa leluhur. Di sini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers