MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 10 Desember 2019 17:07
Belum Dibuka, Sudah Ramai Dilewati Pengendara
DILEWATI PENGENDARA: Sebuah truk angkutan melewati Jalan baru tembusan Karang Anyar 1 menuju Panglima Batur. Meski jalan tembus ini telah rampung, namun statusnya masih belum diperbolehkan dilewati. Namun faktanya, di lapangan sudah banyak pengendara yang melintasi jalan ini. | Foto: Muhammad Rifani/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Jalan baru atau jalan tembus Karang Anyar-Panglima Batur berpolemik. Meski secara fisik sudah rampung, namun rupanya jalan ini belum dibuka secara resmi.

Polemik akhirnya terjadi. Lantaran secara kasat mata telah rampung. Banyak pengendara yang melaluinya. Padahal, rekayasa arus lalu lintas di areal ini masih belum rampung dan diterapkan.

Akibatnya, karena tanpa rekayasa arus lalu lintas. Kepadatan kerap terpantau di simpang empat karang anyar ini. Lantaran pengendara yang datang dari arah Jalan Karang Anyar 1 memilih lurus ke jalan baru. Alhasil, pengendara dari Jalan Barjad maupun dari Jalan Taruna Praja harus tersendat lantaran pengendara dari Karang Anyar memilih lurus.

Dari pantauan, kepadatan juga tampak ketika jam-jam kerja. Semisal pagi saat berangkat kerja, maupun sore ketika pulang kerja. Apalagi mengingat jalan ini termasuk padat dilalui pengendara.

Salah satu pengendara, Putri Minasari yang berdiam di wilayah Karang Anyar 1 dibuat bingung. Pasalnya dua hari terakhir menurutnya simpang empat kerap padat dan arus lalin beberapa kali tersendat.

"Karena banyak pengendara khususnya mobil menuju jalan yang baru itu. Saya juga bingung kalau mau ke Panglima Batur, apakah lewat Barjad atau jalan yang baru. Karena sebagian beda-beda memilihnya," ceritanya.

Lain halnya dengan Putri, Faturahman satu hari terakhir lebih memilih menggunakan jalan baru. Sebab menurutnya lebih cepat dan juga jalannya tidak padat.

"Saya ngikut orang saja. Sepertinya juga sudah dibuka, karena tidak ada palang penghalang lagi. Jalannya juga enak dan cepat kalau mau ke Panglima Batur," kata mahasiswa yang menyewa rumah di dekat kampus JPOK FKIP ULM Banjarbaru ini.

Jalan tembusan ini memang telah rampung secara pengerjaan. Namun untuk dipergunakan diketahui bahwa jalan ini belum diperbolehkan. Hal ini juga diperkuat karena belum diterapkannya rekayasa arus lalu lintas di jalan tersebut.

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Banjarbaru, Zaini mengkonfirmasi bahwa memang betul jalan tersebut belum dibuka untuk umum.

Dirinya pun mengaku cukup terkejut mengapa jalam tersebut sudah digunakan warga. "Saya juga melihat bahwa banyak pengendara yang lewat jalan situ. Padahal belum dibuka resmi," katanya kemarin.

Dari informasi yang didapatnya dari Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru yang merupakan membangun jalan tersebut. Bahwa memang jalan telah rampung.

"Karena tidak ada penghalang jalannya lagi maka warga berinisiatif menggunakan jalan itu. Tapi sebetulnya itu belum dibuka, kita mengimbau agar warga jangan melewati dulu sebelum rekayasa arus lalu lintas rampung dan diterapkan," bebernya.

Pihak Dishub terangnya juga akan memasang barikade penghalang jalan. Hal ini agar warga tidak melewati jalan tersebut sebelum dibuka secara resmi.

"Kalau belum dibuka efeknya akan terjadi kepadatan seperti terpantau beberapa waktu terakhir. Kita akan taruh water barrier di sana dan juga spanduk informasi soal belum dibuka jalan ini," tegasnya.

Ke depan, usai menggelar rapat dengan forum lalu lintas serta unsur Kecamatan, Kelurahan dan RT & RW setempat. Pihaknya juga akan menempatkan petugas untuk berjaga.

"Penempatannya di jam-jam sibuk, baik pagi maupun pulang bekerja sore hari. Ini untuk menyosialisasikan rekayasa lalu lintasnya," ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Dishub akan menerapkan rekayasa arus lalu lintas baru di wilayah tersebut. Nantinya akan diterapkan beberapa arus lalin baru. Ini untuk mengantisipasi padatnya arus lalin lantaran jalan ini akan terhubung dengan akses bandara baru Syamsudin Noor. (rvn/al/bin)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 07:47

Kecamatan Baru, Sigam Tak Punya PPK

BANJARMASIN – KPU Kalsel akhirnya mengambil keputusan terkait permasalahan Panitia…

Senin, 20 Januari 2020 07:43

Dapat Hibah 300 PJU untuk Akses, Jalan ke Bandara Baru Semakin Terang

Kabar baik bagi warga yang mengeluhkan kurangnya penerangan di jalan…

Senin, 20 Januari 2020 07:37

DICARI..! 18 Sopir untuk Kemudikan Bus Trans Banjarmasin

BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Banjarmasin membuka lowongan untuk 18 sopir.…

Senin, 20 Januari 2020 07:30

Seleksi CPNS: 200 Komputer Masih Kurang

BANJARMASIN - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel menyiapkan ratusan komputer…

Senin, 20 Januari 2020 06:53
Pemko Banjarbaru

Wawali Hadiri Pembukaan Kejuaraan Voli

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Senin, 20 Januari 2020 06:46
PARLEMENTARIA

Dewan Harapkan Kontrak Karya Transparan

BANJARBARU - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 20 Januari 2020 06:32

Haji Denny Makin Siap Maju Pilgub Kalsel

BANJARMASIN - Relawan Haji Denny Indrayana menggelar konsolidasi relawan 13…

Senin, 20 Januari 2020 06:26
Pemkab Tanah Laut

Bupati Khutbah di Masjid Jami Ar Raudhah

PELAIHARI – Di awal Tahun 2020 pelaksanaan Manunggal Tuntung Pandang…

Senin, 20 Januari 2020 06:25
Pemkab Tanah Laut

Tala Borong Juara di Kontes Durian Kiram Park

PELAIHARI - Kontes Durian di Kiram Park Kabupaten Banjar itu,…

Senin, 20 Januari 2020 06:19
Pemkab Tanah Laut

Manunggal Tuntung Pandang Perdana tahun 2020, Resmikan Kebun Bibit Desa Panjaratan

PELAIHARI - Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala)…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers