MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Kamis, 12 Desember 2019 11:29
Jemaah Tetap Yakin Bahwa Nabi Asal Hulu Sungai ini Benar
PASRAH: Nasruddin menyaksikan penggeledahan yang dilakukan petaugas Polres HST beberapa waktu lalu. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BARABAI - Sepekan berlalu sejak Nasruddin (59) menyandang status tersangka, namun para jemaahnya masih tidak bisa "move on" dari Sang imam ‘Ajaran Selamat" itu.

YF, salah seorang jemaah Nasruddin mengatakan sudah mengikuti ‘Ajaran Selamat" sejak tahun 2001. Pria berusia 50 tahun itu mengaku bisa menerima ajaran tersebut.

“Sebelum Tahun 2001, saya berguru kemana-mana. Namun, hanya di tempat beliau (Nasruddin, red) saja saya merasa cocok,” beber YF.

Dia sendiri memaklumi jika pengajian terpaksa harus dihentikan. Saat ini dia bersama dengan para jemaah lainnya hanya bisa pasrah, terkait nasib yang menimpa imam mereka itu. Nasib yang menimpa Nasruddin, menurutnya, sudah tertulis di dalam Alquran.

“Kami yakin dengan ajaran beliau (Nasruddin, red). Jadi tak ada alasan untuk meninggalkan beliau berikut ajarannya. Seperti apa yang pernah beliau terangkan kepada para jemaah termasuk saya bahwa setiap orang-orang dari Allah itu ada yang ditangkap, dibunuh, dimusuhi dan dikatakan sesat,” ucapnya.

YF menegaskan bahwa tak ada yang salah dengan ajaran yang dibawa Nasruddin. Kepada para Jemaah, Nasruddin, hanya menerangkan dan mengajarkan ilmu Alquran. YF, juga menuturkan bahwa terjadi salah kaprah terkait makna Nabi dan Rasul yang disematkan pada Nasruddin.

Menurutnya, Nabi adalah manusia yang mengabarkan atau mengajarkan ayat-ayat Allah. Maka, mendapatkan pengakuan atau pun tidak, karena memiliki tugas menyampaikan ayat-ayat Allah, Nasruddin tetap disebut Nabi. Adapun pengertian Rasul, YF membeberkan bahwa memiliki makna yang diperintahkan oleh Allah untuk menerangkan kitabnya.

“Beliau (Nasruddin, red) bukan mengaku nabi dan bukan pula mengaku rasul. Tapi, beliau ingin menjelaskan pengertian nabi dan rasul,” ungkapnya. 

Lantas, bagaimana terhadap kalimat sahadat yang diganti? YF, kembali menerangkan bahwa Kalimat sahadat yang disampaikan Nasruddin kepada jemaahnya yakni ‘Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi Nasrudin yang diperintah Allah (untuk para jemaah, red).

Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi engkaulah ya Roh Kudus Rasul Allah (untuk Nasruddin sendiri, red)’ merupakan sebuah pengakuan terhadap kebenaran seorang guru (Nasruddin, red).

Menurut YF, Nabi Muhammad bersahadat kepada pemimpinnya, yakni Allah. Ada pun pengikutnya, bersahadat ke Nabi Muhammad Karena nabi Muhammad merupakan panutan pengikutnya. Maka, yang dilakukan YF beserta Jemaah lainnya, tidak lah berbeda. Yakni bersahadat kepada Nasruddin yang menjadi panutan.

“Sementara beliau (Nasruddin, red), bersahadat kepada siapa yang membimbingnya, yakni roh kudus,” urai YF.

Terlepas dari kontroversialnya ‘Ajaran Selamat’ yang diajarkan Nasruddin, sekali lagi, YF mengaku hanya bisa pasrah kemudian menjalani apa yang sudah digariskan. Di samping itu, dia juga berharap agar aparat penegak hukum bisa berlaku adil terhadap kasus yang saat ini membelit imam mereka. “Kami serahkan semuanya kepada Allah SWT,” harapnya. 

Kasus dugaan penyimpangan agama yang dilakukan oleh Nasruddin, kini terus diproses secara hukum. Menyikapi nasib para jemaah Nasruddin, Ketua MUI HST melalui Sekretarisnya, H Khairussalim, mengatakan bahwa pihaknya bakal membicarakan langkah-langkah pembinaan terhadap para jemaah, sepeninggal Nasruddin. “Insya Allah tanggal 14 Desember mendatang, kami akan melakukan koordinasi dengan pengurus MUI se Kabupaten HST,” pungkasnya.

Kemarin (11/12) Radar Banjarmasin, mengunjungi kediaman Nasruddin. Rumah kayu berkelir lusuh, itu nampak seperti tak berpenghuni. Pintu dan jendelanya tampak tertutup rapat.

Seusai mengetuk pintu berapa kali dan tak ada jawaban dari dalam rumah, Radar Banjarmasin menemui Ketua RT 02 Desa Kahakan, Hirman (40). Kediamannya hanya dihelat beberapa rumah dari kediaman Nasruddin.

Kepada penulis, lelaki murah senyum itu membeberkan bahwa semenjak Nasruddin ditahan, tak lagi tampak ada pengajian yang digelar di kediaman Nasruddin. “Biasanya, kalau ada pengajian, selalu banyak sepeda motor terparkir di halaman kediaman Nasruddin,” ucap Hirman.

Nasruddin ditangkap karena kembali menggelar pengajian tiga kali dalam sepekan sejak Tahun 2018. Dengan jadwal pengajian yakni pada Senin malam, Kamis malam dan Jumat malam.

Hirman menuturkan bahwa keadaan yang sama juga sempat terjadi di Tahun 2003. Tepatnya, pasca penutupan pengajian yang pertama kalinya, dilakukan oleh MUI dan Kejaksaan Negeri HST. Di tahun itu, pengajian juga setop total. “Seingat saya waktu itu, selain berladang dan memperbaiki alat elektronik, Nasruddin juga sempat mengisi hari-harinya dengan membuka usaha kerajinan mebel,” tambah Hirman. (war/ran/ema)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 08:14

Sudah 30 Kepala Badut Diamankan, Tapi Masih Ada yang Nekat Beroperasi di A Yani

BANJARBARU - Meski sudah sering ditindak oleh Satpol PP Banjarbaru,…

Senin, 20 Januari 2020 08:11

Balap Liar di Kawasan Murjani, 81 Remaja dan 59 Ranmor Diamankan

BANJARBARU - Setelah mengamankan 165 pelajar yang diduga terlibat melakukan…

Senin, 20 Januari 2020 07:35

Gemparkan Sungai Andai, Anto Tergeletak Tanpa Busana di Kamar Mandi

BANJARMASIN - Warga Jalan Mutiara Raya RT 26 Sungai Andai…

Senin, 20 Januari 2020 07:25

Disergap di Tepi Jalan, Warga Tapin Utara ini Tertunduk Malu

RANTAU - Hanya bisa tertunduk malu. Begitulah Muchsyar Gandhi di…

Senin, 20 Januari 2020 07:24

Bawa Kabur Mobil, Ditangkap di Kaltim

AMUNTAI - Akibat ingin mendapat uang secara instan, segala cara…

Minggu, 19 Januari 2020 00:44

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

BANJARMASIN - Kabar dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh Ketua…

Minggu, 19 Januari 2020 00:38

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

BANJARBARU - Deru suara knalpot motor terdengar saling bersahutan di…

Minggu, 19 Januari 2020 00:32

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

BANJARMASIN - Warga Teluk Dalam geger. Ular piton sepanjang 3,2…

Minggu, 19 Januari 2020 00:24

Motor Curian, Digadaikan

BANJARMASIN - M Firdaus (27) dan Ahmad Fauzi (40) harus…

Jumat, 17 Januari 2020 12:01

Jarang Razia di Pertigaan Tower, Banyak Pengendara yang Santai Melanggar

BANJARMASIN - Satlantas Polresta Banjarmasin menggelar razia di pertigaan lampu…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers