MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 12 Desember 2019 12:04
Ketika Teror Hepatitis A Mengancam Siswa Kota Idaman

Cari Sebab Penyebaran Sampai ke Rumah Siswa

ASRI: Lingkungan sekolah SMPN 4 Banjarbaru di Liang Anggang, virus hepatitis A yang menjangkiti puluhan siswanya, membuat pihak sekolah menggiatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada siswa. | Foto: Sutrisno/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Pekan lalu, beredar pesan berantai menyatakan status KLB hapatitis A di Kota Banjarbaru. Meski informasi tersebut tidak benar, namun faktanya ada sekolah yang mengaku, 53 siswanya jatuh sakit karena hepatitis A. 

-- Oleh: Muhammad Rifani, Banjarbaru --

Rabu (11/12) kemarin, Radar Banjarmasin kembali mengunjungi SMPN 4 Banjarbaru, suasana sekolah sudah sepi, karena siswa pulang cepat usai ulangan semester. Beruntung, masih bisa mendapat informasi terbaru dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 4 Banjarbaru, Jarot Santosa.

"Hari ini kami mendapat kembali dua laporan lagi dari orang tua, bahwa anak mereka terpapar virus hepatitis A,” ujarnya.

Sebelumnya sudah ada 33 laporan dari orang tua yang memberitahukan bahwa anak mereka positif terpapar virus, dari hasil pemeriksaan di RS AURI, RSD Idaman, RS Kartini serta RS Syifa Medika. Sedangkan berdasar hasil pemeriksaan oleh puskesmas, Dinkes dan BTKL ditemukan ada 20 siswa positif hepatitis A. Sehingga total siswa yang diduga terpapar virus yang menginfeksi liver ini, total 55 siswa.

Dari 35 laporan orang tua, ada yang harus dirawat inap dan sebagian rawat jalan. "Kalau yang 20 siswa positif itu kondisinya Alhamdulillah sudah membaik," tambahnya.

Pasca terungkapnya penyebaran virus ini. Pihak sekolah menurut Jarot melakukan beberapa langkah. Mulai dari menggiatkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), seperti membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan.

“Kami juga melakukan RDT (Rapid Diagnostic Test) kepada penjual makanan, dari delapan sampel negatif. Kamis (hari ini) juga dilakukan uji sampel air di sekolah," ujarnya.

Untuk siswa yang positif terpapar virus, kebijakan sekolah juga masih memberi waktu istirahat total di rumah. "Totalnya selama 28 hari," tambahnya.

Terpisah, Dinas Kesehatan Banjarbaru sendiri menegaskan bahwa tidak ada penambahan kasus virus tersebut. Yang mana diklaim bahwa kasus terakhir yakni di SMPN 4 Banjarbaru tersebut.

"Sudah tidak ada lagi, yang 20 positif itu terakhir. Kawan-kawan juga memeriksa di sekolah, termasuk jajanan yang adanya. Hasilnya mengatakan negatif," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banjarbaru, Khairul Fahmi kemarin.

Dinkes juga mendatangi lingkungan tempat tinggal siswa yang positif terpapar virus hepatitis A tersebut. "Dari sekolah, pedagang jajanan, sampai ke rumah siswa. Kita masih selidiki penyebabnya," tandasnya.

Disinggung apakah ada potensi teror virus ini bisa meluas ke wilayah lain. Fahmi menjawab jika ini akan dipengaruhi oleh perilaku serta mobilitas publik yang ada di Banjarbaru.

"Hepatitis ini kan sifatnya menular. Nah karena di Banjarbaru ini mobilitas orang tinggi, jadi bisa saja ada orang dari daerah lain yang datang ke sini dan kebetulan terpapar virus itu. Makanya ini juga harus jadi atensi sama-sama," tambahnya.

Ditegaskannya bahwa Dinkes tidak apatis atas kasus ini. Ia menjawab bahwa pihaknya selalu melakukan pengawasan, pendataan serta upaya pencegahan atas kasus ini.

"Kita tetap mengawasi walau saat ini tidak ada tambahan kasus. Kalaupun ada terdeteksi langsung ditindaklanjuti. Kita juga ada laporan surveilensi baik mingguan atau bulanan soal kasus penyakit, nah ini kita pantau terus," klaimnya.

Bagaimana dengan vaksin untuk pencegahan? Menurutnya belum ada program untuk itu, sebab di pusat juga belum ada program serupa. "Yang ada (vaksin) untuk ibu melahirkan. Kalau secara umum belum ada," katanya.

Terakhir, Fahmi mengatakan agar warga turut bersama-sama memberlakukan PHBS di lingkungannya. "Tiap-tiap kepala puskesmas juga sudah kita instruksikan untuk menggelar penyuluhan soal ini di lingkungannya," pungkasnya.

---

Disdik Fokus Kebersihan Jajanan di Sekolah

Karena terjadi di lingkungan instansi pendidikan: Sekolah Menengah Pertama Negeri. Fenomena sebaran virus hepatitis A turut menyeret nama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru.

Sebagaimana diketahui, SMP yang ada di wilayah Kota Banjarbaru berada dibawah naungan Disdik. Disdik pun juga dituntut turut ambil bagian dalam penanganan serta tindak lanjut dari virus ini.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Banjarbaru, Alamsyah berkomentar bahwa pihaknya telah dan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk hal ini.

"Sudah dilakukan terkait penanganannya, juga telah disosialiasikan ke sekolah lain tentang bahaya hepatitis dan penyebarannya," ungkap Alam.

Dari Disdik pun tegasnya telah memberlakukan kebijakan terkait paparan virus ini. Yang mana diklaimnya jika anak-anak yang positif sakit karena paparan virus hepatitis diizinkan untuk tidak masuk sekolah. "Yang baru terkena gejalanya juga diizinkan untuk istirahat di rumah dan fokus untuk berobat," tambahnya.

Lalu, Dinkes terangnya juga telah membuat dan menyebarkan edaran ke sekolah-sekolah terkait antisipasi sebaran virus ini. Yang mana fokusnya terkait kebersihan di lingkungan sekolah termasuk menyasar kantin-kantin atau pedagang jajanan yang ada di sekolah.

"Iya, edaran ini terutama kebersihan makanan dan jajanan siswa. Karena penyakit ini disebutkan menyebar lewat makanan. Jadi prioritas kita ke kebersihan makanan ini," tegasnya.

Bahkan tak menutup kemungkinan Disdik ujarnya akan melakukan pendataan terkait pedagang atau penjaja makanan yang ada di tiap-tiap sekolah. Termasuk sampai tahapan pengujiannya.

"Memang belum dilakukan. Tapi ini bisa saja ditindaklanjuti ke depannya. Nanti kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait," paparnya.

Ditanya apakah ada temuan di sekolah lain yang terdeteksi paparan virus ini? Alam menjawab jika sejauh ini baru di SMPN 4 Banjarbaru yang dinyatakan positif.

"Memang minggu lalu pada saat saya berkunjung ke MA Nurul Hikmah ada satu siswa (yang terdeteksi). Namun sekarang sudah aktif lagi bersekolah," tutupnya.

--

Orang Tua Masih Khawatir

Sejauh ini, ancaman hepatitis masih jadi kekhawatiran sebagian warga. Khususnya mereka yang punya buah hati yang masih bersekolah. Lantaran virus ini telah positif menyerang puluhan pelajar di SMPN 4 Banjarbaru di Liang Anggang.

Kabar virus yang menyebabkan gejala mual, pusing dan wajah atau mata menguning cepat menyebar. Salah satu warga yang mengaku sangat khawatir adalah Nurlisa Aida. Apalagi, warga Liang Anggang Banjarbaru ini memiliki putra yang bersekolah di SMP Negeri.

"Takut juga. Karena katanya bisa menular. Saya lebih waspada dan menginstruksikan anak saya agar jangan jajan sembarangan. Serta meminta dia untuk berhati-hati sama pergaulan di sekolahnya," katanya.

Selain Nurlisa, Akhmad Muhfidz juga berpendapat demikian. Meski di daerahnya belum ada kabar yang menyebut virus ini telah hadir. Namun katanya penyebaran ini tak bisa terlihat secara kasat mata.

"Saya punya anak perempuan masih di bangku SD. Nah takutnya ada yang terserang di sekolahnya. Makanya saya waspada sekali sama kondisi kesehatannya. Harapan saya juga pemerintah bisa menangani dan mencegah penyebaran ini," ceritanya.

Terpisah, Anggota DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Banjarbaru telah mengetahui soal adanya virus hepatitis A ini di Banjarbaru. Ia pun mendorong agar Pemerintah terus melakukan pencegahan terkait ancaman penyebaran virus ini.

"Kalau perlu jemput bola ke titik-titik yang rawan untuk mendeteksi sekaligus mencegahnya. Jangan sampai ketika makin menyebar apalagi sampai berstatus KLB baru ada tindakan intensif," kata Nurkhalis.

Ia juga mengatakan agar pemerintah bisa bergerak cepat ke masyarakat. Sebab katanya informasi soal paparan virus ini cukup menyebar dan meresahkan di masyarakat.

"Karena ini juga dipengaruhi faktor lingkungan dan sanitasi. Jadi saya harap secara bersama-sama harus waspada akan hal ini. Juga agar jangan dibebankan ke satu instansi saja tapi harus lintas instansi untuk mengatasinya," pesannya. (rvl/bin/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers