MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 12 Desember 2019 12:35
Denyut Perekonomian Bandara Berpindah

Megah, Tapi Penumpang Masih Keluhkan Minimnya Fasilitas

DENYUT BARU: Suasana di jalan menuju terminal baru Bandara Syamsudin Noor. Denyut perekonomian bandara baru bergeliat dengan cepat. | Foto: Sutrisno/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, BANJARBARU - Baru dua hari terminal Bandara Internasional Syamsudin Noor dipindahkan, perubahan di kawasan terminal lama dan yang baru sudah cukup signifikan. Daerah di sekitar terminal baru tampak mulai ramai. Sedangkan, di dekat bangunan bandara lama menjadi sangat sepi.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, di kawasan terminal baru bandara Rabu (11/12) kemarin sudah ada sejumlah parkir inap kendaraan yang buka. Selain itu, di dekat gerbang masuk bandara juga ramai dengan para pedagang kaki lima (PKL) yang menjual aneka jenis makanan dan minuman dengan menggunakan gerobak.

Sementara di area terminal lama: di sepanjang Jalan Angkasa, Kelurahan Syamsudin Noor, suasananya terlihat sepi. Jauh berbeda dibandingkan terminal bandara masih ada di sana. Di mana, saat itu hilir mudik kendaraan sangat ramai.

Selain tampak lebih sepi, beberapa parkir inap kendaraan yang ada di sana juga mulai tutup. Bahkan, ada salah satu toko yang sebelumnya digunakan untuk loket parkir inap terlihat dipasangi tulisan "disewakan".

Melihat kondisi itu, nampaknya nadi perekonomian di kawasan bandara sudah berpindah ke area terminal baru. Seiring dengan berpindahnya sejumlah usaha yang ada di sekitar terminal lama.

Berpindahnya sentra perekonomian kawasan bandara diakui Rahmatullah, pemilik parkir inap kendaraan yang sudah dua hari buka di kawasan terminal baru. "Jelas pindah karena di sana sekarang sudah sepi. Semua usaha pindah ke sini. Seperti halnya saya," katanya.

Dia mengungkapkan, saat ini sudah ada sekitar tujuh parkir inap kendaraan yang buka di area terminal baru bandara. Menurutnya, jumlah itu nantinya akan terus bertambah. "Mungkin nanti yang buka bisa sampai 15 lebih," ungkapnya.

Lanjutnya, sebagian besar parkir inap kendaraan yang buka merupakan pindahan di tempat yang lama. Mereka pindah, supaya bisa lebih dekat dengan terminal baru. "Sudah sejak lima tahun lalu kami beli tanah di sini. Supaya bisa pindah ke sini," ujarnya.

Selain pindahnya parkir inap, munculnya sejumlah PKL di sana juga menegaskan bahwa nadi perekonomian di dekat terminal baru mulai menguat. Bukan hanya itu, di kawasan itu juga dikabarkan ada sejumlah penginapan dan hotel yang akan dibangun.

Informasi tersebut disampaikan Surianyah, salah seorang PKL yang sedang berjualan makanan dan minuman di dekat gerbang terminal baru. "Tambah ramai di sini Mas. Nanti katanya ada hotel dan penginapan juga," paparnya.

Dia sendiri mengaku berjualan di area terminal baru sejak Selasa (10/12) tadi. "Coba berjualan di sini, karena ramai didatangi orang. Apalagi kalau sore, banyak yang nongkrong di sini," ujarnya.

Hasil yang dia dapatkan pun lumayan, Surianyah menyebut pada hari pertama berjualan dirinya sudah mendapatkan penghasilan sekitar Rp400 ribu. "Lumayan dibandingkan jualan di bandara lama," sebutnya.

Sebelum ke terminal baru, Suriansyah mengaku berjualan di Jalan Hercules, Kelurahan Syamsudin Noor yang berdekatan dengan bandara lama. Namun, lantaran di sana sudah sepi akibat perpindahan terminal dia pun memilih ikut pindah. "Mudah-mudahan berjualan di sini (area terminal baru) tidak dilarang. Jadi, kami bisa berlama-lama mencari rezeki di sini," harapnya.

Sementara itu, mengenai informasi bakal ada hotel baru yang akan dibangun di akses bandara baru, Kepala Disperkim Banjarbaru Muriyani membenarkan hal itu.

Dia menyampaikan, hingga kini sudah ada satu hotel yang mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB) berdekatan dengan terminal baru bandara. "Yang masuk baru punyanya Pak Martinus, yakni Efa Hotel," bebernya.

Terminal Baru Kekurangan Tempat Sampah

Sementara itu, baru dibuka Selasa (10/12) tadi, terminal baru Bandara Internasional Syamsudin Noor menuai keluhan. Hal itu dikarenakan masih ada beberapa fasilitas yang dianggap masih kurang tersedia di sana. Salah satu yang paling kentara ialah tempat sampah.

Memiliki luas 77.569 meter persegi atau 8 kali lebih luas dibandingkan terminal lama yang hanya memiliki luas 9.043 meter persegi, bangunan berjuluk Jewel of Borneo tersebut sangat minim tempat sampah. Sehingga, para penumpang kesulitan jika ingin membuang sesuatu.

Sulitnya mencari tempat sampah di terminal baru diakui Rahmad, salah satu penumpang yang Rabu (11/12) kemarin berangkat ke luar daerah melalui bangunan baru tersebut. "Iya, tempat sampahnya masih sedikit. Sehingga, jarak antar tempat sampah sangat berjauhan. Jadi, susah kalau mau membuang sampah," katanya.

Menurutnya, ketersediaan bak sampah harusnya bisa lebih diperbanyak guna menjaga kebersihan bangunan terminal baru. "Soalnya, kalau minim bak sampah begini takutnya ada penumpang yang membuang sampah sembarangan. Karena tidak menemukan di mana bak sampahnya," ujarnya.

Selain tempat sampah, kurang tersedianya toilet di terminal baru bandara juga menuai keluhan. Keluhan tersebut diutarakan Anggota DPRD Kabupaten Banjar Irwan Bora yang kebetulan Selasa (10/12) baru tiba dari Jakarta. "Saat saya baru mendarat, saya mencari toilet di terminal kedatangan ternyata agak susah. Dan ada beberapa yang belum dibuka," ujarnya.

Namun, dia mengaku memaklumi hal itu dan yakin dalam waktu dekat pengelola bandara akan segera membenahi fasilitas yang dianggap masih kurang. "Karena baru beroperasi, menurut saya wajar lah jika masih ada beberapa kekurangan," bebernya.

Irwan sendiri merasa takjub dengan terminal baru Bandara Syamsudin Noor, karena jauh lebih megah dibandingkan bangunan yang lama. "Luar biasa megah. Secara fisik bangunan, tidak kalah dengan bandara-bandara lainnya," ucapnya.

Sementara itu, terkait adanya beberapa keluhan dari penumpang, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria menyampaikan bahwa pihaknya kini sedang menampung semua keluhan yang disampaikan masyarakat. "Keluhan kami tampung untuk perbaikan pelayanan Mas," katanya.

Seperti halnya minimnya ketersediaan tempat sampah, dia mengaku sudah menerima keluhan itu. "Dan memang ketersediaan tempat sampah di terminal baru masih terbatas. Nanti segera akan kami lengkapi," pungkasnya. (ris/ran/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 14:52
Pemkab Balangan

Pasar Budaya Racah Mampulang Dilaksanakan Sekali Dalam Dua Pekan

PARINGIN - Bupati Balangan Ansharuddin, Selasa (21/1) kemarin membuka sekaligus…

Kamis, 23 Januari 2020 14:50
PARLEMENTARIA

Legislatif Sidak Puskesmas

PARINGIN - Komisi I DPRD Balangan melakukan monitoring ke UPT…

Kamis, 23 Januari 2020 13:10

2 Pasien Positif DBD di RSUD Datu Sanggul Rantau

RANTAU - Musim pancaroba telah tiba. Biasanya kasus Demam Berdarah…

Kamis, 23 Januari 2020 12:23

Tampil Berwibawa Pimpin Apel Siaga Bencana, Bupati Wahid Bilang Anggota Satgas itu Mulia

AMUNTAI - Dengan mengenakan baju dinas lapangan Badan Penanggulangan Bencana…

Kamis, 23 Januari 2020 11:05

Rumitnya Membangun Jalan Handil Bakti: Sudah Dibantu, Tak Siapkan Tim Penilai

Pelebaran Jalan Trans Kalimantan Handil Bakti tahun ini, diprediksi tertunda.…

Kamis, 23 Januari 2020 11:03

Jika Honorer Benar-Benar Dihapus, Sekolah Terancam Kekurangan Guru

BANJARBARU - Kesepakatan antara Komisi II DPR RI bersama Kementerian…

Kamis, 23 Januari 2020 10:55

Momen HPN 2020, Strategis Bagi Daerah

BANJARMASIN - Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Nor mengatakan momen…

Kamis, 23 Januari 2020 10:36

Calon Perseorangan Siap Pensiun Dini

BANJARMASIN - Tak seperti kandidat lain, yang masih kasak-kusuk mencari…

Kamis, 23 Januari 2020 10:16

Satpam Unjuk Kebolehan di Depan Polisi

BANJARMASIN - Pada hari ulang tahun Satpam ke-39, puluhan satpam…

Kamis, 23 Januari 2020 10:10

60 Ijazah Tertahan Dua Tahun, Dinas Pendidikan Malah Baru Tahu

BANJARMASIN - Selama dua tahun terakhir, SDN Pangeran 1 belum…

Pasar Budaya Racah Mampulang Dilaksanakan Sekali Dalam Dua Pekan

Legislatif Sidak Puskesmas

2 Pasien Positif DBD di RSUD Datu Sanggul Rantau

Tampil Berwibawa Pimpin Apel Siaga Bencana, Bupati Wahid Bilang Anggota Satgas itu Mulia

Rumitnya Membangun Jalan Handil Bakti: Sudah Dibantu, Tak Siapkan Tim Penilai

Jika Honorer Benar-Benar Dihapus, Sekolah Terancam Kekurangan Guru

Haul Sekumpul: Dilarang Pasang Atribut Politik

Cuma Bermodal Seragam Polisi, Pria ini Kumpulkan Duit, Sudah Lama Bercita-cita Tapi Tak Kesampaian

Momen HPN 2020, Strategis Bagi Daerah

Ketuanya Tersandung Kasus, Samahuddin: KPU Harus Tegas, Jangan Coreng Intregritas Lembaga
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers