MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 13 Desember 2019 11:19
Polemik Seragam Honorer, Ibnu Sina: Aturan Pakaian Sudah Dikaji, Bukan Seenak Hati
MUDAH MEMBEDAKAN: Pegawai honorer mengenakan pakaian berbeda dengan ASN di Pemko Banjarmasin. | FOTO: NOORHIDAYAT/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Terjadi polemik terhadap kebijakan Pemko Banjarmasin terkait larangan pemakaian seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi tenaga kerja honor. Ada yang setuju, ada pula menganggap kebijakan ini tidak terlalu penting.

Menanggapi berbagai komentar miring itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina justru menyampaikan kebijakan tersebut sebetulnya sudah lama dikaji. Jadi, aturan baru itu tidak sembarangan diputuskan.

"Kebijakan terkait aturan pakaian tenaga kerja honor adalah hasil rapat bersama jajaran yang berkaitan dengan bidangnya. Jadi, bukan aturan yang seenak hati saja," ujar Ibnu Sina, kemarin (12/12).

Menurutnya, seharusnya tidak perlu mempersoalkan terkait aturan itu. Pemko berani mengeluarkan peraturan tersebut karena memang sudah mempelajari aspek yang mendasari aturan tersebut.

"Peraturan itu sudah sesuai dengan Permendagri tentang aturan seragam yang dikenakan PNS pada jam kerjanya," tegasnya.

Ibnu menolak dengan tegas anggapan kebijakan tersebut mendiskriminasi para tenaga kerja honor. Menurutnya, justru mempermudah masyarakat dalam mengenali mana yang ASN atau honorer.

Utamanya ketika ingin berurusan dengan pegawai SKPD Banjarmasin. "Ini yang harus kami jelaskan kepada masyarakat. Peraturan tersebut bukan berasal dari Pemko Banjarmasin. Namun, ini adalah peraturan dari pusat," jelasnya.

Ibnu mempersilakan bagi masyarakat yang ingin mengkritik kebijakan ini. Namun, ia menekankan perlunya melihat apa yang menjadi dasar peraturan tersebut dikeluarkan.

"Bagi siapapun boleh mengkritik dan memberikan pendapat. Namun, jangan sampai asal bunyi. Yang tidak tahu masalah, kemudian berkomentar. Awalnya tidak ada masalah, kemudian karena komentarnya tersebut malah menjadi masalah," cecarnya.

Ibnu sendiri lebih nyaman memakai pakaian sasirangan untuk dibawa bekerja. Itu kalau dibandingkan dengan pakaian dinas. "Hari-hari saya kerja dengan memakai sasirangan. Saya rasa tidak ada masalah dengan hal itu," bandingnya.

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, anggota DPD RI perwakilan Kalsel, Habib Abdurrahman Bahasyim menilai larangan tertanggal 10 Desember itu sangat tidak penting. Menurut pria yang akrab disapa Habib Banua itu, larangan tersebut tidak mendesak bagi kebutuhan warga Banjarmasin saat ini. Yang dibutuhkan justru kinerjanya.

Salah seorang pegawai honorer, Ririn mengaku tak bisa protes dengan kebijakan wali kota tersebut. Ririn bersama pegawai honorer lainnya pada hari Senin dan Selasa memakai kemeja bebas dan pantas, warna apa saja. Yang penting polos, tapi celananya hitam. Rabu memakai kemeja putih, celana hitam. Kamis baru memakai sasirangan.(hid/dye/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Januari 2020 10:02

SIAP-SIAP..!! Tujuh Daerah Siaga Bencana

BANJARBARU - Tak bersahabatnya cuaca, akibat tingginya intensitas hujan dalam…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:59

Kala Warga Dusun Ambatunin Bertekad Menerjang Buta Huruf: Dirikan Sekolah Darurat Beratap Terpal

Turun-temurun menanggung perihnya buta huruf, warga Dusun Ambatunin Desa Uren…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:29

Durian Gratis Bersama Paman Birin

MARTAPURA - Masyarakat di Kalsel bakal berbondong bondong ke Kiram Park,…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:21

WARNING..! RTH Banjarbaru Mulai Terdesak Pemukiman

BANJARBARU - Rencana pelebaran sungai di kawasan Cempaka yang menyempit…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:15
Berita Tanah Bumbu

Dinkes Gelar Apel Pencanangan PSN

BATULICIN - Intensitas curah hujan yang semakin tinggi saat sekarang…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:14
Berita Tanah Bumbu

Hj Sadariah Lantik Ketua PKK Angsana dan Simpang Empat

BATULICIN - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tanah…

Jumat, 17 Januari 2020 14:46

Demi Akses Transportasi Sungai, Jembatan Melengkung Tatah Bangkal Percontohan

BANJARMASIN – Pembangunan Jembatan Tatah Bangkal baru saja diselesaikan Dinas…

Jumat, 17 Januari 2020 11:45

Mangkrak, Akhirnya Rumah Sakit di Kotabaru ini Jadi Sarang Hantu

KOTABARU - Tiga anak muda berlarian. Memburu bayangan putih. Gagal.…

Jumat, 17 Januari 2020 11:31

Pondoknya Dirobohkan, Alfaruk Bantah Bangunannya Masuk Kawasan Hutan Lindung, Tiap Tahun ia Sudah Bayar Pajak

BANJARBARU - Alfaruk (50), warga Liang Anggang, Banjarbaru, hanya bisa…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Gara-gara Pemekaran, PPK Sigam Belum Bisa Dibentuk

BANJARMASIN - Hingga saat ini KPU belum bisa memutuskan nasib…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers