MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 13 Desember 2019 11:44
Klaim Tanah Belum Dibayar, Warga Blokade Jalan Sawit
BLOKADE JALAN: Warga Desa Antar Baru lakukan pemblokiran kebun sawit kebun PT. Barito Putera Plantation yang diklaim memasuki wilayah mereka. | FOTO: AHMAD MUBARAK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, MARABAHAN - Puluhan warga Desa Antar Baru, Marabahan memblokade kebun sawit milik PT. Barito Putera Plantation. Mereka mengklaim tanah yang dikelola perusahaan beberapa diantaranya adalah tanah warga atau masih bersengketa dengan penduduk desa.

"Ini merupakan tanah turun temurun kami. Selama 10 tahun, tanah ini tidak mendapat ganti rugi dari perusahaan," ujar Rita warga Desa Antar Baru. Dia menuding perusahaan tidak beriktikad baik untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Sebelum melakukan blokade, warga terlebih dahulu melakukan pengukuran tapal batas Desa Antar Baru dan Antar Raya. PT. Barito Putera Plantation memang beroperasi di tapal batas dua desa ini.

Warga Desa Antar Baru dan Tim Adat Dayak Meratus selanjutnya melakukan sedikit ritual di perkebunan sawit. Serta diakhiri dengan pemblokiran. Mereka memasang portal di jalan sawit yang diklaim memasuki wilayah mereka.

Dihadiri pihak berwajib, pemblokiran jalan perusahaan ini berlangsung damai. Hanya saja tidak ada satupun pihak perusahaan yang datang. Hanya ada beberapa alat berat yang ingin masuk terpaksa tertahan di portal yang dibuat.

Rita mengatakan pihak perusahaan belum memberikan ganti rugi kepadanya. Padahal tanah yang mereka miliki sudah memiliki sertifikat. "Tanah kami yang bersertifikat di tumpang tindih oleh perusahan dengan surat HGU nya," ujarnya sembari mengungkapkan sertifikat tanah mereka keluar tahun 2017. Sedangkan HGU perusahan lahir tahun 2018.

Rita menceritakan, sepuluh tahun yang lalu, sempat dilakukan pertemuan dengan berbagai pihak. Baik perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Dalam pertemuan itu disepakati PT. Barito Putera Plantation membeli tanah warga dengan harga Rp850 per hektare. Namun setelah berjalannya waktu, sampai saat ini, hak mereka belum diberikan.

"Tanah kami yang dikuasi perusahaan PT. Barito Putera Plantation, sekitar 3.006 hektare," ujarnya sembari mengungkapkan luas tanahnya sekitar 87 hektare telah memiliki bukti sertifikat.

Hal serupa juga disampaikan Rahmadi. Warga desa Antar Baru ini, mengaku sekitar 150 hektare tanahnya sudah dikuasai perusahaan PT. Barito Putera Plantation. Padahal belum diabayar. Walau belum ditanami sawit, tanah miliknya sudah dikeruk.

Sementara itu, Kepala Desa Antar Baru, Mahdi mengharapkan apa yang dilakukan warganya bisa berjalan lancar. Tanpa adanya gesekan dari kedua belah pihak.

"Sebagai kepala desa, kami berharap perusahaan benar-benar menerima aspirasi masyarakat," ujarnya.

Mahdi menceritakan, kasus ini sudah berjalan lama. Tapi hingga saat ini belum ada kejelasan dari perusahaan. Perusahaan bahkan tidak pernah menginisiasi pertemuan atau audiensi.

"Izin lokasi ini lahir tahun 2019. Saya menjabat menjadi kepala desa tahun 2015. Kasus ini masih masa kepala desa terdahulu," ujarnya sembari mengatakan belum ada solusi sampai saat ini.(bar/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 08:14

Sudah 30 Kepala Badut Diamankan, Tapi Masih Ada yang Nekat Beroperasi di A Yani

BANJARBARU - Meski sudah sering ditindak oleh Satpol PP Banjarbaru,…

Senin, 20 Januari 2020 08:11

Balap Liar di Kawasan Murjani, 81 Remaja dan 59 Ranmor Diamankan

BANJARBARU - Setelah mengamankan 165 pelajar yang diduga terlibat melakukan…

Senin, 20 Januari 2020 07:35

Gemparkan Sungai Andai, Anto Tergeletak Tanpa Busana di Kamar Mandi

BANJARMASIN - Warga Jalan Mutiara Raya RT 26 Sungai Andai…

Senin, 20 Januari 2020 07:25

Disergap di Tepi Jalan, Warga Tapin Utara ini Tertunduk Malu

RANTAU - Hanya bisa tertunduk malu. Begitulah Muchsyar Gandhi di…

Senin, 20 Januari 2020 07:24

Bawa Kabur Mobil, Ditangkap di Kaltim

AMUNTAI - Akibat ingin mendapat uang secara instan, segala cara…

Minggu, 19 Januari 2020 00:44

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

BANJARMASIN - Kabar dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh Ketua…

Minggu, 19 Januari 2020 00:38

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

BANJARBARU - Deru suara knalpot motor terdengar saling bersahutan di…

Minggu, 19 Januari 2020 00:32

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

BANJARMASIN - Warga Teluk Dalam geger. Ular piton sepanjang 3,2…

Minggu, 19 Januari 2020 00:24

Motor Curian, Digadaikan

BANJARMASIN - M Firdaus (27) dan Ahmad Fauzi (40) harus…

Jumat, 17 Januari 2020 12:01

Jarang Razia di Pertigaan Tower, Banyak Pengendara yang Santai Melanggar

BANJARMASIN - Satlantas Polresta Banjarmasin menggelar razia di pertigaan lampu…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers