MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 14 Desember 2019 02:51
PT. Barito Putera Plantation Tunggu Mediasi Pemda
BLOKADE JALAN: Warga Desa Antar Baru lakukan pemblokiran kebun sawit kebun PT. Barito Putera Plantation yang diklaim memasuki wilayah mereka. | FOTO: AHMAD MUBARAK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, MARABAHAN - Terkait pemblokiran jalan lahan sawit PT Barito Putera Plantation oleh warga Desa Antar Baru, Humas PT Barito Putera Plantation, Abidin Noor akhirnya memberi keterangan, Jumat (13/12) malam.

"Atas tindakan yang dilakukan warga, kami masih menunggu mediasi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah," ujar Abidin Noor kepada Radar Banjarmasin.

Abidin menambahkan, pihaknya akan mengikuti mediasi yang akan dilakukan Pemda. Serta mengikuti apa yang menjadi hasil nantinya. "Menurut keyakinan kami, tanah yang kami tempati, sesuai HGU yang dimiliki. Tidak ada tanah warga," ujarnya.

Berkaitan dengan HGU, Abidin menceritakan, lahan tersebut, berstatus HGU sejak tahun 1998. Yang diperoleh dari bekas perusahaan eks Banjarmasin Agro Wijaya Mandiri. Atau anak perusahan Kodeco yang bangkrut dulunya. "Lahan HGU ini sempat terlantar. Singkat cerita, hingga tahun 2009 Pemkab Batola menggandeng investor. Yaitu almarhum Haji Leman," ceritanya singkat.

Lahan eks Banjarmasin Agro Wijaya Mandiri akhirnya dikuasai PT Barito Putera Plantation di bawah kepemimpinan almarhum H Leman. Dari 6067 hektare lahan, hanya diambil izin lokasi 1500, yang selanjutnya diperluas menjadi 3000 hektare. "Diperbanyak dikarenakan amanat undang-undang untuk adanya 20 persen sawit plasma," ceritanya.

Berkaca dengan sejarah itu, Abidin meyakini tidak ada kepemilikan tanah warga di lahan PT Barito Putera Plantation. Bahkan menurutnya, saat tanah itu dikuasai Banjarmasin Agro Wijaya Mandiri, warga Desa Antar Baru tidak bisa masuk lokasi. "Dulu mencari kayu galam di lokasi itu, harus minta izin pihak perusahaan," ujarnya.

Abidin menambahkan, pihaknya sudah ada iktikad baik dengan warga yang melakukan penguasaan tanah diatas HGU mereka. Pada tahun 2013 diminta melakukan pembebasan tanah oleh masyarakat. Sehingga kita melakukan kesepakatan dengan unsur Muspida dari Kecamatan Marabahan. Yang dibeli bukan tanah, tetapi penguasaan tanah di atas HGU. "Kami luruskan, saat itu kami bukan membeli tanah, tetapi cuma tali kasih dan santunan," ujarnya sembari mengatakan dari 600 KK, hanya 13 KK yang menolak.

Penolakan tersebut menurut cerita Abidin. Juga berujung ke pengadilan. Mereka yang merasa tidak terima mengajukan gugatan ke Pengadilan. Sidang pertama kasus ini berakhir dengan NO (gugatan ditolak karena cacat formil).

"Dulu kasus ini bahkan pernah disidangkan lagi saat mereka punya bukti bari. Tetapi sampai putusan kasasi, hakim memutuskan menyatakan tanah tersebut merupakan tanah negara," ujarnya sembari mengatakan lupa nomor putusan perkara tersebut.

Terakhir, Abidin mengatakan, sebagai warga negara yang taat hukum, pihaknya tetap menunggu mediasi yang akan dilakukan Pemda. Serta demi keamanan bersama, tidak akan melakukan mengganggu portal yang dilakukan warga. "Kami tetap menunggu mediasi yang kabarnya akan secepatnya dilakukan oleh Pemda," ungkapnya sembari mengatakan mediasi akan dilakukan langsung oleh Bupati Batola Normiliyani. (bar/by/bin)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 07:54

Gara-gara ini, Kalsel-Teng Gelap-gelapan Malam Tadi

BANJARBARU - Hujan deras disertai petir dan angin kencang yang…

Senin, 20 Januari 2020 07:47

Kecamatan Baru, Sigam Tak Punya PPK

BANJARMASIN – KPU Kalsel akhirnya mengambil keputusan terkait permasalahan Panitia…

Senin, 20 Januari 2020 07:43

Dapat Hibah 300 PJU untuk Akses, Jalan ke Bandara Baru Semakin Terang

Kabar baik bagi warga yang mengeluhkan kurangnya penerangan di jalan…

Senin, 20 Januari 2020 07:37

DICARI..! 18 Sopir untuk Kemudikan Bus Trans Banjarmasin

BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Banjarmasin membuka lowongan untuk 18 sopir.…

Senin, 20 Januari 2020 07:30

Seleksi CPNS: 200 Komputer Masih Kurang

BANJARMASIN - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel menyiapkan ratusan komputer…

Senin, 20 Januari 2020 06:53
Pemko Banjarbaru

Wawali Hadiri Pembukaan Kejuaraan Voli

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Senin, 20 Januari 2020 06:46
PARLEMENTARIA

Dewan Harapkan Kontrak Karya Transparan

BANJARBARU - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 20 Januari 2020 06:32

Haji Denny Makin Siap Maju Pilgub Kalsel

BANJARMASIN - Relawan Haji Denny Indrayana menggelar konsolidasi relawan 13…

Senin, 20 Januari 2020 06:26
Pemkab Tanah Laut

Bupati Khutbah di Masjid Jami Ar Raudhah

PELAIHARI – Di awal Tahun 2020 pelaksanaan Manunggal Tuntung Pandang…

Senin, 20 Januari 2020 06:25
Pemkab Tanah Laut

Tala Borong Juara di Kontes Durian Kiram Park

PELAIHARI - Kontes Durian di Kiram Park Kabupaten Banjar itu,…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers