MANAGED BY:
SENIN
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Sabtu, 14 Desember 2019 02:56
Makin Merajalela, Tambang Liar di Hutan Tabalong
SIAP KIRIM: Tumpukan batubara ilegal di Dusun Sialing, Desa Nawin, Kecamatan Haruai yang ditemukan beberapa waktu lalu. | Foto: ISTIMEWA

PROKAL.CO, BANJARBARU – Meski sudah pernah dirazia oleh instansi terkait, pertambangan tanpa izin (Peti) di wilayah hutan Tabalong belakangan semakin merajalela. Dari informasi yang didapat, penambang ilegal bahkan berani beroperasi terang-terangan dan terkesan tidak tersentuh aparat di lapangan.

Seorang sumber Radar Banjarmasin yang mewanti-wanti namanya tidak dikorbankan menyebut, kegiatan Peti kini jumlahnya bertambah. Kalau sebelumnya hanya ada empat lubang. Sekarang sudah lebih, lokasinya di Dusun Sialing (Desa Nawin), Desa Mihul dan Desa Saradang Kecamatan Haruai.

"Itu batubara dari dalam kawasan hutan, melibatkan oknum warga lokal, juga ada pemodal yang mengurusi alat berat dan pengiriman," ujarnya.

Diduga, maraknya penambangan ilegal ini, karena adanya industri di sekitar kawasan itu yang membeli. “Sulit kalau mereka mengirim ke luar, jadi memang ada penggunanya. Kalau mau serius menindak, pasti tahu lah. Karena diangkutnya lewat jalan desa, jalan negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, Zainal mengakui, jika di Tabalong marak ditemukan tambang ilegal. "Tapi terakhir kami operasi pada akhir November 2019, di lokasi Peti sedang tidak ada kegiatan," ujarnya.

Saat itu, beberapa lokasi yang disisir mulai dari Sialing, Panaan, Bumi Makmur dan Kaong. "Tapi lokasi kosong, alat beratnya juga tidak ada. Nanti kami pantau lagi," ucapnya.

Ditegaskannya, KPH Tabalong selama ini selalu mengawasi aktivitas tambang di kawasan hutan. "Ada izin kementerian tidak, kalau tidak ada kami tegur minta berhenti. Masih berani beroperasi, alat berat kami amankan," paparnya.

Tahun ini katanya, KPH Tabalong menyita satu unit ekskavator milik penambang ilegal pada Mei tadi. Hasil giat gabungan di Desa Panaan, Kecamatan Bintang Ara. Ada tiga titik Peti ditemukan. Dua kosong, satu beroperasi, dari situ alat yang disita.

Namun sepertinya tindakan samasekali tidak membuat pelaku jera. Sebab ujar Zainal, pihaknya masih mendeteksi adanya sejumlah titik tambang ilegal. "Titik Peti tersebar. Ada di Sialing, Panaan dan Upau. Ada beberapa yang kami tegur lalu berhenti. Tapi, ada pula yang masih bandel," tambahnya.

Sebelumnya, Kabid Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Kalsel Gunawan juga menyampaikan, selama ini masih banyak ditemukan tambang ilegal sedang menggerogoti wilayah Kalsel. Termasuk di Tabalong. "Di Tabalong itu, perusahaan yang boleh menambang hanya PT Adaro. Kalau ada yang lain, maka dipastikan itu ilegal," jelasnya.

Selain di Tabalong, dia menuturkan sesuai data yang mereka dapatkan, tambang ilegal juga pernah ditemukan di Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan HSS. "Terakhir yang kami tindak yang di daerah Antang, HSS. Di sana ada tambang ilegal yang mengakibatkan Sungai Amandit keruh," tuturnya.

Gunawan mengimbau, jika masyarakat menemukan tambang ilegal agar melapor ke Dinas ESDM atau pihak kepolisian. "Sebab, kalau ada keluhan atau laporan dari masyarakat mengenai adanya tambang liar, kami segera melakukan tindakan," pungkasnya. (ris/by/bin)

Fakta-fakta Tambang Ilegal di Tabalong:

Tambang Ilegal di Tabalong

Ditemukan di Dusun Sialing (Desa Nawin), Desa Mihul dan Desa Saradang Kecamatan Haruai.

Dilakukan Oknum warga lokal dan pemodal

Batubara dibawa lewat jalan desa menuju industri pembeli.

Tindakan KPH Tabalong

Mei 2019:

Temukan tiga tambang ilegal di Desa Panaan, satu alat berat disita.

November 2019:

Temukan lokasi tambang kosong di Sialing, Panaan, Bumi Makmur dan Kaong.

Dinas ESDM Kalsel

Di Tabalong perusahaan yang boleh menambang hanya PT Adaro. Kalau ada yang lain, maka dipastikan ilegal.

Sumber: Data Radar Banjarmasin, KPH Tabalong, ESDM Kalsel


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 07:47

Kecamatan Baru, Sigam Tak Punya PPK

BANJARMASIN – KPU Kalsel akhirnya mengambil keputusan terkait permasalahan Panitia…

Senin, 20 Januari 2020 07:43

Dapat Hibah 300 PJU untuk Akses, Jalan ke Bandara Baru Semakin Terang

Kabar baik bagi warga yang mengeluhkan kurangnya penerangan di jalan…

Senin, 20 Januari 2020 07:37

DICARI..! 18 Sopir untuk Kemudikan Bus Trans Banjarmasin

BANJARMASIN - Dinas Perhubungan Banjarmasin membuka lowongan untuk 18 sopir.…

Senin, 20 Januari 2020 07:30

Seleksi CPNS: 200 Komputer Masih Kurang

BANJARMASIN - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel menyiapkan ratusan komputer…

Senin, 20 Januari 2020 06:53
Pemko Banjarbaru

Wawali Hadiri Pembukaan Kejuaraan Voli

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Senin, 20 Januari 2020 06:46
PARLEMENTARIA

Dewan Harapkan Kontrak Karya Transparan

BANJARBARU - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

Senin, 20 Januari 2020 06:32

Haji Denny Makin Siap Maju Pilgub Kalsel

BANJARMASIN - Relawan Haji Denny Indrayana menggelar konsolidasi relawan 13…

Senin, 20 Januari 2020 06:26
Pemkab Tanah Laut

Bupati Khutbah di Masjid Jami Ar Raudhah

PELAIHARI – Di awal Tahun 2020 pelaksanaan Manunggal Tuntung Pandang…

Senin, 20 Januari 2020 06:25
Pemkab Tanah Laut

Tala Borong Juara di Kontes Durian Kiram Park

PELAIHARI - Kontes Durian di Kiram Park Kabupaten Banjar itu,…

Senin, 20 Januari 2020 06:19
Pemkab Tanah Laut

Manunggal Tuntung Pandang Perdana tahun 2020, Resmikan Kebun Bibit Desa Panjaratan

PELAIHARI - Desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut (Tala)…

DURIAN OH DURIAN... Macet Total, Jalan Kaki 2 Km, Luka dan Pingsan karena Rebutan Durian

Dugaan Tindakan Asusila, KPU Kalsel Bakal Panggil Gusti Makmur

Siswa MTsN 11 Tabalong Kunjungi Radar Banjarmasin: Lihat Proses Pembuatan Koran

Bukit Batu di Riam Kanan ini, Diproyeksi Jadi Tempat Wisata

Perkantoran Gubernur Dikepung, Ratusan Pembalap Liar Ditilang

Tanpa Antre di Ruangan Khusus, Penyandang Disabilitas Bisa dapat SIM

Karlina: Jangan Ragu Pakai Dana Kelurahan

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

Pagu Siring Teluk Kelayan Rp10,4 Miliar, Deadline Pembongkaran: April

Ibnu Sina Kecewa dengan Pemprov, Gara-gara PDAM Cuma Bisa Jadi Perseroda
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers