MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 15 Desember 2019 11:42
Spesialis Cukur ODMK Terlantar, Sedekah Lewat Gunting dan Sisir

PROKAL.CO, Tak perlu ijazah untuk bermanfaat bagi sesama. Aspiyani buktinya. SD saja tak lulus, kini ia menjadi spesialis cukur rambut ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan) terlantar di jalan.

-- Oleh: SYARAFUDDIN, Radar Banjarmasin --

SABTU (14/12) jam 11 siang, Aspi menyalakan motor. Berkendara menuju Pasar Lama, Banjarmasin Tengah. Di sana ada ODMK (istilah orang gila terdengar kurang sopan) yang telah menunggu dicukur.

Entah mengapa ia berubah pikiran. Aspi sudah coba merayu, tapi ia terlanjur merajuk. "Mood-nya rupanya sedang jelek," ujarnya.

Aspi sudah terbiasa mendapat penolakan. "Begitulah, lebih banyak yang gagal ketimbang yang berhasil," imbuhnya.

Tapi Aspi tak gampang menyerah. Dia kemudian berkeliling sampai Jalan Ahmad Yani kilometer 3,5. Di seberang Mapolresta Banjarmasin, ada dua "buruan" sekaligus. Keduanya ternyata mau dicukur.

Tentu tak gampang. Mereka harus diajak ngobrol. Dikasih nasi bungkus untuk makan siang, minuman soda, dan rokok. Setelah merasa nyaman, baru gunting dan sisir dikeluarkan.

Lelaki pertama duduk di halte. Penuturan warga sekitar, ia bisa duduk diam di sana seharian tanpa bergerak. Lelaki kedua keluyuran di depan kantor KPU. Rambutnya sudah panjang acak-acakan. Matanya berputar dengan liar.

Mendekati sore, setelah berkali-kali menolak, baru keduanya mau dicukur. Bayangkan, butuh waktu empat jam hanya untuk mencukur dua kepala ODMK!

"Sangat jarang bisa mengeksekusi dua 'pasien' sekaligus dalam sehari. Biasanya butuh waktu dua sampai tiga hari hanya untuk mendekati dan membujuk saja," kata Aspi.

Memangnya, siapa orang ini? Aspi lahir di Banjarmasin, 27 tahun silam. Dia kini tinggal di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala. Dia ayah dari dua anak.

Kisah hidupnya memang tak lazim. Menginjak kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda di Kampung Kuin, Aspi berhenti sekolah. "Tangan saya patah karena bercanda berlebihan dengan teman sekelas. Setelah itu, saya takut kembali ke sekolah," kenangnya.

Aspi kemudian membantu ibunya berjualan di Pasar Tungging, Jalan Belitung Darat. Beranjak dewasa, ia magang mencukur rambut di sebuah barbershop.

"Kala itu istri sedang hamil. Saya butuh banyak uang untuk persalinan. Makanya saya belajar mencukur rambut dengan seorang teman," kisahnya.

Tahun 2016, Aspi membuka kios Cukur Rambut Borneo di Jalan Kayu Tangi II, Banjarmasin Utara. Sekarang Aspi sudah sanggup menggaji dua karyawan.

Dia mulai mencukur rambut ODMK yang keluyuran di jalan sejak empat bulan lewat. Total, sudah 11 kepala yang sukses dicukur. "Kalau yang gagal sudah tak terhitung," ujarnya tergelak.

Setiap hari Selasa dan Kamis, Aspi berkeliling kota menaiki Honda Astrea Star 800 kebanggaannya. Membawa tas selempang besar berisi peralatan mencukur. Di sana juga ada snack, minuman, dan rokok sebagai senjata pembujuk.

Namanya saja ODMK, tentu perilakunya tak tertebak. Aspi mengaku bersyukur, tak pernah sampai ditimpuk ODMK. "Tapi pernah saya kabur, ketika merasa si target sudah hendak mengamuk," ujarnya.

Risikonya, seperti menghadapi rambut gimbal yang tak pernah tersentuh sampo selama bertahun-tahun. Atau bau pesing yang menguar dari sekujur badan. "Tapi ada juga cerita lucunya. Pernah ada yang minta dicukur agar mirip seperti Ariel NOAH," ceritanya.

ODMK pertama yang ia cukur sedang keluyuran di Jalan Kolonel Sugiono. "Namanya saja kasus pertama, jadi masih gugup. Saya membuntutinya dari Sungai Baru. Menunggu tempat lengang untuk menyapa," tambahnya.

Wajar jika orang-orang bertanya, apa motivasinya. Aspi tak punya jawaban heroik, ia hanya ingin bersedekah sebagai bentuk rasa syukur.

"Selama tiga tahun mencukur rambut, mengapa tak pernah ada orang gila masuk ke kios saya? Pertanyaan itulah pemicunya," tegasnya. Setelah melihat rambut OMDK ini rapi, Aspi pun bahagia.

Kini beberapa teman tertarik bergabung, membantu dokumentasi kegiatan. Foto, video, dan narasi tersebut diunggah ke Instagram. Hasilnya positif, Aspi sering mendapat titipan pakaian atau makanan untuk didonasikan kepada ODMK.

"Jadi habis mencukur, saya kasih pakaian dan sandal baru. Sumbangan kawan-kawan," ujarnya. Maka mudah menuduh Aspi tak tulus, ingin viral di media sosial. "Alhamdulillah, tak ada yang sampai menuduh setega itu," tambahnya.

Cita-cita Aspi sederhana. Di masa depan, ia ingin membuka kios cukur rambut untuk orang-orang tak mampu. Seperti pengamen dan gelandangan. "Mereka yang untuk merapikan rambutnya saja tak mampu," harapnya.

 

Tersesat Hingga Perbatasan Kalteng

 

DINA Emelda adalah satu dari tiga orang yang kerap menemani Aspiyani beraksi. Tugasnya adalah mengurusi video dan menulis narasi untuk diunggah ke media sosial.

 

Cewek 21 tahun itu baru saja lulus dari Politeknik Banjarmasin. Menyandang gelar sarjana akuntansi, Dina masih mencari pekerjaan. "Saya kemudian diajak bergabung. Sukarela saja," ujarnya.

 

Dina punya satu pengalaman paling berkesan. Kala itu, Aspi mencegat seorang target di Jembatan Banua Anyar, Banjarmasin Timur.

 

Ternyata lelaki ini masih waras. Dia terlantar di Banjarmasin, kehabisan uang, dan selama dua tahun tidur di kolong Jembatan Merdeka. Aspi lalu bertekad mengantarkannya pulang ke rumah keluarganya.

 

Dina ikut membantu mengantarkan. "Rumahnya jauh di pelosok. Hampir di perbatasan Kalsel dan Kalteng," kisahnya.

 

"Kami menghadapi jalan rusak berbatu sejauh 20 kilometer. Tak ada sinyal telepon di sana, apalagi internet," imbuhnya.

 

Misi sukses, mereka pun pulang. "Ternyata kami tersesat. Kami lupa arah jalan pulang. Padahal sudah larut malam," tukasnya.

 

Dina mengaku bersyukur bisa membantu Aspi. "Saya kini melihat mereka (OMDK) sebagai sosok berbeda. Dulu kan anti banget ya. Bagi mereka, hal-hal yang kita anggap sepele ternyata sangat-sangat berharga," tutupnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers