MANAGED BY:
SELASA
07 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Minggu, 15 Desember 2019 12:00
Bisnis Politik
BELUM BISA MOVE ON: Batubara, bisnis yang menghasilkan para superkaya Kalsel. | DOK/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Ekspansi para pemilik modal dalam pilkada menggambarkan bagaimana dunia bisnis bekerja dengan sangat malas di Kalsel. Para superkaya yang tidak punya gairah kepada komoditas lain pasca meredupnya kayu, batubara dan sawit, menemukan politik sebagai bisnis baru tempat mengakumulasi modal dengan cepat, relatif minim risiko, mengasyikkan, dan tentu saja menguntungkan.

Rumusnya sederhana saja: uang menghasilkan kekuasaan dan kekuasaan menghasilkan uang yang lebih banyak. Hitung-hitungan ini membuat iklim politik di Kalsel semakin ke sini semakin berbau bisnis, ketimbang politik.

Di masa lalu hal semacam ini gak mudah terjadi. Orang-orang bisnis mungkin terlibat perselingkuhan klasik dengan para penguasa. Tapi itu semata untuk mengamankan bisnis mereka. Di masa kini, politik adalah bisnis itu sendiri.

Dalam kelindan yang membingungkan, budaya politik baru akhirnya terbentuk: pengusaha menjadi politisi-atau setidaknya mengambil alih kursi ketua parpol. Para haji-haji superkaya yang sudah cukup tua, menitipkan harapan mereka ke saudara, anak dan menantu, sebagaimana yang terjadi dalam sebuah tradisi konglomerasi.

Anak-anak mereka kini jadi ketua dewan, ketua parpol atau bakal calon yang akan bersaing melawan para politisi tulen. Sementara para pengusaha semenjana cukup puas dengan menitip prospek menjadi tim sukses.

Fenomena ini bukan saja menggambarkan bagaimana perubahan budaya politik di Kalsel tetapi juga mengindikasikan mandeknya iklim kreatif yang membuat para pengusaha banua bisa mengembangkan haluan bisnis mereka bertahan dari masa ke masa.

Para superkaya di Kalsel yang kita kenal sekarang adalah orang yang menikmati masa kejayaan kayu dan batubara tahun 80 sampai awal tahun 2000-an. Setelah era ini, banua mendadak begitu pelit melahirkan orang kaya-orang kaya baru.

Krisis finansial global membuat pola investasi berubah. Para haji-haji yang pernah berjaya dengan cara berbisnis tradisional (keruk-jual) tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memindahkan investasi mereka ke bidang usaha baru apalagi melantaikannya di bursa saham. Tidak ada Ferry Undardi, Ahmad Zaky atau Nadiem Makarim di banua.

Memang dulu pernah ada H Lihan yang mencoba menjadi kaya dengan memainkan semacam investasi kreatif, tetapi ternyata pengetahuannya tentang bisnis global nampaknya sebatas pada memalsukan obligasi serta kertas pembebasan pajak. Dia bukan saja gagal menjadi orang kaya, tetapi berakhir dengan menyedihkan di lantai penjara.

Satu nama yang paling menjulang mungkin hanya Haji Isam. Dia bisa terlepas dari jebakan bisnis tradisional dari industri ekstraktif karena dengan cepat bisa memainkan uangnya ke bidang-bidang yang lain, yang lebih modern. Tentu saja, core bisnisnya masih batubara, tetapi dia juga menaruh telur ke keranjang yang lain: penyewaan, perkapalan, penerbangan, metal, dan entah apa lagi.

Dari sini, Haji Isam bisa menjadi semacam pengusaha yang mengatasi politik. Dia tidak perlu bermain politik secara langsung, tidak mencalonkan diri menjadi gubernur, bupati, DPR atau semacamnya, tetapi lebih memilih mengontrol permainan dari belakang layar. Dari sudut ini, kita bisa memuji Haji Isam karena harus diakui, dia konsisten dengan profesinya.

“Politisi datang dan pergi, tetapi para pengusaha akan selalu ada di gedung pemerintah,” demikian ujar-ujar populer para aktivis di Brasil. Di Kalsel, kita kehilangan relevansi dari adagium ini. Yang benar saat ini adalah: para pengusaha adalah pemerintah, dan mereka sepertinya tidak akan pergi-pergi.”(*/ema)


BACA JUGA

Kamis, 30 Januari 2020 11:43

HPN 2020 di Kalsel, Jokowi Bakal Tanam Pohon di Forest City

Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini, pada 6…

Kamis, 30 Januari 2020 11:15

Gotong Royong, Warga Tapin Pasang Lampu Hias di Jalur Menuju Haul

RANTAU - Inisiatif warga Jalan Cangkring Kelurahan Rantau Kanan Kecamatan…

Rabu, 29 Januari 2020 12:19

Reguler di Tahun ini, Taman Budaya akan Gelar Musik Panting di Kiram

BANJARMASIN - Unit Pelayanan Teknis Dinas Taman Budaya (UPTD Tambud)…

Rabu, 29 Januari 2020 11:59

Bupati Banjar Berencana Pamerkan Barang Peninggalan Nabi, Saifullah Ragukan Keaslian Artefak

MARTAPURA - Bupati Banjar, Khalilurrahman berencana memamerkan barang-barang peninggalan Nabi…

Rabu, 29 Januari 2020 09:27
Dafam Q Hotel

Ratusan Anak Peringati HGN di Dafam

BANJARBARU - Hari Gizi Nasional (HGN) ke-60 diperingati setiap 25…

Selasa, 28 Januari 2020 15:54

Siapkan Mahasiswa Magang Tiga Semester, ULM Dukung Program Menteri Nadiem Makarim

BANJARMASIN - Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim memperpanjang…

Selasa, 28 Januari 2020 10:44

Ingin Punya Anak Tapi Tak Ada Biaya, Pakar Bayi Tabung ini Beri Solusi Paling Mudah

Hadirnya seorang anak di tengah keluarga menjadi anugerah tak ternilai.…

Selasa, 28 Januari 2020 09:57

Datangi SMK, Agar Pelajar Tak Terjerumus Narkoba

BANJARMASIN - Tim Dokkes Polda Kalsel menyambangi SMKN 4 Banjarmasin…

Selasa, 28 Januari 2020 09:56

Semakin Sukses dan Diberkahi

BANJARMASIN- Kemarin menjadi hari yang spesial bagi seluruh karyawan Radar…

Selasa, 28 Januari 2020 09:53

Tingkatkan Kemampuan, 35 Penyidik Polresta Banjarmasin Dilatih

BANJARMASIN - Demi meningkatkan kemampuan SDM Polresta Banjarmasin, digelar pelatihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers