MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 16 Desember 2019 12:08
Mengunjungi Surga Sneakers Merek Lokal: Rela Ngantre Sampai 13 Jam
Event sale akhir tahun yang digelar Rupaka Store Kemarin (15/12), toko di Jalan Cempaka Besar No 07 itu menggelar penjualan besar-besaran.

Sneakers sudah menjadi gaya hidup, bahkan kebudayaan. Kini, merek-merek lokal tak kalah keren, bahkan lebih murah.

-- Oleh: NOORHIDAYAT, Banjarmasin --

SEPASANG sneakers memang bisa bikin kantong celaka. Bisa mencekik gaji bulanan seorang karyawan yang masih mematok UMR (Upah Minimum Regional).

Apalagi jika sudah tiba di tangan reseller. Sepatu langka dan sedang ngehits, bisa dibanderol berkali-kali lipat dari harga resmi.

Nah, event sale akhir tahun yang digelar Rupaka Store bisa menjadi solusi. Kemarin (15/12), toko di Jalan Cempaka Besar No 07 itu menggelar penjualan besar-besaran.

Event ini sudah memasuki tahun kelima. Semua sepatu merek lokal digelar. Tapi karena stoknya terbatas, maka siapa cepat, dia dapat!

Salah satu pengunjungnya adalah Agil. Dia jauh-jauh dari Banjarbaru demi sepatu idaman. Agil bahkan sudah menginap di Banjarmasin sejak sehari sebelumnya untuk mendapatkan nomor antrean paling depan.

"Saya sudah duduk ngantre mulai jam 8 malam. Padahal acaranya baru mulai besok (kemarin) pagi. Kalau lambat, takutnya tak kebagian," ujarnya.

Ini merupakan pengalaman pertama Agil mendatangi event tersebut. Dia tergiur oleh harga miring. Dan agak ngeri dengan strategi penjualan reseller.

"Kalau di event ini, harganya masih kisaran Rp280 ribu sampai Rp320 ribu. Tapi jika sudah lewat reseller, harganya tembus Rp800 ribu sampai Rp1 juta! Artinya sampai tiga kali lipat," imbuhnya.

Headstore Rupaka, Aping mengatakan, dalam event ini mereka hanya menyediakan 70 pasang sepatu. Padahal yang ngantre sejak malam sudah berjumlah 500 orang. Jadi lebih banyak yang tidak beruntung.

"Memang selalu begitu. Kami sudah peringatkan, barang terbatas dan siapa yang cepat dan rela menunggu, dialah yang mendapat kesempatan masuk toko. Itu pun hanya dikasih waktu tiga menit untuk memilih sepatu," jelasnya.

Ditekankan Aping, sepatu lokal sudah sangat keren. Desain dan kualitasnya bisa bersaing dengan merek luar. Tapi dijual dengan harga lebih murah.

"Ketimbang beli sepatu luar, harganya Rp400 ribu sampai Rp500 ribu tapi malah KW, ya mending beli produk lokal. Jelas original dan tak kalah bagus," imbuhnya.

Dia berharap, akan semakin banyak anak muda yang peduli pada produk lokal. Sehingga bisnis pengusaha lokal juga bisa berkembang.

Ais, warga Kayu Tangi, juga rela ngantre sejak malam. "Puas banget, ngantrenya sampai 13 jam! Tapi berhasil mendapatkan sepatu dengan merek, ukuran, dan warna yang saya inginkan. Harganya juga cuma Rp280 ribu, sementara saya lihat di toko online kemarin sampai Rp800 ribu," bebernya bangga.

Perjuangan Fazrin juga tak kalah hebat. Siswa SMA kelas X itu bahkan sudah nongkrong sejak sore. Namanya juga masih pelajar, ia sudah lama menabung demi sepatu idamannya.

"Beberapa pekan lalu, saya dengar bakal ada event ini. Saya pun menabung. Setiap hari menyisihkan uang jajan, minimal Rp10 ribu sehari," kisahnya. (fud/ema)


BACA JUGA

Jumat, 22 Oktober 2021 17:21

Cerita Jarkuni si Penarik Becak, Wong Cilik dengan Pesan Besar

Sebagai penarik becak, kehidupan Jarkuni memang serba sulit. Tapi bukan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 15:26

Dari Banjar Mural Festival 2021; Menggantung Harapan di Dinding Beton

Di depan penonton, sosok seniman perempuan itu tampil mengumbar senyum.…

Rabu, 13 Oktober 2021 16:13

Noer Arief, Imam Masjid yang Sukses Bisnis Budidaya Lebah Kelulut

Selalu ada jalan untuk usaha apapun. Intinya kegigihan dan ketelatenan.…

Rabu, 13 Oktober 2021 15:56

Baru Kulit, Belum Menyentuh Isi

Parang Bungkul dan Lais adalah nama senjata tajam yang populer…

Selasa, 12 Oktober 2021 14:52

Si Pencabut 40 Nyawa

Parang tua itu tampak berkarat dimakan usia. Dipajang tanpa gagang…

Jumat, 08 Oktober 2021 15:16

Dulu Kandang Itik, Sekarang Tempat Lahirnya Hafiz Quran

Pondok Pesantren (Ponpes) Dhiyaul Ulum berdiri tahun 2019. Di lokasi…

Jumat, 08 Oktober 2021 13:56

Beda Anak Dulu dan Sekarang

Usianya sudah 66 tahun. Tetap setia mengajar anak kampung mengaji.…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:37

Nasib Guru Pendidikan Agama Islam yang Terancam Tak Diperpanjang Kontraknya

Memakai seragam hitam putih dan peci hitam, Fahriadi berjalan pelan…

Kamis, 30 September 2021 09:59

Kala Ilung Tutup Semua Rawa di Paminggir, Penumpang Sampai Terpaksa Bermalam di Kapal

Kecamatan Paminggir hanya bisa diakses dengan angkutan sungai. Nah bagaimana…

Rabu, 29 September 2021 12:48

Berpenghasilan Rp600ribu Perbulan Untuk Biaya Sekolah

Mungkin Nurman bisa menjadi inspirasi pelajar lain. Memanfaatkan lingkungan sekitar,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers