MANAGED BY:
KAMIS
02 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 16 Desember 2019 12:08
Mengunjungi Surga Sneakers Merek Lokal: Rela Ngantre Sampai 13 Jam
Event sale akhir tahun yang digelar Rupaka Store Kemarin (15/12), toko di Jalan Cempaka Besar No 07 itu menggelar penjualan besar-besaran.

PROKAL.CO, Sneakers sudah menjadi gaya hidup, bahkan kebudayaan. Kini, merek-merek lokal tak kalah keren, bahkan lebih murah.

-- Oleh: NOORHIDAYAT, Banjarmasin --

SEPASANG sneakers memang bisa bikin kantong celaka. Bisa mencekik gaji bulanan seorang karyawan yang masih mematok UMR (Upah Minimum Regional).

Apalagi jika sudah tiba di tangan reseller. Sepatu langka dan sedang ngehits, bisa dibanderol berkali-kali lipat dari harga resmi.

Nah, event sale akhir tahun yang digelar Rupaka Store bisa menjadi solusi. Kemarin (15/12), toko di Jalan Cempaka Besar No 07 itu menggelar penjualan besar-besaran.

Event ini sudah memasuki tahun kelima. Semua sepatu merek lokal digelar. Tapi karena stoknya terbatas, maka siapa cepat, dia dapat!

Salah satu pengunjungnya adalah Agil. Dia jauh-jauh dari Banjarbaru demi sepatu idaman. Agil bahkan sudah menginap di Banjarmasin sejak sehari sebelumnya untuk mendapatkan nomor antrean paling depan.

"Saya sudah duduk ngantre mulai jam 8 malam. Padahal acaranya baru mulai besok (kemarin) pagi. Kalau lambat, takutnya tak kebagian," ujarnya.

Ini merupakan pengalaman pertama Agil mendatangi event tersebut. Dia tergiur oleh harga miring. Dan agak ngeri dengan strategi penjualan reseller.

"Kalau di event ini, harganya masih kisaran Rp280 ribu sampai Rp320 ribu. Tapi jika sudah lewat reseller, harganya tembus Rp800 ribu sampai Rp1 juta! Artinya sampai tiga kali lipat," imbuhnya.

Headstore Rupaka, Aping mengatakan, dalam event ini mereka hanya menyediakan 70 pasang sepatu. Padahal yang ngantre sejak malam sudah berjumlah 500 orang. Jadi lebih banyak yang tidak beruntung.

"Memang selalu begitu. Kami sudah peringatkan, barang terbatas dan siapa yang cepat dan rela menunggu, dialah yang mendapat kesempatan masuk toko. Itu pun hanya dikasih waktu tiga menit untuk memilih sepatu," jelasnya.

Ditekankan Aping, sepatu lokal sudah sangat keren. Desain dan kualitasnya bisa bersaing dengan merek luar. Tapi dijual dengan harga lebih murah.

"Ketimbang beli sepatu luar, harganya Rp400 ribu sampai Rp500 ribu tapi malah KW, ya mending beli produk lokal. Jelas original dan tak kalah bagus," imbuhnya.

Dia berharap, akan semakin banyak anak muda yang peduli pada produk lokal. Sehingga bisnis pengusaha lokal juga bisa berkembang.

Ais, warga Kayu Tangi, juga rela ngantre sejak malam. "Puas banget, ngantrenya sampai 13 jam! Tapi berhasil mendapatkan sepatu dengan merek, ukuran, dan warna yang saya inginkan. Harganya juga cuma Rp280 ribu, sementara saya lihat di toko online kemarin sampai Rp800 ribu," bebernya bangga.

Perjuangan Fazrin juga tak kalah hebat. Siswa SMA kelas X itu bahkan sudah nongkrong sejak sore. Namanya juga masih pelajar, ia sudah lama menabung demi sepatu idamannya.

"Beberapa pekan lalu, saya dengar bakal ada event ini. Saya pun menabung. Setiap hari menyisihkan uang jajan, minimal Rp10 ribu sehari," kisahnya. (fud/ema)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 01 April 2020 13:05

Kala Dokter Menginisiasi Produksi APD Secara Mandiri; Libatkan Guru, Anak SMK hingga Tukang Ojek

Minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga medis…

Senin, 30 Maret 2020 12:36

Berita Baik di Tengah Pandemi Corona: Barista Kopi Dibalik Gerakan Pasang Keran Gratis

Dalam perang melawan wabah, Anda tak perlu menunggu menjadi hartawan…

Jumat, 27 Maret 2020 11:51

Fenomena Takhayul Pesisir Kalsel di Tengah Corona

Optimisme beberapa pejabat pemerintah, yang percaya warga akan disiplin tanpa…

Kamis, 26 Maret 2020 13:02

Pakai Jas Hujan, Berharap Kiriman APD Bukan Hanya bagi Perawat Saja

Alat pelindung diri (APD) menjadi pakaian paling "tren" sekarang ini.…

Rabu, 25 Maret 2020 11:49

Cerita-cerita Calon Pengantin yang Gagal Gelar Resepsi; Katering Sudah Pesan Akhirnya Dibagikan ke Anak Yatim

Niat Arif Hendy Wijaya (25) warga Desa Barambai untuk bersanding…

Senin, 23 Maret 2020 12:51

Bincang Santai dengan "Indro Corona"; Sudah Ada Sebelum Masehi, Sembuh dengan Vitamin E

Muhammad Indro Cahyono akhir-akhir ini sibuk mondar-mandir kantor-kantor pemerintah untuk…

Minggu, 22 Maret 2020 05:48

Melihat Penerapan Social Distancing di Bandara Syamsudin Noor

Upaya pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19 dilakukan…

Kamis, 19 Maret 2020 11:54

Kondisi Jembatan Ulin Desa Gadung Hilir; Atasnya Masih Bagus, Bawahnya Lapuk Termakan Usia

Jembatan di Rukun Tetangga (RT) 1 di Desa Gadung Hilir…

Rabu, 18 Maret 2020 13:12

Tangkal Corona, SMKN 1 Banjarbaru Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, orang-orang rela membeli…

Minggu, 15 Maret 2020 07:32

Diduga karena Dampak Peledakan Area Pertambangan, Rumah Warga Desa Pantai Cabe Retak-retak

Warga Desa Pantai Cabe Kecamatan Salam Babaris resah. Hampir semua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers