MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 17 Desember 2019 12:21
CPNS: Hampir 10.000 Pelamar Tak Lulus, Masa Sanggah Dibuka Mulai Hari Ini
CARI NAMA: Para pelamar melihat pengumuman hasil seleksi administrasi di situs BKD Kalsel. | FOTO: M OSCAR FRABY/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN – Wajah Herman tampak murung. Namanya tak termasuk dalam 9.756 peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi CPNS Pemprov Kalsel yang diumumkan kemarin. 

Dia berulang kali menggulir layar smartphon hanya untuk memastikan lagi. Setelah sekitar 5 menit mengecek, namanya memang tak ada di daftar peserta yang lulus. “Tak ada mas. Nggak tahu kenapa, padahal mengikuti alur pendaftaran seperti yang lain,” tuturnya.

Senasib dengan Herman, Yulia pun demikian. Dia tak habis pikir berkas yang dikirimkannya melalui PT Pos dengan tujuan BKD Kalsel, tak dinyatakan lulus. Tidak ada namanya di sscasn.bkn.go.id dan atau di laman resmi https://bkd.kalselprov.go.id/.

“Tadi menunggu-nunggu pengumuman, namun setelah diumumkan tak ada nama saya,” keluhnya.

Berbeda dengan Elsa Pratiwi, wajahnya langsung berbinar setelah melihat namanya tertera di salah satu peserta yang lulus seleksi tahap awal ini. “Alhamdulillah bisa melewati tahap awal. Perjalanan masih panjang. Semoga mulus sampai di tahapan akhir,” harapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalsel, Sulkan mengungkapkan, dari sebanyak 11.005 berkas yang masuk ke pihaknya hanya 9.756 yang memenuhi syarat. Sementara, sebanyak 1.249 berkas tak memenuhi syarat atau dinyatakan tak lulus di tahapan ini.

Apa yang membuat berkas ini cacat administrasi?

Sulkan menyebut kesalahan paling banyak adalah formasi yang dilamar tak sesuai dengan latar pendidikan pelamar yang dicari. “Kebanyakan kesalahannya di sini. Banyak yang salah formasi,” ungkap Sulkan.

Meski demikian, bagi yang tak lulus di tahapan ini tak perlu berkecil hati. Panitia memberi kesempatan melakukan sanggahan terhadap hasil seleksi kemarin selama tiga hari dari tanggal 17 sampai 19 Desember mendatang.

Sanggahan juga dilakukan secara online melalui laman https://sscn.bkn.go.id. “Dalam masa sanggah, pelamar tidak diperbolehkan memperbaharui atau memperbaiki dokumen yang telah diunggah atau dikirimkan pada masa pendaftaran lalu,” papar Sulkan. 

Ketika berkas sanggahan tersebut masuk ke tim seleksi CPNS Pemprov, dilakukan verifikasi ulang terhadap sanggahan pelamar. Hasil sanggahan akan diumumkan pada tanggal 28 Desember 2019 mendatang.

Dari hasil pengumuman tahapan seleksi administrasi kemarin. Dari tiga formasi yang tersedia, formasi tenaga guru paling banyak diincar. Jumlahnya mencapai 5.090 orang dari 227 kursi yang disediakan. Disusul formasi tenaga kesehatan sebanyak 3.223 pelamar dari alokasi 176 yang tersedia, dan tenaga teknis sebanyak 2.677 orang dari 57 kursi tersedia.

Sementara, dari jumlah total 460 alokasi formasi yang disediakan, ada sebanyak 16 jabatan yang tak ada pelamarnya. Sebanyak 15 jabatan di tenaga kesehatan dan 1 jabatan di tenaga teknis.

Sementara itu, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru juga telah merilis hasil seleksi administrasi pada Senin (16/12). Tak lama setelah dirilis, hasi lulus administrasi ini juga seketika menyebar secara berantai di kanal-kanal grup Whatsapp sebagian orang.

Secara keseluruhan, Kepala BKPP Banjarbaru Sri Lailana mengumumkan total ada 4.005 pendaftar dalam CPNS tahun 2019 ini. Sementara, jumlah yang lulus administrasi adalah 3743 orang.

Di antara yang mendominasi lulus seleksi tahap ini, juga di kalangan tenaga pendidik (guru). Kemudian formasi Perawat, Bidan Terampil, Epidemiolog Kesehatan, Analis Keuangan Pusat dan Daerah juga cukup banyak.

Sementara itu, ada 262 orang yang dinyatakan tak memenuhi syarat (TMS). Sri berujar jika yang paling banyak jadi faktor penyebabnya adalah pelamar tidak mengembalikan berkas oleh calon pelamar.

"Meski kita sudah memperpanjang penerimaan hingga tanggal 29 November. Namun sampai akhir waktu, ada 207 orang yang tidak datang ke kita untuk menyampaikan berkasnya," ceritanya.

Soal alasan mengapa banyak yang tidak datang Sri tak bisa memvonis pasti penyebabnya. "Kita tidak tahu mengapa, yang jelas kami sudah menunggu sampai akhir batas waktu."

Di luar karena tidak dikembalikannya berkas. Ada beberapa penyebab lain mengapa sebagian pelamar "tumbang" di seleksi administrasi ini. Mulai dari Kualifikasi Pendidikan tidak sesuai, Surat Tanda Registrasi (STR) tidak berlaku, IPK kurang dari standar yang ditetapkan (4 orang), Berkas tidak lengkap, STR tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan, STR diperbaiki sendiri hingga ada identitas yang tidak sinkron alias berbeda.

"Kita menemukan ada satu STR (surat tanda registrasi) yang diperbaiki sendiri. Jadi kolom masa berlakunya ditulis pakai pulpen, harusnya tidak boleh. Mungkin STR nya sudah habis masa berlaku lalu ditulis sendiri. Tentu ini tidak sesuai," ujarnya.

Saat tim seleksi menemukan ini, Sri meminta agar yang bersangkutan menyertakan surat keterangan soal hal tersebut. "Namun kita tunggu-tunggu tidak kembali lagi. Saat itu kita minta agar pelamar ini juga menyertakan sejenis keterangan bahwa penulisan sendiri dengan pulpen itu diketahu oleh lembaga yang menerbitkannya," ceritanya.

Selain kasus STR yang ditulis dengan pulpen. Fenomena lainnya yakni adanya identitas pelamar yang tidak sinkron. Yakni nama di KTP serta KK (Kartu Keluarga) ternyata berbeda.

Saat itu kata Sri, ketika pihaknya melakukan pengecekan dan verifikasi. Salah seorang pelamar punya data identitas diri yang berbeda. "Jadi nama di KTP dan KK yang dikumpulkan berbeda. Bedanya ini juga signifikan, bukan seperti salah ketik atau gimana," katanya.

Bagi yang telah lulus di tahapan administrasi. Nantinya jika sesuai jadwal, maka tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) sebut Sri akan digelar pada 27 Januari hingga 28 Februari 2020.

"Tahapannya kalau masa sanggahan ini sudah rampung. Kita menunggu arahan dari Kemenpan RB soal jadwal pasti pelaksanaan tes SKD. Adapun,  informasi yang kita dapatkan tesnya direncanakan 27 Januari himgga 28 Februari 2020," pungkasnya.

Sementara itu, dalam pengumuman seleksi administrasi CPNS Kabupaten Batola dari 3.576 orang, 119 orang dinyatakan tidak lulus seleksi.

"55 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dan 64 lainnya, dinyatakan tidak menyampaikan berkas," ujar Kabid Diklat dan Pengembangan Pegawai Kabupaten Batola, Aspur.

Kemarin bahkan sudah ada pendaftar yang mengajukan sanggah di akun SSCN.BKN.co.id. Jumlahnya sudah mencapai 7 orang pelamar. "Mereka yang dinyatakan tidak lulus masih bisa melakukan perbaikan di fitur Sanggah," ujarnya sembari mengatakan sanggah bisa dilakukan dalam waktu tiga hari kedepan. (mof/ris/bar/ran/ema)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 14:35

Jembatan Basit Baru Ditutup Langsung Macet, Demi Jokowi Lubang Jalan pun Ditambal

BANJARMASIN - Pasca ditutupnya satu lajur di Jembatan Basit, kemarin…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:31

SMA/SMK Perdana Belajar Tatap Muka, Tidak Ada Istirahat, Makan pun di Kelas

BANJARBARU - Sejumlah SMA/SMK piloting di Kalsel, kemarin (18/10) akhirnya…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:29

Pandemi Melandai, Festival Budaya Terapung Bisa Terlaksana

Pandemi yang melandai membuat sektor pariwisata akhirnya bergeliat lagi. Festival…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:12

Al Jihad Sudah Cabut Stiker Pembatas Saf, Sabilal Muhtadin Belum

BANJARMASIN - Tidak hanya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi saja…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:07

Waga Heran, Jalan Amblas Dekat Galian PDAM, Pekerja Menduga Gara-gara ini

BANJARMASIN - Warga Kampung Melayu Darat, Randin mengaku heran. Lubang…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:59

Ibnu Sina - Rusian Bersaing Ketat Dibursa Calon Ketua Demokrat Kalsel

BANJARMASIN - Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Demokrat  Kalsel digelar…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:54

Jembatan Antasari Bakal Ditutup Total, ini Alasannya

BANJARMASIN - Sudah berusia tua dan tak lagi mulus, Jembatan…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:47

Antisipasi Banjir, Longsor dan Putting Beliung, ini yang Dilakukan BPBD HSS

KANDANGAN – Untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor sampai…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:45

Harga Batubara Melonjak, Tambang Liar di Tanah Bumbu Makin Marak

TANBU - Penambangan batu bara ilegal kembali marak terjadi. Hal…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:38

Akses Darat di Kuripan Marabahan Akhirnya Terbuka

MARABAHAN - Program prioritas jalan Kutabamara (Kuripan-Tabukan-Bakumpai-Marabahan) terus digenjot.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers