MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Rabu, 18 Desember 2019 11:28
Komisi II: Pemko Harus Bina Koperasi
KAIN TENUN: Perajin kain Sasirangan dari bahan pewarna alam. Sering kali, kendala pengusaha kecil di Banjarmasin adalah modal. Koperasi bisa menjadi solusi. | FOTO: SYRAFUDDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Masih dari Bogor. Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di kota itu begitu pesat. Tak seperti di Banjarmasin yang terkesan lambat.

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Muhammad Faisal Hariyadi menyebut, ini menjadi perhatian serius. "Karena UMKM adalah salah satu kekuatan perekonomian daerah," sebutnya.

Karena itulah Komisi II memilih menyambangi Kota Bogor. Mereka ingin melihat langsung pola kerja yang dilakukan pemko di sana. Dalam membina dan mengembangkan dunia usaha kecil menengah itu.

"Di sini kami ingin melihat langsung sejauh mana program dan upayanya meningkatkan pembinaan koperasi dan UMKM di Bogor," kata politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Dari hasil kunker itu, Faisal melihat ada cara sederhana yang dilakukan Pemko Bogor. Melakukan pembinaan melalui koperasi. "Pengurus koperasi bahkan dibawa studi banding untuk belajar ke koperasi yang sudah maju," ucapnya.

Koperasi-koperasi di sana juga dibantu pelatihan. Agar UMKM di dalamnya mendapatkan sertifikasi sesuai dengan bidang usaha masing-masing.

Tak hanya melakukan pembinaan. Pemko Bogor juga menerapkan kebijakan. Koperasi yang kepengurusannya tak aktif, maka akan dipanggil untuk ditegur. "Mereka juga diberikan motivasi," katanya.

Selain itu, di sana ada program yang namanya Warga Kita (Warung Tetangga Kita). Melalui koperasi, pelaku UMKM diberi pinjaman modal usaha sebesar Rp5 juta.

Bahkan, melalui perda yang segera akan disahkan, Pemko Bogor juga bakal mengucurkan bantuan Rp20 juta untuk masing-masing koperasi di sana. Jumlahnya tak sedikit, 524 koperasi aktif. "Kalau total keseluruham ada sekitar 874 koperasi," sebutnya.

Karena itu, Faisal meminta kepada Pemko Banjarmasin. Untuk lebih gencar menjalankan program pengembangan UMKM. Termasuk juga pembinaan terhadap koperasi.

"Dampaknya sangat luas bagi masyarakat. Terutama untuk menciptakan lapangan pekerjaan demi mengurangi angka pengangguran," tuturnya.

Jika pertumbuhan UMKM lamban, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan kota. Terlebih untuk tingkat kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemko dituntut habis-habisan.

"Jadi pemko harus terus berupaya mendorong agar lebih banyak muncul industri kecil," pintanya.

Bagi Faisal, tantangan yang dihadapi pemko sangat berat. Apalagi masalah di ibu kota provinsi tak sedikit. Yang paling krusial adalah angka pengangguran dan kemiskinan lantaran minimnya jumlah lapangan pekerjaan.

"Inilah yang harus kita cari solusinya bersama-sama. DPRD tentu akan terus mendukung upaya pemko dalam pengembangan demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (nur/fud/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers