MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 25 Desember 2019 13:15
Naik Naga, Jadi Perhatian Warga, Dari Puncak Hari Jadi ke 60 Kabupaten HST
JAGA TRADISI: Bupati HST, H A Chairansyah dan Sekretaris daerah Provinsi Kalsel, H Haris Makkie, diarak menggunakan kendaraan dengan ornamen naga. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Puncak perayaan Hari Jadi ke 60 Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) yang digelar di Lapangan Dwi Warna Barabai, kemarin (24/12) siang, menjadi pusat perhatian. Terlebih, ketika Tuan Rumah dan Tamu Kehormatan, diarak berkeliling dengan menaiki naga. 

-- Oleh: WAHYU RAMADHAN, Barabai --

Naga yang dimaksud, tentu bukan makhluk mitologi berwujud reptil berukuran raksasa yang kerap muncul di layar kaca. Melainkan, kendaraan roda empat namun berkepala naga.

Tampilan kendaraan itu cukup mencolok. Di bagian atasnya, dibangun singgasana bak pelaminan yang biasa diduduki oleh raja beserta permaisurinya. Di bagian depan kendaraan, ornamen berupa dua kepala naga bermahkota, tampak melotot dengan gagah. Sementara di bagian belakang kendaraan, duduk sejumlah pemuda asal Sanggar Bima Cili, memainkan alat musik berupa gamelan.

Kemarin (24/12) siang, Bupati HST, H A Chairansyah dan Sekretaris daerah Provinsi Kalsel, H Haris Makkie, duduk di atas singgasana kendaraan itu. Keduanya, diarak diseputaran Barabai. Sontak saja, hal ini menjadi tontonan mengasyikkan bagi masyarakat yang tinggal di Kabupaten bergelar Bumi Murakata (Mufakat Rakat Seiya-sekata: red).

Baarak Naga, demikian masyarakat menyebutnya. Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lamanya, dan masih lestari hingga kini. Tradisi ini, hanya ada di saat acara-acara tertentu. Yakni, ketika prosesi ritual atau hajatan, hingga menyambut tamu kehormatan.

Adalah Ansyari Rahmat, seniman asal Desa Tatah Barikin, yang merupakan pembuat kendaraan naga, itu. Dia menuturkan, salah satu alasan yang menjadikan penggunaan kendaraan ini tidak bisa sembarangan, adalah karena ornamen kepala naga, itu hanya dipasang di kendaraan raja saja.

Selain itu, proses pembuatannya pun tergolong cukup memakan waktu dan harus melewati beberapa ritual lainnya.

“Bila merangkai kendaraannya, memang cuma sebentar. Hanya perlu waktu sepekan. Tapi, proses pembuatan ornamen kepala naganya itu yang lama,” ungkapnya.

Ansyari menuturkan, ornamen kepala naga itu dipasang berpasangan. Ada naga jantan dan naga betina. Yang jantan dan berwarna kecokelatan bernama Gauk Salimburan Alam. Sementara pasangannya, naga berwana putih bernama Salera Puspa kencana.

“Yang dibuat terlebih dahulu naga betina. Prosesnya memakan waktu dua tahun. Disusul kemudian yang jantan, memakan waktu satu tahun,” jelasnya.

Kemudian. Sebelum memulai proses pembuatan kedua kepala naga, Ansyari mengaku terlebih dahulu melakukan ritual ‘Badudus’ atau dalam masyarakat Banjar biasa disebut dengan ritual mensucikan diri. Selain ‘Badudus’, dirinya juga menggelar selamatan dengan menyediakan berpuluh-puluh macam kue. Berdoa kepada Tuhan, dengan harapan dimudahkan dalam proses pembuatannya.

Dibuat dengan bahan dasar kayu yang dipahat, kedua kepala naga itu tampak tak kalah eksotik. Terlebih, keduanya juga dipolesi dengan pewarna yang sedemikian rupa, hingga menimbulkan kesan gagah, berwibawa dan tentu saja mewah.

Lantas, mengapa harus ornamen kepala naga betina dahulu yang dibuat? Ansyari mengungkapkan bahwa hal itu diibaratkan layaknya ujian. Pembuatan ornamen kepala naga betina, cukup rumit. Terutama dalam hal ukiran dan detail.

“Bila selesai, maka akan mudah untuk membuat kepala naga yang jantan,” ungkapnya.

Naga, kerap menjadi simbol spiritual dalam berbagai tradisi kebudayaan. Dari berbagai referensi kebudayaan, hewan yang satu ini kerap diidentikkan dengan kekuatan, kebijaksanaan dan lain sebagainya. Ansyari sendiri berharap, tradisi Baarak Naga, bisa terus tumbuh.

“Di Kabupaten HST, ini setidaknya ada lebih dari enam pasangan naga. Yang tentunya mempunyai sejarah tersendiri. Kalau bisa, di setiap acara besar, selalu ditampilkan agar tradisi ini tidak hilang begitu saja,” harapnya.

Melihat dari serunya mengikuti arak-arakan hingga berakhirnya acara puncak Hari Jadi ke 60 Kabupaten HST, Sekretaris daerah Provinsi Kalsel, H Haris Makkie, mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat beruntung bisa melihat beragam tradisi serta kebudayaan yang ada di Kabupaten HST

“Sensasinya luar biasa. Rasanya seperti naik ayunan. Ini kalau dikemas dengan baik, bisa menjadi potensi wisata. Saya harap, ini jangan dikonotasikan sebagai sebuah ritual kepercayaan. Jadikan ini sebagai upaya melestarikan tradisi-tradisi nenek moyang kita dahulu,” tuntasnya. (war/ran/ema)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 11:48

Upaya MTsN 8 HST Menekan Keberadaan Sampah Plastik

Resah dengan banyaknya sampah plastik menjadi pemicu. Sikap tegas pun…

Selasa, 18 Februari 2020 12:23

Selebgram Jelajahi Tempat-tempat Wisata di Kalimantan; Kemana-mana Naik Roda Dua, Ditimpuk Batu Saat Melintasi Jalan Sunyi

Peraih gelar Putri Pariwisata Favorit Palangkaraya Tahun 2018, Hana Pira…

Selasa, 18 Februari 2020 10:43

Cetak Pemuda Berakhlak Demi Tangkal Radikalisme

Suasana Alam Roh, Kiram Park, kemarin (17/2) ramai sekali. Banyak…

Senin, 17 Februari 2020 11:02

Mengenal Legislator yang Suka Menulis: Sebagai Pedoman Sesama Anggota Dewan

Salah satu tugas anggota DPRD adalah membuat peraturan daerah. Apapun…

Minggu, 16 Februari 2020 06:58

Kalsel Bakal Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Semoga ini bisa menjadi solusi, agar sistem kelistrikan di Banua…

Sabtu, 15 Februari 2020 10:11

Perjalanan Biker Sirath Touring Borneo Lintas Tiga Negara

Hasrat mencapai puncak Pulau Kalimantan menggunakan sepeda motor akhirnya tercapai.…

Kamis, 13 Februari 2020 12:00

Gaduk, Minuman Oplosan yang Kebal Regulasi: Bisa Bikin Mati Mendadak, Tengah Malam Bisa Jual Lebih Mahal

Fungsinya sudah jelas. Alkohol tunggal dengan kadar mencapai 95% bukan…

Kamis, 13 Februari 2020 10:35

Biker Banua Terkesan Kemulusan Aspal Negeri Jiran

Perjalanan tiga anggota Biker Sirath dari Banjarmasin menuju Tip of…

Rabu, 12 Februari 2020 12:27

Nasib Bendungan Pipitak Jaya yang Direncanakan Bakal Tanggulangi Banjir Tapin

Dikerjakan sejak tahun 2015 silam. Bendungan Pipitak Jaya, yang terletak…

Selasa, 11 Februari 2020 11:36

Pamer Buah-Buah Langka, Ada Buah yang Tidak Bisa Diperjualbelikan

Marajai, desa yang terletak di lereng pegunungan Meratus ini, menunjukkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers