MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 27 Desember 2019 10:55
2019, Aduan ke Ombudsman Meningkat
LEMBAGA PENGAWAS: Kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalsel di Jalan Sudirman, Banjarmasin Tengah.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sepanjang 2019, Ombudsman Perwakilan Kalsel mencatat banyak laporan. Aduan terbanyak adalah soal PDAM, kepegawaian, pertanahan, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

Sejak Januari hingga 20 Desember tadi, setidaknya ada 226 kunjungan masyarakat. Laporan yang diterima berjumlah 167. Aduan langsung sebanyak 116, dan laporan tembusan berjumlah 51.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid menyebut laporan menyangkut PDAM lebih banyak soal kualitas air. Terutama ketika terjadi kemarau panjang tadi. "Selain itu juga ada soal kebocoran pipa, dan pelayanan air di wilayah Banjarbakula," katanya.

Untuk masalah kepegawaian, kebanyakan tentang status guru honorer. Lalu penerimaan CPNS, akreditasi kampus, disabilitas, dan beberapa persoalan lainnya. "Contohnya seperti penetapan sertifikasi guru non PNS, kemudian tenaga kontrak, gaji ke 13, dan tunjangan hari raya," sebutnya.

Bagaimana tentang pertanahan? Ini masalah klasik. Problem tumpang tindih kepemilikan lahan yang masih banyak terjadi. "Selain itu soal SHM yang belum terbit, dan penundaan berlarut," ungkapnya.

Di sektor pendidikan, Majid menyebut juga problem lama. Soal dugaan pungli di sekolah. "Laporan seperti itu juga masih ada," ucapnya.

Selain itu, juga ada problem lain di sekolah. Soal ijazah yang ditahan, guru tak mengajar, dan murid yang diberhentikan.

Terkait ketenagakerjaan, kebanyakan juga problem lama. Soal tingkah laku perusahaan yang seenaknya pada karyawan. "Misalnya saja soal pemberhentian tenaga kontrak secara sepihak dan perlindungan tenaga kontrak," bebernya.

Semua laporan itu sudah ditindaklanjuti. Paling tidak ada 146 aduan dinyatakan selesai. Kalaupun ada yang masih proses tinggal 21 saja.

2018 lalu, Ombudsman hanya menerima sebanyak 125 laporan. Artinya, tahun ini bertambah 42 aduan. "Jumlah laporan yang ditangani tahun ini meningkat 35% dari tahun sebelumnya," bandingnya.(nur/dye/ema)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 17:13

Dewan Gali Raperda Perlindungan Hukum Tenaga Kerja

PARINGIN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balangan,…

Sabtu, 22 Februari 2020 14:00

Haru-Tawa, Forkopimda Sambut Kapolres HSU AKBP Pipit dan Lepas AKBP Ahmad Arif

AMUNTAI -- Acara kenal pamit berlangsung hari di halaman Polres…

Sabtu, 22 Februari 2020 12:00

Guru Zuhdi: Jangan Saling Menghina dan Mengganggu

MARTAPURA - Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengajak segenap…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:58

Akhirnya, Pilgub Tanpa Calon Perseorangan

BANJARMASIN – Pemilihan Gubernur Kalsel tahun ini, dipastikan tak ada…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:54

MALU-MALU..! Koalisi Pilgub Masih Abu-abu

BANJARMASIN - Meski sudah mencukupi syarat kursi di DPRD Kalsel,…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:51
HAUL ABAH GURU SEKUMPUL KE-15

Bersiap Sambut Dua Juta Umat, Siapkan RS Lapangan di Sekumpul

MARTAPURA – Haul Abah Guru Sekumpul agenda terbesar melibatkan lintas…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:46

Jalan Aida ke Senayan Terbuka

BANJARMASIN - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengumumkan sejumlah…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:35

MELELAHKAN..! Jalur Perseorangan Tertatih Kumpulkan Dukungan

KOTABARU - Bakal calon Bupati jalur perseorangan Kotabaru, Burhanudin, keteteran…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:33

Pasangan MK-ZA Mendaftar di Tanbu

BATULICIN - Pasangan Hj Mila Karmila dan Zainal Arifin (MK-ZA)…

Sabtu, 22 Februari 2020 11:30

Dari Tiktok, Ungkap Prostitusi Online Anak di Banjarbaru

BANJARBARU - Berawal dari video Tiktok yang viral tersebar di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers